NEWS
Listing Rumah Seken Turun 13,6%, Tangerang dan Jaksel Paling Dicari
Rizkie Fauzian
Selasa 20 Oktober 2026 / 11:12
- Volume listing rumah seken pada September 2026 naik 0,5 persen dibandingkan Agustus, tetapi masih turun 13,6 persen secara tahunan.
- Tangerang dan Jakarta Selatan menjadi lokasi dengan proporsi pencarian rumah sekunder tertinggi, masing-masing sebesar 13,2 persen.
- Proporsi pencarian rumah di Jakarta Pusat naik 1,3 poin persentase dan Jakarta Utara meningkat 1 poin persentase dibandingkan September 2025.
Jakarta: Jumlah listing rumah sekunder di Indonesia masih lebih rendah dibandingkan tahun lalu, meski menunjukkan kenaikan secara bulanan. Pada September 2026, volume listing rumah seken naik 0,5 persen dibandingkan Agustus, tetapi masih turun 13,6 persen secara tahunan.
Berdasarkan Flash Report Oktober 2026 by Rumah123, kontraksi suplai tahunan tersebut membaik dibandingkan Juli 2026 yang tercatat sebesar 16,4 persen. Meski menunjukkan perbaikan, jumlah rumah sekunder yang dipasarkan masih lebih rendah dibandingkan periode yang sama pada 2025.
Di sisi lain, data popularitas pencarian memperlihatkan Tangerang dan Jakarta Selatan menjadi lokasi yang paling banyak dicari. Kedua wilayah tersebut masing-masing mencatat proporsi pencarian sebesar 13,2 persen.
Jakarta Barat menempati posisi berikutnya dengan proporsi 10,6 persen. Data ini menunjukkan Tangerang dan sejumlah kawasan di Jakarta masih menjadi perhatian pencari rumah sekunder.
Namun, perubahan proporsi pencarian dibandingkan September 2025 memperlihatkan dinamika antarlokasi. Jakarta Pusat mencatat kenaikan proporsi pencarian terbesar sebesar 1,3 poin persentase, disusul Jakarta Utara yang naik 1 poin persentase.
Sebaliknya, proporsi pencarian Jakarta Timur dan Tangerang masing-masing turun 0,9 poin persentase. Jakarta Barat juga mengalami penurunan sebesar 0,6 poin persentase.
Perubahan tersebut menunjukkan bahwa popularitas lokasi pencarian tidak selalu bergerak searah. Tangerang tetap menjadi salah satu kawasan yang paling banyak dicari, meski proporsinya menurun dibandingkan tahun sebelumnya.
“Data harga, suplai, dan popularitas pencarian memberi gambaran dari sisi pasar yang berbeda. Secara nasional, pertumbuhan harga rumah sekunder masih tertahan dibandingkan inflasi, tetapi sejumlah kota tetap mencatat kenaikan. Di sisi lain, minat pencarian juga menunjukkan perubahan antarlokasi. Karena itu, membaca tren per kota membantu masyarakat dan pelaku industri memahami dinamika pasar dengan lebih utuh,” ujar Head of Research Rumah123 Marisa Jaya.
Data listing dan popularitas pencarian dapat memberikan perspektif berbeda dalam membaca pasar rumah sekunder. Jumlah listing menggambarkan rumah yang dipasarkan melalui platform yang dipantau, sedangkan proporsi pencarian menunjukkan sebaran minat pengguna berdasarkan lokasi.
Flash Report Oktober 2026 by Rumah123 menyajikan pemantauan suplai rumah sekunder dan popularitas lokasi pencarian selama September 2026. Data tersebut dapat menjadi salah satu referensi untuk memahami perubahan kondisi pasar properti di berbagai wilayah.
(KIE)
Berdasarkan Flash Report Oktober 2026 by Rumah123, kontraksi suplai tahunan tersebut membaik dibandingkan Juli 2026 yang tercatat sebesar 16,4 persen. Meski menunjukkan perbaikan, jumlah rumah sekunder yang dipasarkan masih lebih rendah dibandingkan periode yang sama pada 2025.
Di sisi lain, data popularitas pencarian memperlihatkan Tangerang dan Jakarta Selatan menjadi lokasi yang paling banyak dicari. Kedua wilayah tersebut masing-masing mencatat proporsi pencarian sebesar 13,2 persen.
Jakarta Barat menempati posisi berikutnya dengan proporsi 10,6 persen. Data ini menunjukkan Tangerang dan sejumlah kawasan di Jakarta masih menjadi perhatian pencari rumah sekunder.
Namun, perubahan proporsi pencarian dibandingkan September 2025 memperlihatkan dinamika antarlokasi. Jakarta Pusat mencatat kenaikan proporsi pencarian terbesar sebesar 1,3 poin persentase, disusul Jakarta Utara yang naik 1 poin persentase.
Sebaliknya, proporsi pencarian Jakarta Timur dan Tangerang masing-masing turun 0,9 poin persentase. Jakarta Barat juga mengalami penurunan sebesar 0,6 poin persentase.
Perubahan tersebut menunjukkan bahwa popularitas lokasi pencarian tidak selalu bergerak searah. Tangerang tetap menjadi salah satu kawasan yang paling banyak dicari, meski proporsinya menurun dibandingkan tahun sebelumnya.
“Data harga, suplai, dan popularitas pencarian memberi gambaran dari sisi pasar yang berbeda. Secara nasional, pertumbuhan harga rumah sekunder masih tertahan dibandingkan inflasi, tetapi sejumlah kota tetap mencatat kenaikan. Di sisi lain, minat pencarian juga menunjukkan perubahan antarlokasi. Karena itu, membaca tren per kota membantu masyarakat dan pelaku industri memahami dinamika pasar dengan lebih utuh,” ujar Head of Research Rumah123 Marisa Jaya.
Data listing dan popularitas pencarian dapat memberikan perspektif berbeda dalam membaca pasar rumah sekunder. Jumlah listing menggambarkan rumah yang dipasarkan melalui platform yang dipantau, sedangkan proporsi pencarian menunjukkan sebaran minat pengguna berdasarkan lokasi.
Flash Report Oktober 2026 by Rumah123 menyajikan pemantauan suplai rumah sekunder dan popularitas lokasi pencarian selama September 2026. Data tersebut dapat menjadi salah satu referensi untuk memahami perubahan kondisi pasar properti di berbagai wilayah.
(KIE)