NEWS

Pengembang Apartemen Jakarta Prioritaskan Jual Ready Stock, Proyek Baru Lebih Selektif

Rizkie Fauzian
Kamis 23 Juli 2026 / 16:32
Ringkasnya gini..
  • Colliers Indonesia menilai unit studio di lokasi strategis masih menjadi pilihan utama investor karena memiliki likuiditas tinggi
  • Pasar apartemen Jakarta mulai bergeser dari dominasi investor ke pembeli yang membeli untuk dihuni sendiri.
  • Di tengah tingginya suku bunga, pengembang memilih menawarkan berbagai insentif seperti cicilan ringan dan skema pembayaran fleksibel dibanding menurunkan harga jual apartemen secara langsung.
Jakarta: Pengembang apartemen di Jakarta kini lebih memprioritaskan penjualan unit siap huni (ready stock) dibanding meluncurkan proyek baru. Strategi tersebut dilakukan untuk menjaga keseimbangan pasar di tengah suku bunga yang masih tinggi dan konsumen yang lebih selektif dalam membeli properti.

Berdasarkan laporan Colliers Indonesia untuk kuartal II 2026, pasar apartemen strata-title di Jakarta memasuki fase yang lebih disiplin. Pengembang memilih mengoptimalkan inventori yang tersedia daripada melakukan ekspansi agresif melalui peluncuran proyek baru.

Senior Associate Director Colliers Indonesia Ferry Salanto mengatakan pasar apartemen saat ini bergerak menuju kualitas yang lebih baik, dengan pengembang lebih fokus menciptakan nilai jangka panjang dibanding sekadar menambah pasokan.

"Alih-alih mempercepat peluncuran proyek baru, pengembang kini lebih memprioritaskan penjualan unit siap huni. Strategi ini membantu menjaga stabilitas pasar karena pasokan baru tetap terbatas, sementara insentif PPN DTP untuk unit yang telah selesai dibangun masih mendorong aktivitas transaksi," kata Ferry Salanto dalam laporan Colliers Indonesia.

Pembeli end-user semakin mendominasiColliers mencatat komposisi pembeli apartemen mulai mengalami perubahan. Kesenjangan antara investor dan pembeli yang membeli untuk dihuni sendiri (owner-occupier) semakin mengecil, terutama pada segmen apartemen menengah.

Bagi kelompok end-user, faktor keterjangkauan harga, unit yang siap ditempati, serta kemudahan memperoleh pembiayaan menjadi pertimbangan utama sebelum memutuskan membeli apartemen.

Di sisi lain, pengembang tetap menjaga stabilitas harga. Berbagai insentif seperti skema pembayaran yang fleksibel dan promosi penjualan dinilai lebih efektif dibanding melakukan pemotongan harga secara langsung.

Peluncuran proyek baru lebih berhati-hati

Menurut Ferry, strategi pengembang ke depan diperkirakan tetap mengedepankan penjualan inventori yang tersedia sebelum memperluas pasokan baru.
 
Peluncuran proyek baru dinilai perlu dilakukan secara lebih selektif dengan mempertimbangkan tingkat pra-penjualan (pre-sales) yang kuat dan adanya permintaan nyata dari pembeli akhir.

Langkah tersebut diyakini dapat menjaga keseimbangan antara pasokan dan permintaan sekaligus mengurangi risiko kelebihan stok di pasar apartemen Jakarta.

Unit studio masih menjadi favorit investor

Meski pembeli end-user semakin dominan, peluang investasi di sektor apartemen masih terbuka. Colliers menilai unit studio di lokasi strategis tetap menjadi produk dengan tingkat likuiditas paling tinggi.

Selain harga yang relatif lebih terjangkau, unit studio juga memiliki potensi penyewaan dan penjualan kembali yang lebih baik dibanding tipe yang lebih besar.

Di sisi lain, stabilitas harga apartemen yang dipadukan dengan insentif pemerintah seperti PPN Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) masih menjadi daya tarik bagi masyarakat yang ingin memiliki hunian pertama.

Fokus pada penciptaan nilaiColliers menilai pasar apartemen Jakarta kini tidak lagi berorientasi pada penambahan pasokan semata, tetapi mulai bergeser ke arah penciptaan nilai jangka panjang melalui pengelolaan inventori, kualitas produk, dan penyesuaian terhadap kebutuhan konsumen.

Ferry menambahkan pengembang yang mampu membaca perubahan preferensi pembeli sekaligus menjaga disiplin harga diperkirakan akan memiliki kinerja yang lebih baik pada fase pasar berikutnya.

"Pengembang yang mampu menyesuaikan produknya dengan perubahan preferensi pembeli, sekaligus menjaga disiplin harga, diperkirakan akan memiliki kinerja yang lebih baik pada fase pasar berikutnya," ujar Ferry.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(KIE)

MOST SEARCH