Berdasarkan laporan terbaru Colliers Indonesia, sekitar 50 persen dari hampir 300 unit apartemen yang terjual sepanjang kuartal pertama 2026 berasal dari kategori apartemen siap huni.
Tren tersebut mencerminkan pengaruh kebijakan PPN DTP sebesar 100 persen yang masih berlaku sepanjang tahun ini sehingga memberikan kepastian finansial lebih besar bagi calon pembeli.
Unit siap huni jadi pilihan utama
Head of Research Colliers Indonesia, Ferry Salanto, mengatakan permintaan pasar saat ini lebih banyak mengarah pada produk yang sudah siap ditempati dibanding proyek baru yang masih dalam tahap pembangunan.“Untuk sisa tahun 2026, apabila seluruh proyek selesai tepat waktu, maka akan merepresentasikan sekitar 70 persen dari total pasok selama periode tahun 2026–2029. Artinya, berdasarkan konstruksi saat ini, proyeksi pasok mendatang setelah tahun 2026 akan sangat terbatas,” ujar Ferry dalam laporan yang dikutip, Jumat, 5 Juni 2026.
Dari sisi pasok, sekitar 2.000 unit apartemen dijadwalkan selesai sepanjang 2026. Namun hingga kuartal pertama, realisasi penyelesaian proyek baru mencapai sekitar 10 persen.
Kondisi ini dinilai dapat mengindikasikan adanya potensi pergeseran jadwal penyelesaian sejumlah proyek hingga akhir tahun.
Jakarta Selatan masih dominasi pasar
Secara geografis, Jakarta Selatan masih menjadi kawasan paling aktif di pasar apartemen Jakarta. Wilayah ini diperkirakan menyumbang sekitar 60 persen dari total tambahan pasok apartemen sepanjang tahun 2026.Sementara itu, pengembang memilih strategi yang lebih konservatif dibanding periode sebelum pandemi. Alih-alih meluncurkan proyek baru secara agresif, mayoritas pengembang kini lebih fokus menjual stok unit yang masih tersedia.
Dari sisi harga, pasar apartemen Jakarta cenderung stabil meskipun terdapat sedikit kenaikan di beberapa kawasan tertentu.
Untuk menarik minat pembeli, pengembang kini lebih banyak menawarkan berbagai insentif tambahan, mulai dari potongan harga, unit fully furnished, hingga kemudahan pembiayaan kredit pemilikan rumah (KPR).
Colliers menilai tekanan harga masih berpotensi terjadi ke depan seiring meningkatnya biaya konstruksi akibat dinamika geopolitik global yang dapat memengaruhi pengembangan proyek baru.
Di tengah kondisi pasar yang semakin selektif, strategi penjualan berbasis insentif dan fokus pada unit siap huni diperkirakan masih akan menjadi pendekatan utama pengembang apartemen di Jakarta sepanjang tahun 2026.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News