Setiap rumah memiliki kebutuhan dan konsep desain yang berbeda. Karena itu, jenis tangga yang digunakan pun sangat beragam, baik dari segi bentuk, ukuran, maupun fungsinya. Untuk menentukan pilihan yang tepat, penting mengenal karakteristik masing-masing jenis tangga.
Berikut ini beberapa jenis tangga yang dapat kamu sesuaikan dengan desain dan kebutuhan rumah.
Desain tangga yang cocok untuk rumah
1. Tangga lurus

Desain tangga minimalis untuk rumah. Foto: Freepik
Tangga lurus memiliki desain paling sederhana dan mudah dibuat, sehingga sering menjadi pilihan untuk menghemat anggaran. Jenis tangga ini juga tidak memerlukan ruang yang terlalu besar, sehingga cocok diterapkan pada rumah minimalis.
Agar tidak terlihat monoton, tangga lurus dapat dipadukan dengan berbagai material seperti kayu, beton, atau logam, sesuai dengan konsep interior rumah.
2. Tangga L

Desain tangga minimalis untuk rumah. Foto: Freepik
Tangga L merupakan pengembangan dari tangga lurus dengan tambahan sudut belokan 90 derajat di bagian tengah, membentuk huruf L. Umumnya, di area belokan terdapat bordes yang berfungsi sebagai tempat beristirahat.
Baca Juga :
Panduan Membuat Tangga di Rumah
Dibandingkan tangga lurus, tangga L membutuhkan ruang yang lebih luas. Namun, keberadaan bordes membuatnya dinilai lebih aman dan nyaman digunakan, terutama untuk rumah dengan aktivitas penghuni yang cukup tinggi.
3. Tangga U

Desain tangga minimalis untuk rumah. Foto: Freepik
Tangga U, atau dikenal juga sebagai tangga switchback, memiliki belokan 180 derajat di bagian tengah. Desain ini memberikan tampilan yang unik, tetapi proses pembangunannya cenderung lebih kompleks.
Selain itu, tangga U kurang ideal untuk memindahkan barang berukuran besar karena ruang geraknya terbatas, meski tetap nyaman untuk penggunaan sehari-hari.
4. Tangga spiral

Desain tangga minimalis untuk rumah. Foto: Freepik
Tangga spiral memiliki desain melingkar yang bertumpu pada satu tiang pusat. Bentuknya yang ringkas membuat tangga ini tidak memakan banyak tempat dan kerap dipilih untuk hunian dengan lahan terbatas.
Selain fungsional, tangga spiral juga memberi kesan elegan dan unik, sehingga sering dijadikan elemen dekoratif. Namun, bentuknya yang melingkar membuat tangga ini kurang cocok untuk rumah dengan lalu lintas tinggi dan menyulitkan saat membawa barang berukuran besar.
5. Tangga winder

Desain tangga minimalis untuk rumah. Foto: Freepik
Tangga winder merupakan pengembangan dari tangga berbentuk L, tetapi tanpa bordes di bagian tengah. Perubahan arah tangga dilakukan melalui anak tangga yang menyempit dan melebar secara bertahap.
Desain ini membuat tangga winder lebih hemat ruang dan cocok untuk rumah berukuran kecil. Dari segi visual, tampilannya terlihat lebih dinamis dan artistik dibandingkan tangga lurus.
Meski demikian, sudut belokan yang tajam membuat tangga ini memerlukan perhatian ekstra dari sisi keamanan, terutama bagi anak-anak dan lansia.
6. Tangga floating

Desain tangga minimalis untuk rumah. Foto: Freepik
Tangga floating atau tangga melayang dikenal dengan tampilan modern dan ringan. Anak tangganya terlihat seolah menggantung tanpa struktur penyangga yang mencolok, dan umumnya tidak dilengkapi handrail.
Desain ini sering dipilih untuk menciptakan kesan ruang yang lebih luas, terbuka, dan bersih, khususnya pada rumah bergaya minimalis atau kontemporer. Meski tampil menarik secara visual, tidak adanya pegangan membuat tingkat keamanannya relatif lebih rendah.
Setiap jenis tangga memiliki karakteristik yang berbeda, mulai dari kebutuhan ruang, tingkat keamanan, hingga nilai estetika.
Oleh karena itu, memahami kelebihan dan kekurangan masing-masing jenis tangga menjadi langkah penting agar desain yang dipilih tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga aman dan sesuai dengan kebutuhan penghuni rumah. (Umi Kulsum)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News