Direktur Jenderal Perumahan Perkotaan Kementerian PKP, Sri Haryati, mengatakan lokasi pembangunan rusun nantinya akan tersebar di berbagai wilayah, mulai dari kawasan perkotaan, pedesaan, hingga pesisir. Namun, fokus utama tetap berada di kota-kota besar.
"Itu baru usulan. Kalau lokasinya nanti bisa beragam. Kita bagi, ada yang perkotaan, ada yang pedesaan sama pesisir. Nanti fokusnya akan banyak di kota," ujar Sri Haryati dikutip dari Antara,, Rabu, 24 Juni 2026.
Sri menjelaskan pembangunan rusun akan dilakukan berdasarkan usulan dari berbagai pihak, seperti pemerintah daerah, kementerian, dan lembaga negara. Seluruh usulan akan diproses melalui Sistem Informasi Bantuan Perumahan (SIBARU).
Melalui sistem tersebut, Kementerian PKP akan melakukan penilaian kesiapan proyek atau readiness criteria, termasuk kelengkapan administrasi, kesesuaian tata ruang, serta berbagai persyaratan teknis lainnya sebelum pembangunan disetujui.
"Itu based on pengusulan. Jadi nanti ada usulan dari pemerintah daerah, dari kementerian/lembaga negara, dari mana, nanti masuk ke sistem kita namanya Sistem Informasi Bantuan Perumahan (SIBARU)," katanya.
Butuh Anggaran Rp36,62 Triliun
Menteri PKP Maruarar Sirait sebelumnya menyampaikan bahwa kebutuhan anggaran Kementerian PKP untuk Tahun Anggaran 2027 diusulkan mencapai Rp106 triliun guna mendukung target Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN).Dari total kebutuhan tersebut, sebesar Rp36,62 triliun dialokasikan untuk pembangunan rumah susun bagi masyarakat berpenghasilan rendah dengan target sebanyak 50.000 unit atau setara 412 tower rusun.
Sementara itu, program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) mendapatkan alokasi terbesar, yakni Rp57,29 triliun dengan target pembangunan dan perbaikan 2 juta unit rumah.
Menurut Maruarar, pembangunan rusun subsidi menjadi salah satu strategi untuk memenuhi kebutuhan hunian masyarakat di kota-kota besar yang menghadapi keterbatasan lahan.
Hunian vertikal dinilai mampu menjadi solusi penyediaan rumah yang lebih efisien sekaligus mendukung penataan kawasan perkotaan yang semakin padat penduduk.
Melalui pembangunan 412 tower rusun tersebut, pemerintah berharap semakin banyak masyarakat berpenghasilan rendah yang dapat mengakses hunian layak, terutama di wilayah perkotaan dengan harga tanah yang terus meningkat.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda