Dalam praktiknya, KPR ditawarkan dengan beberapa sistem suku bunga, yang paling umum adalah bunga fixed dan bunga floating. Kedua skema ini memiliki karakteristik berbeda yang dapat memengaruhi besaran cicilan serta perencanaan keuangan jangka panjang.
Bunga fixed merupakan suku bunga yang nilainya tetap dalam periode tertentu, umumnya pada 1 hingga 5 tahun pertama masa kredit. Selama periode ini, cicilan bulanan tidak berubah sehingga memberikan kepastian dalam pengeluaran.
Sementara itu, bunga floating adalah suku bunga yang mengikuti kondisi pasar, termasuk acuan seperti BI Rate. Dengan sistem ini, cicilan bisa berubah—baik naik maupun turun—tergantung pergerakan suku bunga.
Agar tidak salah memilih, penting bagi calon debitur memahami perbedaan dan menyesuaikannya dengan kondisi finansial masing-masing yang dikutip dari laman OCBC NISP.
Perbandingan KPR Fixed vs Floating

Pemilihan skema KPR sebaiknya disesuaikan dengan kondisi keuangan. Foto: Freepik
1. Stabilitas cicilan
Bunga fixed menawarkan cicilan yang stabil dan tidak berubah selama periode tertentu. Sebaliknya, bunga floating membuat cicilan bersifat fluktuatif mengikuti kondisi pasar.2. Kepastian perencanaan keuangan
Dengan bunga fixed, perencanaan keuangan menjadi lebih mudah karena jumlah cicilan sudah pasti. Sementara floating membutuhkan kesiapan menghadapi perubahan cicilan setiap waktu.3. Potensi penghematan
Pada bunga floating, terdapat peluang cicilan lebih rendah ketika suku bunga pasar turun. Namun, risiko kenaikan cicilan juga harus diperhitungkan jika suku bunga naik.4. Risiko finansial
Bunga fixed relatif minim risiko dalam jangka pendek karena stabil. Sebaliknya, floating memiliki risiko lebih tinggi karena ketidakpastian suku bunga.Panduan memilih KPR sesuai kebutuhan

Pemilihan skema KPR sebaiknya disesuaikan dengan kondisi keuangan. Foto: Freepik
1. Pendapatan tetap
Bagi yang memiliki penghasilan tetap, bunga fixed lebih aman karena cicilan tidak berubah dan memudahkan pengaturan keuangan bulanan.2. Pendapatan fleksibel
Jika penghasilan tidak tetap atau cenderung fluktuatif, bunga floating bisa menjadi pilihan karena ada peluang cicilan lebih ringan saat bunga turun.3. Fokus jangka pendek–menengah
Untuk kebutuhan 1–5 tahun pertama, bunga fixed membantu menjaga stabilitas keuangan, terutama saat banyak pengeluaran awal seperti renovasi atau pembelian furnitur.4. Siap hadapi risiko
Jika memiliki cadangan dana dan siap menghadapi kenaikan cicilan, bunga floating bisa memberikan keuntungan saat suku bunga pasar menurun.Baik bunga fixed maupun floating memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Pemilihan skema KPR sebaiknya disesuaikan dengan kondisi keuangan, profil risiko, serta rencana jangka panjang agar cicilan tetap aman dan terkelola.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News