NEWSTICKER
Kenal lebih dekat dengan profesi psikolog. (Foto: Dok. Yulius Steven)
Kenal lebih dekat dengan profesi psikolog. (Foto: Dok. Yulius Steven)

kisah

Saat Ilmu Psikologi Bantu Yulius Mengenal Manusia

Rona kisah
Kumara Anggita • 19 Februari 2020 07:00
Jakarta: Merintis karier sebagai seorang psikolog di Indonesia membutuhkan kesabaran dan keluasan yang ekstra. Namun hal itu bisa terkompensasi dengan wawasan indah yang didapatkan dari ilmu ini sendiri.
 
Psikolog Klinis Dewasa, Yulius Steven, M.Psi., Psikolog bercerita tentang bagaimana akhirnya ilmu psikologi sedikit demi sedikit mampu membuatnya tenggelam dalam keseruan. Apa yang dirasakan di sini seakan membuatnya lupa bahwa jalan yang dipilih tidaklah mudah. 
 
Pada awalnya Yulius tidak bercita-cita menjadi seorang Psikolog. Dia memilih jurusan ini karena alasan praktis saja. Dia memilih Universitas yang diinginkan lalu memilih jurusan apa yang paling bagus dari universitas tersebut. Yulius berkuliah jurusan Psikologi di Atmajaya Jakarta. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Saat awal masuk kuliah, Yulius belum menentukan agenda kehidupannya. Dia mengalir saja seperti air. Namun semakin lama mengenal ilmu psikologi, ternyata dia menemukan dirinya semakin tenggelam. 
 
“Setelah berkuliah merasa enak, di semester dua dan seterusnya makin enak memahami tentang manusia, pribadi dan sebagainya. Pada akhirnya semester berikutnya makin enak dan mendalami dan rasa penasarannya semakin mendalam. Jadi setelah S1 saya memutuskan untuk lanjut S2 ambil profesi psikolog klinis dewasa,” ungkapnya pada Medcom.id.
 
Melalui ilmu ini, dia bisa menyadari berbagai kepribadian sehingga dia jadi bisa mengenal manusia secara lebih luas. Dengan seperti itu, dia jadi tahu juga bagaimana dia harus bersikap pada setiap individu yang dia temui.
 
Saat Ilmu Psikologi Bantu Yulius Mengenal Manusia
(Baik buruknya hal yang diterima Yulius dari profesi psikolog telah mewarnai kehidupannya. Dia berharap agar ketulusannya untuk melayani masyarakat lewat ilmunya bisa terus berlanjut. Foto: Dok. Yulius Steven)

Terdorong untuk mengikat diri

Saat mulai masuk ke dunia profesional, Yulius semakin terdorong untuk mengikat diri dengan ilmu psikologi. Ini karena beberapa hal. Pertama, emosinya mulai tergerak dengan melihat bahwa lewat ilmunya ini, Yulius jadi merasa berfungsi. 
 
“Senangnya adalah melihat orang lain merasa terbantu dengan kehadiran kita. Ketika orang lain melihat kalau omongan kita ada manfaatnya. Dan saat orang lain mengucapkan terima kasih dan balik lagi ke kita. Itu hal yang paling menyenangkan dari profesi ini,” ungkapnya. 
 
Kedua, dia juga merasa pemahamannya terhadap orang lain semakin terbuka dengan melihat banyak kasus. Hal ini menciptakan harmoni dalam kehidupannya.
 
“Saya jadi bisa memahami orang lain sebagai dirinya sendiri karena kita sangat ditekankan bahwa ada individual differences setiap orang. Jadi melihat satu orang, tidak langsung cepat menyimpulkan. Kita bisa tahan. Kita bisa tahu dan menghargai pilihan mereka. Ini buat pelajaran saya sendiri,” jelasnya. 
 
Ketiga, profesinya ini mau tak mau mendorongnya untuk mengembangkan kemampuan-kemampuan penting lainnya yang sebelumnya tak terlalu dihiraukan olehnya. 
 
“Saya ketemu banyak orang dengan berbagai ragam. Dalam arti orang yang bisa diajak ngomong sampai orang -orang yang memiliki gangguan psikologis," kenang Yulius.
 
"Itu pengalamannya beda. Cara ngomongnya beda. Banyak banget saya belajar dari sini seperti cara untuk beradaptasi, ngobrol dengan berbagai macam orang, menyesuaikan pembawaan, dan terutama cara berkomunikasi dengan baik dengan orang lain. Menjadi psikolog membantu kemampuan berbicara saya,” jelasnya. 
 
Saat Ilmu Psikologi Bantu Yulius Mengenal Manusia
(Melalui ilmu psikologi, Yulius bisa menyadari berbagai kepribadian sehingga dia jadi bisa mengenal manusia secara lebih luas. Foto: Ilustrasi. Dok. Pexels.com)

Sulitnya menjadi psikolog di Indonesia

Yulius menyayangkan ilmu Psikologi di Indonesia tidak bisa banyak yang menerima. Kebanyakan masyarakat masih tak percaya dengan penjelasan ilmiah. Hal ini sungguh menyulitkannya. Oleh karena itu, saat praktik, Yulius beberapa kali menemukan orang-orang yang tak bisa menerima masukannya sebagai psikolog. 
 
“Awareness orang Indonesia tentang dunia psikologi masih sangat rendah. Jadi sebagai psikolog klinis, ladang pencahariannya memang sangat sulit walaupun dijanjikan setiap bidang membutuhkan psikolog. Tak seideal itu. Jadi agak susah untuk mencari klien dan pekerjaan. Sulit mendapat pengakuan dari orang atau pemerintah tentang tenaga psikologis ini,” ungkapnya.
 
“Susahnya ketika ketika ada orang yang tidak match dengan kita. Misalkan kita sudah mengasih segalanya yang kita tahu tapi tak pas dengan dia."
 
Selain itu, Yulius juga mengatakan bahwa menjadi psikolog membutuhkan kesabaran. Dia harus bertemu dan berkomunikasi dengan mereka yang mengalami gangguan mental. Informasi yang diberi mereka sulit untuk langsung dipahami.
 
“Sulit saat bertemu dengan orang yang memiliki gangguan psikotik. Omongannya aneh-aneh dan kita tak bisa nyangka cara omongnya dan perilakuknya seperti itu. Jadi kalau bertemu seperti ini, saya rujuk ke psikiater dulu untuk minum obat. Jadi kalau sudah lebih mereda baru bicara,” jelasnya.
 
Kendala lain yang tak kalah sulitnya untuk dikontrol adalah ketika Yulius terkadang suka terbawa perasaan oleh cerita tadi.
 
Namun untuk mengatasinya, Yulius menerapkan batasan-batasan. Dia tahu kapan harus mendengarkan, kapan harus merespons dan kapan harus tidak memikirkan ceritanya. 
 
Setelah selesai bekerja Yulius memikirkan cerita orang itu lagi walaupun itu pengalaman pribadi orang yang berkonsultasi padanya serupa dengan pengalaman Yulius sendiri. 
 
Baik buruknya hal yang diterimanya dari profesi ini telah mewarnai kehidupannya. Dia berharap agar ketulusannya untuk melayani masyarakat lewat ilmunya bisa terus berlanjut. Ini karena dia tahu psikologi bisa banyak membantu dan memberikan perubahan pada masyarakat Indonesia. 
 

(TIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif