Kualitas sebuah hubungan bukan ditentukan oleh seksual saja. Usia Anda, nilai-nilai yang dianut, gaya hidup, dorongan seksual bawaan, dan kesehatan adalah hal yang terpenting. (Foto Ilustrasi: Neon Brand/Unsplash.com)
Kualitas sebuah hubungan bukan ditentukan oleh seksual saja. Usia Anda, nilai-nilai yang dianut, gaya hidup, dorongan seksual bawaan, dan kesehatan adalah hal yang terpenting. (Foto Ilustrasi: Neon Brand/Unsplash.com)

Idealnya, Berapa Kali dalam Seminggu Pasutri Bercinta?

Rona seks
Raka Lestari • 01 April 2019 19:01
Sesuai studi yang dilakukan oleh peneliti, biasanya pasangan melakukan hubungan seks sebanyak 54 kali dalam setahun. Namun yang terpenting dalam sebuah ikatan, rutinitas seks bukan cermin kalau sebuah pasangan bahagia.
 

Jakarta:
Hubungan seksual sering identik sebagai indikator kebahagiaan dari pasangan. Fakta itu sesuai dengan penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Social Psychological and Personality Science.
 
Para peneliti menemukan bahwa pasangan yang melakukan hubungan seks, setidaknya sekali seminggu lebih bahagia dengan hubungan mereka, daripada mereka yang jarang melakukannya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara itu, menurut sebuah studi pada 2017 yang diterbitkan di Archives of Sexual Behavior, rata-rata orang dewasa melakukan hubungan seks 54 kali dalam setahun, atau sekitar seminggu sekali.
 
"Pasangan sering melakukan kesalahan dengan menebak berapa kali melakukan hubungan seksual agar merasa bahwa kehidupan seksual mereka baik-baik saja," ujar Raffi Bilek, seorang konselor pasangan dan direktur Baltimore Therapy Center, kepada Health.
 
"Padahal sebenarnya adalah berapa pun jumlahnya, yang utama adalah kenyamanan bagi pasangan dan Anda. Anda tidak perlu melakukan hubungan seks lebih atau kurang dari yang Anda inginkan," terangnya.
 
Sedangkan Brian Jory, PhD, direktur studi keluarga di Georgia berpendapat, ketika Anda berhenti berfokus pada angka-angka, Anda menyadari bahwa banyak faktor memengaruhi seberapa sering pasangan melakukan hubungan seksual," ujar Brian Jory, PhD, seorang profesor dan direktur direktur studi keluarga di Berry College di Georgia.

Baca juga: Ini Penyebab Stres Lebih Sering Menyerang Wanita daripada Pria

Brian yang juga seorang profesor mengatakan kualitas sebuah hubungan bukan ditentukan oleh seksual saja. Usia Anda, nilai-nilai yang dianut, gaya hidup, dorongan seksual bawaan, dan kesehatan adalah hal yang terpenting.
 
"Di hampir semua hubungan jangka panjang, sesuatu yang disebut 'kejenuhan seksual' muncul sekitar dua atau tiga tahun. Kekenyangan seksual adalah elemen yang pasti dialami oleh satu pasangan. Adalah kecenderungan manusia untuk menjadi bosan dan itu bukan kesalahan, dan tidak ada yang perlu ditakutkan atau dipermalukan," terang Brian.
 
Yang paling penting adalah bagaimana Anda dan pasangan mengatasi kejenuhan tersebut, agar menikmati kebahagiaan dalam jangka panjang.
 
"Untuk beberapa pasangan, kekenyangan berarti kenyamanan, keamanan, dan kepastian. Sedangkan beberapa pasangan lain yang mengalami kejenuhan menganggapnya sebagai kebosanan, kekecewaan, atau tanda bahwa mereka tidak cocok dan harus berpisah," terang Brian.
 
Jadi, jika Anda dan pasangan tidak memiliki kesepakatan berkaitan dengan seberapa sering Anda melakukan hubungan seksual, maka mencari tahu penyebab dan cara mengatasinya adalah yang terpenting.
 
"Ceritakan apa yang terjadi, terbukalah tentang apa yang menjadi kebutuhan masing-masing, dan jangan menghakimi satu sama lain. Pasangan membutuhkan keintiman verbal dan psikologis sebelum mereka dapat memiliki keintiman seksual," tutup Jory.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

(FIR)


social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif