Memiliki rumah dengan skema KPR merupakan komitmen jangka panjang untuk memenuhi kebutuhan primer berupa tempat tinggal. Memulai KPR tidak hanya fokus pada besaran uang muka, namun termasuk akad kredit dan cicilan hingga rumah lunas.
Home Living Creator, Gupita, mengungkapkan bahwa pembelian hunian pertama adalah tentang konsistensi, strategi, dan pertimbangan yang matang, bukan hanya tentang memiliki tempat tinggal.
Menurut Gupita, terdapat beberapa hal yang dapat memandu calon pembeli agar lebih siap dalam menemukan hunian idaman:
Strategi dan tips KPR hingga lunas
1. Kenali kebutuhan
Kebutuhan setiap keluarga berbeda-beda, mengenali kebutuhan merupakan pondasi awal untuk menata sebuah hunian impian. Misalnya, keluarga dengan seorang anak akan membutuhkan ruang lebih kecil daripada keluarga besar yang membutuhkan ruang gerak lebih banyak.2. Proses pencarian rumah
Rumah bukan hanya tempat tinggal sementara, namun menjadi tempat yang akan ditinggali dalam jangka waktu panjang. Disarankan untuk mengunjungi lokasi secara langsung agar mengetahui kondisi asli hunian. Periksa lingkungan, fasilitas umum, akses transportasi, keadaan.3. Alasan pemilihan rumah seken
Pembelian rumah seken memungkinkan pemilik hunian menata kembali rumah berdasarkan selera. Rumah seken terkadang menawarkan area yang lebih luas dengan harga yang lebih murah dibandingkan dengan rumah baru yang lebih kecil.4. Persiapan KPR
Sebelum melakukan KPR, bandingkan bunga bank terlebih dahulu. Bunga bank memiliki jenis yang berbeda, seperti buka fixed, floating, promo, dan syarat administrasi. Pastikan untuk menyiapkan dokumen yang tepat, diantaranya KTP, NPWP, dan dokumen pendukung lain yang dibutuhkan.Proses KPR biasanya berlangsung dalam jangka waktu sebulan, pastikan untuk melakukan simulasi KPR dan cermat memilih bank yang sesuai.
5. Cek legalitas
Sebelum melakukan pembelian, pastikan surat rumah yang akan dibeli lengkap seperti SHM, IMB, dan legalitas lainnya. Lakukan background checking pada pemilik sebelumnya atau pada lingkungan yang sudah tinggal sebelumnya.6. Perjalanan melunasi KPR
Cicilan akan terasa lebih ringan dengan bunga fixed, namun ada kalanya masuk fase floating. Hal ini memungkinkan para pemilik properti untuk merasa keberatan, namun Gupita menyarankan untuk melanjutkan cicilan daripada takeover karena akan mengulang dan memakan waktu lebih lama.Dalam posisi ini, Gupita melakukan percepatan pelunasan tiap tahun sehingga angsuran makin turun dan tenor cicilan yang mulanya 15 tahun menjadi 6 tahun.
Bagi pejuang KPR, Gupita menekankan bahwa cicilan KPR merupakan investasi ilmu bagi diri sendiri, juga bermanfaat bagi keluarga karena termasuk pada investasi jangka panjang. (Syarifah Komalasari)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News