Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait. Foto: Kementerian PKP
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait. Foto: Kementerian PKP

Tanah Milik BPN Akan Diprioritaskan untuk Rusun dan Kota Satelit

Rizkie Fauzian • 29 Mei 2026 18:21
Ringkasnya gini..
  • Menteri PKP Maruarar Sirait menyebut lahan dari ATR/BPN akan diprioritaskan untuk rumah susun dan kota satelit.
  • Pemerintah tengah mengecek 188 lokasi lahan yang disiapkan untuk mendukung program perumahan nasional.
  • ATR/BPN mencatat sekitar 37 ribu hektare lahan potensial siap dimanfaatkan untuk pembangunan hunian.
Jakarta: Menteri Maruarar Sirait mengungkapkan tanah-tanah yang diberikan oleh Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional akan dimanfaatkan untuk pembangunan rumah susun dan kota satelit bagi masyarakat.
 
“Nanti kita utamakan untuk rumah susun (rusun) dan juga kota satelit,” ujar Ara dikutip dari Antara, Jumat, 29 Mei 2026.
 
Menurutnya, pembangunan rumah susun saat ini menjadi perhatian Presiden Prabowo Subianto serta Ketua Satgas Perumahan Hashim Djojohadikusumo.

Ara mengatakan pihaknya kini tengah mengecek lahan-lahan yang diberikan oleh Menteri ATR/Kepala BPN Nusron Wahid di 188 lokasi.
 
“Kita sekarang sedang mengecek tanah-tanah yang diberikan Pak Menteri ATR/Kepala BPN Nusron Wahid,” katanya.
 
Kementerian ATR/BPN memperkuat dukungan terhadap Program Strategis Nasional (PSN) melalui pembangunan permukiman hunian vertikal dan kota satelit.
 
Menteri Nusron Wahid mengatakan dukungan tersebut diberikan melalui penyediaan lahan skala besar di berbagai wilayah Indonesia.
 
Lahan potensial tersebut tersebar di sejumlah wilayah mulai dari Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, hingga Sulawesi. Total indikasi lahan yang telah terdata mencapai lebih dari 129 ribu hektare.
 
“Data awal kami menunjukkan terdapat sekitar 129.764 hektare lahan yang teridentifikasi. Namun, yang benar-benar potensial untuk dimanfaatkan saat ini sekitar 37.709 hektare,” ujar Nusron.
 
Untuk kawasan perkotaan, pemerintah memprioritaskan pembangunan hunian vertikal, terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Sementara itu, pengembangan kota satelit akan dilakukan di lahan dengan skala lebih luas.
 
Ara menambahkan, ketersediaan lahan menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan program 3 juta rumah yang tengah dijalankan pemerintah.
 
“Kami memiliki konsep sederhana untuk melaksanakan program 3 juta rumah. Kami ingin tanah untuk pembangunan rumah ini bisa tersedia,” katanya.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(KIE)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan