Kain tenun Timor. (Foto:MTVN/Putu Radar)
Kain tenun Timor. (Foto:MTVN/Putu Radar)

Pengaruh Portugis dalam Kain Tenun Timor

Rona kain tenun
Putu Radar Bahurekso • 10 Desember 2015 17:55
medcom.id, Jakarta: Nusa Tenggara Timur (NTT) merupakan provinsi yang kaya akan kain tenun. Hampir setiap daerah dan kabupaten memiliki ciri khas tenun tersendiri termasuk di Pulau Timor yang memiliki Tenun Timor.
 
Tenun Timor merupakan salah satu kekayaan dan produk budaya masyarakat Timor. Motifnya yang beragam terinspirasi dari berbagai hal mulai dari kehidupan sehari-hari, kekayaan alam, hingga cara hidup masyarakat Timor. 
 
“Karena ada banyak pulau dan daerah di NTT jadi motifnya dari tiap kabupaten beda-beda, dan motif tenun di NTT bisa diinspirasi dari mana saja,” ujar Monika, penenun asal Flores di Museum Tekstil, Jakarta, Kamis (10/12/2015).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Namun ketika dilihat dan diteliti, ternyata cukup banyak motif tenun Timor yang berasal dari Portugis. Timor merupakan wilayah yang paling lama dijajah oleh Portugis. Sehingga beberapa motif tenunnya terinspirasi dari Portugis.
 
Pengaruh Portugis dalam Kain Tenun Timor
 
“Beberapa ya (terinspirasi), tidak semua. Mereka terinspirasi tapi kemudian diterjemahkan dan diartikan dengan pengetahuan lokal masyarakat sana,” ujar Judi Achjadi, kurator kehormatan Festival Museum Tekstil 2015.
 
“Kalau penenun yang berpengalaman kan biasanya mereka baru lihat apa, terus suka sama bentuknya, biasanya mereka bisa mengaplikasikan ke dalam bentuk motif. Yang banyak digunakan itu terinspirasi dari motif tumbuhan seperti Oak Leaf,” lanjut Judi.
 
Pengaruh Portugis dalam Kain Tenun Timor
 
Tidak hanya motif, tapi beberapa hal lainnya ikut menginspirasi dan memperkaya perkembangan tenun Timor yakni warna dan bahan.
 
“Ada juga bahan dari sutra, sutra kan alat dagang punya Cina setiap pergi kemana dulu Cina selalu bawa sutra. Warna juga, warna tenun Timor banyak yang cerah mirip kaya warna-warna di kain pakaian orang Portugis dulu. Jadi enggak mungkin terinspirasi dari Belanda. Soalnya Belanda lebih suka warna natural dan polos pada saat itu,” pungkas Judi.
 

(LOV)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif