Anak Anda takut akan gelap, itu merupakan hal yang wajar. (Foto Ilustrasi: Brother Photo/Pexels)
Anak Anda takut akan gelap, itu merupakan hal yang wajar. (Foto Ilustrasi: Brother Photo/Pexels)

Takut Gelap dan Evolusi Biologi Anak-anak

Rona psikologi anak
Raka Lestari • 26 Juli 2019 18:10
Jika anak Anda takut akan gelap, itu merupakan hal yang wajar. Rasa takut akan gelap biasanya muncul pada usia sekitar 24 hingga 36 bulan.
 
Jakarta: Hal-hal yang berkaitan dengan gelap tentu menakutkan dan itu tidak memandang usia. Baik anak kecil maupun orang dewasa, mungkin pernah merasa takut akan gelap.
 
Terutama bagi anak-anak yang otaknya masih berkembang. Imajinasi dan kreativitas mereka yang masih cukup kuat membuat banyak anak kecil cenderung takut gelap.
 
Seiring waktu ketika anak-anak mulai memahami rasa takut akan kegelapan berkembang, kegelapan identik dengan hal negatif. Menurut penelitian dari Indiana University, takut akan gelap adalah bagian dari evolusi biologi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Mayra Mendez, Ph.D., LMFT, seorang psikoterapis mengatakan bahwa, jika anak Anda takut akan gelap, itu merupakan hal yang wajar. Rasa takut akan gelap biasanya muncul pada usia sekitar 24 hingga 36 bulan.
 
Usia tersebut merupakan masa emas pada balita di mana mereka mulai melakukan banyak hal, mulai dari melompat dengan satu kaki, sampai berbicara dalam satu kalimat penuh. Takut akan gelap hanyalah salah satu pencapaian mereka.
 
"Sebelum memasuki usia tersebut, bayi belum menyadari takut akan gelap karena bayi tidak dilahirkan dengan pengetahuan bawaan atau pengalaman ketakutan sebelumnya," ujar Mendez.
 
"Otak balita sangat reseptif terhadap apa yang ada di media, buku, atau cerita dari pengasuhnya. Otak mereka yang masih muda tersebut tidak bisa membedakan antara fantasi dan realita, namun otak mereka juga sangat aktif dan mudah terstimulasi untuk membayangkan pemikiran dan gambar yang membangkitkan rasa takut mereka," sambungnya.
 
Apapun yang mereka lihat entah itu binatang buas atau hantu, menjadi umpan bagi otak mereka. Dan, ketika mereka menyadari apa saja hal yang bisa terjadi saat gelap, maka mereka akan takut pada tempat-tempat gelap.
 
Mendez juga mengatakan bahwa, orang tua yang bereaksi terhadap apa yang mereka takuti, dan terhadap stres sehari-hari, dapat memengaruhi respons anak.
 
Jika orang tua mencontohkan untuk bersikap nyaman dan yakin, maka anak pun akan menangkapnya. Anak menjadi lebih tenang dan tidak terlalu cemas.
 
"Bayi belajar untuk mengintegrasikan rasa percaya untuk membantu mengatasi rasa takut dan membantu mereka untuk belajar mengelola emosi mereka," lanjut Mendez.
 
Jadi, duduklah bersama anak Anda dalam tempat gelap. Kemudian jelaskan kepada mereka bahwa tempat tersebut aman dan tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Itu salah satu yang bisa menjadi cara mudah untuk membantu mereka melawan ketakutan akan gelap.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

(FIR)


social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif