NEWS

Harga Rumah di 10 Kota Naik, Makassar Tertinggi 10,2%

Rizkie Fauzian
Senin 19 Oktober 2026 / 16:33
Ringkasnya gini..
  • Harga rumah sekunder di Indonesia naik 0,4 persen secara tahunan pada September 2026, jauh di bawah inflasi yang mencapai 3,3 persen.
  • Meski pertumbuhan harga rumah seken secara nasional tertahan, 10 dari 13 kota masih mencatat kenaikan tahunan.
  • Pertumbuhan harga rumah seken secara nasional masih berada di bawah inflasi selama 18 bulan berturut-turut sejak April 2025
Jakarta: Harga rumah sekunder di Indonesia tumbuh lebih lambat daripada inflasi pada September 2026. Flash Report Oktober 2026 by Rumah123 mencatat Resale Price Index (RPI) naik 0,4 persen secara tahunan, sedangkan inflasi mencapai 3,3 persen .

Selisih pertumbuhan harga rumah seken dan inflasi mencapai 2,9 poin persentase. Angka ini melebar dibandingkan Juli 2026, ketika selisih keduanya tercatat 1,9 poin persentase.

Pertumbuhan tahunan RPI melambat dari 0,9 persen pada Juli menjadi 0,4 persen pada September. Sebaliknya, inflasi meningkat dari 2,9 persen menjadi 3,3 persen . Pertumbuhan tahunan RPI juga berada di bawah inflasi selama 18 bulan berturut-turut sejak April 2025.

Meski demikian, perlambatan secara nasional tidak berarti harga rumah sekunder turun di seluruh wilayah. Sebanyak 10 dari 13 kota yang dipantau masih mencatat kenaikan harga secara tahunan pada September 2026.
 

Makassar mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 10,2 persen . Angka ini disusul Denpasar sebesar 3,5 persen dan Surakarta sebesar 3,3 persen .

Sementara itu, Yogyakarta mencatat pertumbuhan harga datar atau 0 persen . Harga rumah sekunder di Tangerang turun 0,1 persen , sedangkan Semarang terkoreksi 0,5 persen .

“Sepanjang kuartal ketiga, jarak antara pertumbuhan harga rumah seken dan inflasi terus melebar. Artinya, secara riil harga rumah seken cenderung tertahan. Tetapi pergerakan di tiap kota sangat berbeda: Makassar tumbuh dua digit, sementara Semarang dan Tangerang terkoreksi tipis. Karena itu, angka nasional perlu dibaca bersama data per kota,” ujar Head of Research Rumah123 Marisa Jaya dalam keterangan, dikutip Senin, 19 Oktober 2026.

Perbedaan pertumbuhan antarkota tersebut menunjukkan bahwa kondisi pasar rumah sekunder tidak seragam. Ketika pertumbuhan harga secara nasional relatif rendah, sejumlah kota masih mencatat kenaikan yang lebih tinggi.

Flash Report Oktober 2026 by Rumah123 memuat pemantauan harga rumah sekunder selama September 2026. Data tersebut memberikan gambaran mengenai perkembangan harga dan perbedaan kondisi pasar properti di sejumlah kota.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(KIE)

MOST SEARCH