Jakarta: Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bersama pengembang swasta melakukan uji publik pembangunan Transit Oriented Development (TOD) di Poris Plawad, Tangerang.
Uji publik tersebut dilakukan untuk memperoleh tanggapan, saran, dan masukan mengenai manfaat dan dampak dari adanya kegiatan kerja sama antara pemerintah dan badan usaha (KPBU) terhadap kepentingan masyarakat, sekaligus sebagai penjajakan minat pasar.
"Tolong bantu kami untuk membuat pemukiman yang ramah lingkungan, sehingga pengguna kendaraan pribadi pindah ke angkutan massal," ujar Kepala BPTJ Bambang Prihartono, di Butik Kuring SCBD, Jakarta, Jumat, 23 Maret 2018.
Baca: Tangerang Luncurkan BRT Rute Poris Plawad-Jatiuwung
Ia menambahkan proyek tersebut dapat meningkatkan kebutuhan transportasi Jabodetabek, lantaran telah terintergrasi dengan delapan tranportasi massal seperti angkutan kota (angkot), bus yang menghubungkan antar kota dalam provinsi (AKDP), antar kota antar provinsi (AKAP), bus TransJakarta, Trans-Tangerang, KRL Jabodetabek, kereta Bandara, dan LRT.
Dia menambahkan proyek dengan lahan 1,972 hektare (ha) itu akan menjadi salah satu kawasan transit utama di kawasan Jabodetabek dan juga didukung dengan keterhubungan kawasan sekitar.
"TOD di Poris Plawad nantinya akan ada kawasan transit yang terpadu," tambah dia.
(AHL)
Uji publik tersebut dilakukan untuk memperoleh tanggapan, saran, dan masukan mengenai manfaat dan dampak dari adanya kegiatan kerja sama antara pemerintah dan badan usaha (KPBU) terhadap kepentingan masyarakat, sekaligus sebagai penjajakan minat pasar.
"Tolong bantu kami untuk membuat pemukiman yang ramah lingkungan, sehingga pengguna kendaraan pribadi pindah ke angkutan massal," ujar Kepala BPTJ Bambang Prihartono, di Butik Kuring SCBD, Jakarta, Jumat, 23 Maret 2018.
Baca: Tangerang Luncurkan BRT Rute Poris Plawad-Jatiuwung
Ia menambahkan proyek tersebut dapat meningkatkan kebutuhan transportasi Jabodetabek, lantaran telah terintergrasi dengan delapan tranportasi massal seperti angkutan kota (angkot), bus yang menghubungkan antar kota dalam provinsi (AKDP), antar kota antar provinsi (AKAP), bus TransJakarta, Trans-Tangerang, KRL Jabodetabek, kereta Bandara, dan LRT.
Dia menambahkan proyek dengan lahan 1,972 hektare (ha) itu akan menjadi salah satu kawasan transit utama di kawasan Jabodetabek dan juga didukung dengan keterhubungan kawasan sekitar.
"TOD di Poris Plawad nantinya akan ada kawasan transit yang terpadu," tambah dia.
(AHL)