BEAUTY
Tren Aneh Lagi: Pakai Cairan Infus Buat Jerawat, Beneran Manjur atau Cuma 'Jalan Ninja' Sesat?
Yatin Suleha
Senin 20 Juli 2026 / 21:39
- Guys, belakangan ini lagi rame banget di FYP soal tren baru buat ngatasin jerawat yang auto bikin geleng-geleng kepala.
- Ada yang bilang pakai cairan infus—alias cairan salin (saline solution) atau NaCl—bisa bikin jerawat minggat.
- Apa sih isi dari cairan infus itu? Secara medis, cairan infus (NaCl) itu isinya cuma air dan garam steril. Fungsi utamanya adalah buat bersihin luka.
Jakarta: Guys, belakangan ini lagi rame banget di FYP soal tren baru buat ngatasin jerawat yang auto bikin geleng-geleng kepala.
Ada yang bilang pakai cairan infus—alias cairan salin (saline solution) atau NaCl—bisa bikin jerawat minggat dan wajah jadi flawless. Wait, is it true or just another skincare myth? Yuk, kita bahas biar nggak kena tipu tren!
Apa sih isi dari cairan infus itu? Secara medis, cairan infus (NaCl) itu isinya cuma air dan garam steril. Fungsi utamanya di dunia kesehatan adalah buat bersihin luka, infus pasien, atau bilas hidung.
Karena sifatnya yang steril dan pH-balanced, banyak orang mikir, "Wah, kalau buat bersihin luka aja bisa, kenapa nggak dipakai buat bersihin jerawat?"
Logika-nya sih karena cairan infus itu steril, dia dianggap bisa ngebunuh bakteri penyebab jerawat tanpa bikin kulit iritasi kayak alkohol atau skincare yang keras.
Jadi, banyak yang pakai ini sebagai pengganti toner atau buat kompres jerawat yang lagi bruntusan atau meradang.
Nah, ini yang harus kamu tahu. Meskipun steril, cairan infus itu bukan dirancang untuk skincare harian.
Nggak ada bahan aktif: Cairan infus nggak punya kandungan buat treat jerawat kayak Salicylic Acid, Niacinamide, atau Retinol.
.jpg)
(Sekali botol infus dibuka, dia gak lagi 100% steril. Kalau kamu gak hati-hati menyimpannya, bakteri malah bisa tumbuh subur di dalam botol dan pindah ke muka kamu. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)
Jadi, kalau jerawat kamu tipe hormonal atau bakteri C. acnes yang bandel, cairan infus cuma bakal bikin kulit bersih aja, tapi nggak nyembuhin jerawatnya.
Efek kering: Garam dalam cairan itu bisa narik kelembapan kulit. Kalau dipakai terus-terusan, skin barrier kamu malah bisa terancam, bestie!
Higienitas: Sekali botol infus dibuka, dia gak lagi 100% steril. Kalau kamu gak hati-hati menyimpannya, bakteri malah bisa tumbuh subur di dalam botol dan pindah ke muka kamu. Big no, right?
Kalau kamu cuma mau pakai buat bilas muka sesekali pas lagi breakout parah karena air keran di rumah lagi kotor, mungkin oke-oke aja. Tapi kalau mau dijadiin skincare routine buat ngilangin jerawat? Better not!
Daripada gambling sama cairan infus, mending balik ke skincare yang sudah jelas science-backed.
Cari toner atau serum dengan kandungan Tea Tree Oil, Salicylic Acid, atau Centella Asiatica yang udah teruji aman buat kulit berjerawat.
Kesimpulannya, jangan gampang kemakan tren ya! Skin barrier kamu terlalu berharga buat dijadiin bahan eksperimen. Stay smart, stay pretty!
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(TIN)
Ada yang bilang pakai cairan infus—alias cairan salin (saline solution) atau NaCl—bisa bikin jerawat minggat dan wajah jadi flawless. Wait, is it true or just another skincare myth? Yuk, kita bahas biar nggak kena tipu tren!
Apa sih isi dari cairan infus itu? Secara medis, cairan infus (NaCl) itu isinya cuma air dan garam steril. Fungsi utamanya di dunia kesehatan adalah buat bersihin luka, infus pasien, atau bilas hidung.
Karena sifatnya yang steril dan pH-balanced, banyak orang mikir, "Wah, kalau buat bersihin luka aja bisa, kenapa nggak dipakai buat bersihin jerawat?"
Kenapa tren ini bisa viral?
Logika-nya sih karena cairan infus itu steril, dia dianggap bisa ngebunuh bakteri penyebab jerawat tanpa bikin kulit iritasi kayak alkohol atau skincare yang keras.
Jadi, banyak yang pakai ini sebagai pengganti toner atau buat kompres jerawat yang lagi bruntusan atau meradang.
Aman gak sih?
Nah, ini yang harus kamu tahu. Meskipun steril, cairan infus itu bukan dirancang untuk skincare harian.
Nggak ada bahan aktif: Cairan infus nggak punya kandungan buat treat jerawat kayak Salicylic Acid, Niacinamide, atau Retinol.
.jpg)
(Sekali botol infus dibuka, dia gak lagi 100% steril. Kalau kamu gak hati-hati menyimpannya, bakteri malah bisa tumbuh subur di dalam botol dan pindah ke muka kamu. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)
Jadi, kalau jerawat kamu tipe hormonal atau bakteri C. acnes yang bandel, cairan infus cuma bakal bikin kulit bersih aja, tapi nggak nyembuhin jerawatnya.
Efek kering: Garam dalam cairan itu bisa narik kelembapan kulit. Kalau dipakai terus-terusan, skin barrier kamu malah bisa terancam, bestie!
Higienitas: Sekali botol infus dibuka, dia gak lagi 100% steril. Kalau kamu gak hati-hati menyimpannya, bakteri malah bisa tumbuh subur di dalam botol dan pindah ke muka kamu. Big no, right?
Verdict: Yay or nay?
Kalau kamu cuma mau pakai buat bilas muka sesekali pas lagi breakout parah karena air keran di rumah lagi kotor, mungkin oke-oke aja. Tapi kalau mau dijadiin skincare routine buat ngilangin jerawat? Better not!
Daripada gambling sama cairan infus, mending balik ke skincare yang sudah jelas science-backed.
Cari toner atau serum dengan kandungan Tea Tree Oil, Salicylic Acid, atau Centella Asiatica yang udah teruji aman buat kulit berjerawat.
Kesimpulannya, jangan gampang kemakan tren ya! Skin barrier kamu terlalu berharga buat dijadiin bahan eksperimen. Stay smart, stay pretty!
Disclaimer: Artikel ini hanya untuk informasi edukatif. Kalau jerawat kamu udah meradang parah atau bernanah, please banget langsung konsul ke dokter spesialis kulit (Sp.KK) biar gak makin parah!
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(TIN)