Ilustrasi--Pexels
Ilustrasi--Pexels

Trik Memahami dan Membantu si Kecil yang Sensitif

Rona psikologi anak
Anda Nurlaila • 06 September 2019 14:08
Anak sensitif umumnya gampang menangis sehingga sering dijuluki cengeng. Ada sejumlah cara untuk orang tua yang memiliki anak peka dan cenderung cengeng, dalam membantunya mengelola emosi. Salah satunya yaitu membekali anak dengan fakta.
 

Jakarta: Setiap anak memiliki kepribadian yang berbeda-beda. Sebagian terlahir dengan sifat terbuka, suka tantangan dan pemberani. Sebaliknya, ada anak dengan kepribadian pemalu dan sensitif.
 
Seperti dikutip dari Parents, anak sensitif umumnya gampang menangis sehingga sering dijuluki cengeng. Para ahli menyebutnya sebagai sensitivitas emosional. "Itu kepribadian yang menyebabkan beberapa anak merasakan sakit fisik dan emosional lebih dalam daripada yang lainnya," jelas Jeremy Schneider, seorang terapis keluarga di New York City.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ada sejumlah cara untuk orang tua yang memiliki anak peka dan cenderung cengeng, dalam membantunya mengelola emosi.
 
Perlihatkan Empati
 
Ketika anak Anda menangis kencang saat sikunya tergores, insting pertama Anda adalah menyuruhnya tenang. Para ahli mengatakan itu akan memperburuknya, terutama jika anak mendengar nada marah dan frustasi dalam suara Anda.
 
Psikolog anak Elinor Bashe mengatakan orang tua perlu mendengar dan menerima emosi anak meskipun itu tidak masuk akal. Anda dapat mengatakan sesuatu seperti, "Saya tahu itu menyakitkan" atau "Anda pasti kaget saat jatuh." Kemudian bantu anak fokus pada penyelesaian seperti menawarkan membantunya mencuci luka dan membalutnya dengan perban atau mendiamkannya.
 
Beritahu emosi yang dialaminya
 
Anak-anak sensitif cenderung menangis setiap kali mengalami emosi kuat seperti saat malu atau frustrasi. Bantu anak dengan memberitahu perasaannya. Meski tidak berhasil saat ini, jika terus mengulang memberitahu anak emosi apa yang mereka alami, anak akhirnya akan mulai mempertimbangkan bagaimana perasaannya sendiri daripada berteriak dan menangis.
 
Setelah dia tenang, Anda dapat berbicara dengan anak cara mengatasi perasaannya.  Seperti berhenti sejenak, mengambil napas dalam-dalam, atau bahkan memukul bantal.
 
Bekali anak dengan fakta
 
Anak-anak usia 5-6 tahun lebih tenang bila diberitahu lebih dulu apa yang akan mereka hadapi. Misal, saat anak akan berkunjung ke dokter ada kemungkinan dia akan disuntik. Bicarakan pada anak suntikan ini untuk mencegah penyakit tertentu. Biarkan anak memilih hadiah setelah itu, pensil baru atau stiker.
 
"Memberdayakan anak-anak seusia ini dengan memberi pilihan dan informasi dapat membuat mereka lebih berani," kata penasihat Orangtua Jenn Berman, Psy.D., penulis The A to Z Guide to Raising Happy, Confident Kids.
 
Cara lainnya membantu anak merasa memegang kendali. Beritahu hal realistis seperti menyusun puzzle 300 buah lebih sulit daripada puzzle biasa. Atau saat belajar  sepatu roda, katakan pada anak kebanyakan orang akan jatuh saat mencoba pertama kali.
 
Bantu pecahkan masalahnya
 
Ketika anak menangis karena tidak bisa mengikat tali sepatu, tenangkan anak dengan mengatakan, "Saya sulit memahamimu saat sedang marah. Jika sudah selesai menangis, mari bicara sehingga saya dapat membantu.
 
"Setelah rileks, pikirkan cara menangani masalah. Misalnya membantunya berlatih mengikat tali sepatu atau beristirahat dan mencoba lagi nanti. Seorang anak sensitif cenderung terjebak dalam masalah yang sama. Coba ingatkan dia bahwa selalu ada solusi, dan dia seharusnya tidak merasa malu untuk meminta bantuan," kata Berman.
 

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

(YDH)


social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif