NEWS
Kawasan Terpadu di Labuan Bajo Mulai Beroperasi, Hadirkan Fasilitas Ritel
Rizkie Fauzian
Selasa 20 Oktober 2026 / 14:59
- Mawatu mulai beroperasi di Labuan Bajo dengan menghadirkan puluhan tenant kuliner dan ritel serta ruang bersantai bagi masyarakat dan wisatawan.
- Layanan shuttle gratis Mawatu menghubungkan kawasan dengan sejumlah hotel dan titik strategis, termasuk Pelabuhan Marina dan Bandara Internasional Komodo.
- Pengembangan Mawatu turut membuka peluang usaha dan lapangan kerja bagi masyarakat lokal. Wakil Bupati Manggarai Barat menyebut proses seleksi tenaga kerja melibatkan hingga 500 peserta.
Jakarta: Kawasan Mawatu mulai beroperasi di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, dengan menghadirkan beragam tenant kuliner dan ritel serta layanan shuttle gratis. Kehadiran fasilitas tersebut menambah pilihan aktivitas bagi masyarakat dan wisatawan sekaligus mendukung mobilitas pengunjung di kawasan pariwisata itu.
Soft opening Mawatu digelar pada 16 Oktober 2026 dan dibuka oleh Wakil Bupati Manggarai Barat, dr. Yulianus Weng, M.Kes. Acara tersebut ditandai dengan prosesi adat, pertunjukan tari, dan sambutan yang dihadiri para pemangku kepentingan serta mitra pengembangan kawasan.
Pengoperasian Mawatu menjadi bagian dari upaya pengembang mewujudkan kawasan tersebut sebagai pusat kota baru di Labuan Bajo.
Di sektor ritel, pengunjung dapat menemukan sejumlah gerai, seperti Sensatia, Guardian, dan Wakai Go. Alfamart juga hadir untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Sementara itu, Street Bar menghadirkan tenant lokal dan nasional yang menawarkan suvenir, kerajinan, serta beragam makanan dan minuman. Area tersebut menjadi salah satu pilihan bagi pengunjung yang ingin bersantai sekaligus menjelajahi produk yang tersedia.
Beroperasinya tenant juga membuka peluang bagi pelaku usaha untuk mengembangkan bisnis di Labuan Bajo. Pengembangan kawasan ini turut diarahkan untuk memperluas kesempatan kerja bagi tenaga kerja lokal.
Wakil Bupati Manggarai Barat, dr. Yulianus Weng, M.Kes., mengatakan kehadiran Mawatu diharapkan dapat melengkapi perkembangan Labuan Bajo sebagai destinasi wisata sekaligus tempat masyarakat menjalankan aktivitas sehari-hari.
“Labuan Bajo terus berkembang, baik sebagai destinasi wisata maupun sebagai tempat masyarakat menjalani aktivitas sehari-hari. Kehadiran Mawatu diharapkan dapat melengkapi perkembangan tersebut, sekaligus membuka peluang ekonomi inklusif bagi para pelaku usaha dan tenaga kerja setempat untuk tumbuh bersama,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi keterlibatan tenaga kerja lokal dalam pengembangan kawasan tersebut. Menurut dia, proses seleksi tenaga kerja Mawatu melibatkan hingga 500 peserta.
Layanan ini menawarkan alternatif transportasi dari hotel menuju Mawatu maupun sebaliknya. Rute shuttle juga dirancang mencakup sejumlah titik strategis, termasuk Pelabuhan Marina dan Bandara Internasional Komodo.
Head of Business Unit Tourism Vasanta Group, Jonathan Budiman, mengatakan layanan tersebut dihadirkan untuk memudahkan masyarakat dan wisatawan mengakses kawasan Mawatu sekaligus menjelajahi Labuan Bajo.
“Kami ingin Mawatu menjadi bagian dari perjalanan masyarakat dan wisatawan saat menikmati Labuan Bajo. Beragam pilihan kuliner, belanja, dan ruang bersantai memberi pengunjung alasan untuk menghabiskan waktu di kawasan, sementara layanan shuttle diharapkan memudahkan akses dari hotel sekaligus membantu mereka menjelajahi sejumlah titik di kota ini,” kata Jonathan.
Dengan beroperasinya tenant kuliner dan ritel serta tersedianya layanan shuttle, Mawatu berupaya menambah pilihan aktivitas bagi masyarakat dan wisatawan di Labuan Bajo. Pengembangan kawasan ini juga mencakup berbagai aspek, mulai dari perhotelan, gaya hidup, kuliner, dan budaya hingga sektor maritim, alam, kreativitas, dan komunitas.
(KIE)
Soft opening Mawatu digelar pada 16 Oktober 2026 dan dibuka oleh Wakil Bupati Manggarai Barat, dr. Yulianus Weng, M.Kes. Acara tersebut ditandai dengan prosesi adat, pertunjukan tari, dan sambutan yang dihadiri para pemangku kepentingan serta mitra pengembangan kawasan.
Pengoperasian Mawatu menjadi bagian dari upaya pengembang mewujudkan kawasan tersebut sebagai pusat kota baru di Labuan Bajo.
Puluhan Tenant Kuliner dan Ritel Mulai Beroperasi
Sejumlah tenant kuliner telah beroperasi di Mawatu, di antaranya Alma dan La Cucina yang menawarkan hidangan Italia, Tandoor dengan sajian India, serta Charis Sei yang menghadirkan kuliner lokal.Di sektor ritel, pengunjung dapat menemukan sejumlah gerai, seperti Sensatia, Guardian, dan Wakai Go. Alfamart juga hadir untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Sementara itu, Street Bar menghadirkan tenant lokal dan nasional yang menawarkan suvenir, kerajinan, serta beragam makanan dan minuman. Area tersebut menjadi salah satu pilihan bagi pengunjung yang ingin bersantai sekaligus menjelajahi produk yang tersedia.
Beroperasinya tenant juga membuka peluang bagi pelaku usaha untuk mengembangkan bisnis di Labuan Bajo. Pengembangan kawasan ini turut diarahkan untuk memperluas kesempatan kerja bagi tenaga kerja lokal.
Wakil Bupati Manggarai Barat, dr. Yulianus Weng, M.Kes., mengatakan kehadiran Mawatu diharapkan dapat melengkapi perkembangan Labuan Bajo sebagai destinasi wisata sekaligus tempat masyarakat menjalankan aktivitas sehari-hari.
“Labuan Bajo terus berkembang, baik sebagai destinasi wisata maupun sebagai tempat masyarakat menjalani aktivitas sehari-hari. Kehadiran Mawatu diharapkan dapat melengkapi perkembangan tersebut, sekaligus membuka peluang ekonomi inklusif bagi para pelaku usaha dan tenaga kerja setempat untuk tumbuh bersama,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi keterlibatan tenaga kerja lokal dalam pengembangan kawasan tersebut. Menurut dia, proses seleksi tenaga kerja Mawatu melibatkan hingga 500 peserta.
Mawatu Hadirkan Shuttle Gratis ke Sejumlah Titik
Untuk mendukung mobilitas pengunjung, Mawatu menyediakan layanan shuttle gratis yang menghubungkan kawasan tersebut dengan sejumlah hotel utama di Labuan Bajo.Layanan ini menawarkan alternatif transportasi dari hotel menuju Mawatu maupun sebaliknya. Rute shuttle juga dirancang mencakup sejumlah titik strategis, termasuk Pelabuhan Marina dan Bandara Internasional Komodo.
Head of Business Unit Tourism Vasanta Group, Jonathan Budiman, mengatakan layanan tersebut dihadirkan untuk memudahkan masyarakat dan wisatawan mengakses kawasan Mawatu sekaligus menjelajahi Labuan Bajo.
“Kami ingin Mawatu menjadi bagian dari perjalanan masyarakat dan wisatawan saat menikmati Labuan Bajo. Beragam pilihan kuliner, belanja, dan ruang bersantai memberi pengunjung alasan untuk menghabiskan waktu di kawasan, sementara layanan shuttle diharapkan memudahkan akses dari hotel sekaligus membantu mereka menjelajahi sejumlah titik di kota ini,” kata Jonathan.
Dengan beroperasinya tenant kuliner dan ritel serta tersedianya layanan shuttle, Mawatu berupaya menambah pilihan aktivitas bagi masyarakat dan wisatawan di Labuan Bajo. Pengembangan kawasan ini juga mencakup berbagai aspek, mulai dari perhotelan, gaya hidup, kuliner, dan budaya hingga sektor maritim, alam, kreativitas, dan komunitas.
(KIE)