Grace Natalie (Foto:MI/Susanto)
Grace Natalie (Foto:MI/Susanto)

Grace Natalie Bagikan Tips Menumbuhkan Rasa Percaya Diri

Rona Social Media Week Jakarta
Gervin Nathaniel Purba • 17 November 2019 00:36
Jakarta: Krisis percaya diri pernah dialami hampir semua orang. Tak terkecuali Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie.
 
Sebelum berada di posisinya saat ini, Grace Natalie pernah mengalami masa-masa saat dirinya diremehkan dan kemampuannya diragukan. Hal ini diungkapkan perempuan berusia 37 tahun itu saat menjadi pembicara Social Media Week (SMW) Jakarta 2019, di The Hall, Senayan City, Jakarta. SMW Jakarta 2019 berlangsung pada 11-15 November.
 
Masih lekat dalam ingatan Grace, kala itu dia baru lulus kuliah dan memilih menjalani profesi jurnalis. Belum apa-apa, Grace sudah dipandang sebelah mata.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Hari pertama menjadi wartawan, ada yang datang ke saya ngomong, 'Ngapain jadi wartawan? Kenapa enggak buka toko saja?' Saya down, tapi saya ingin buktikan saya bisa jadi wartawan yang bagus," ujar Grace.
 
Grace tak memungkiri, dirinya kesal dan kecewa diperlakukan demikian. Namun, perasaan negatif tersebut tak membuatnya larut dalam kegalauan. Sebaliknya, Grace menjadikannya sebagai energi untuk membuktikan diri.
 
"Jika melihat ke belakang, saya tidak menyesal pernah menjadi wartawan. Saya belajar banyak," ujarnya.
 
Usai menjalani profesi jurnalis, Grace ditawari menjabat CEO di salah satu lembaga riset. Grace mengaku pada saat itu tidak tahu banyak mengenai riset. Namun, dia mengambil peluang itu untuk mengembangkan diri.
 
"Saya tertantang dan saya ambil. Saya banyak belajar tentang dunia riset. Dua tahun belajar, jadi dapat banyak ilmu baru," kata Grace.
 
Tantangan berlanjut ketika dia menjabat sebagai ketua umum partai politik. Membangun partai baru, tentunya tidak mudah.
 
"Saat perekrutan anggota ke daerah, ada yang bertanya kenapa sih ketuanya kayak begitu. Padahal, saya ada di situ," tutur Grace.
 
Grace tak ambil pusing dengan tingkah orang-orang yang meremehkannya. Tidak pula hal itu mengendurkan semangat. Sebaliknya, Grace kian percaya diri.
 
"Saya menggunakan energi diremehkan dan dipertanyakan itu menjadi bahan bakar untuk maju," kata Grace membagikan tipsnya.
 
Satu hal lagi yang membuat Grace mampu bertahan, yaitu dorongan dari ibunda agar Grace senantiasa menjadi pribadi yang lebih baik.
 
"Saya bersyukur punya mama yang selalu mendorong untuk meraih sesuatu, pasti bisa. Contohnya, ketika saya dapat nilai delapan saat ujian. Dia bertanya, kenapa enggak dapat nilai 10. Dia tahu ini karena saya enggak teliti dan sebagainya," ucap Grace.
 

(ROS)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif