NEWS
Penyaluran KPR FLPP Capai 148.508 Unit hingga September 2026
Rizkie Fauzian
Rabu 16 September 2026 / 15:07
- BP Tapera mencatat penyaluran KPR Sejahtera FLPP mencapai 148.508 unit dengan nilai Rp18,47 triliun per 11 September 2026.
- Capaian tersebut menjadi bagian dari target penyaluran FLPP 2026 sebanyak 350.000 unit rumah.
- KPR FLPP menawarkan bunga tetap 5 persen dan uang muka mulai 1 persen bagi masyarakat yang memenuhi persyaratan.Select 75 more words to run Humanizer.
Jakarta: Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) mencatat realisasi penyaluran KPR Sejahtera Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) mencapai 148.508 unit rumah per 11 September 2026. Nilai pembiayaan yang telah disalurkan mencapai Rp18,47 triliun.
Capaian tersebut merupakan bagian dari target penyaluran FLPP 2026 sebanyak 350.000 unit rumah. Data tersebut disampaikan Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho dalam kegiatan sosialisasi program pembiayaan perumahan yang berlangsung di Menara BTN, Jakarta Pusat, pada 11 September 2026.
Heru mengatakan BP Tapera terus memperkuat edukasi dan akses masyarakat terhadap pembiayaan perumahan, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Menurutnya, penyaluran FLPP membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, bank penyalur, pengembang, dan masyarakat penerima manfaat.
“BP Tapera terus memperkuat kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan agar penyaluran KPR Sejahtera FLPP semakin tepat sasaran dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Sinergi antara pemerintah, perbankan, pengembang, dan seluruh ekosistem perumahan menjadi kunci dalam mempercepat penyediaan rumah layak dan terjangkau bagi masyarakat,” ujar Heru dikutip dari laman resmi BP Tapera, Rabu, 16 September 2026.
Heru mengatakan BP Tapera juga terus berkoordinasi dengan bank penyalur dan pengembang untuk mengoptimalkan penyaluran pembiayaan serta memastikan rumah yang disediakan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
“Kami terus mendorong agar program FLPP ini dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat yang memang membutuhkan rumah pertama. Tidak hanya dari sisi jumlah penyaluran, tetapi juga memastikan rumah yang disediakan layak huni, tepat sasaran, dan memberikan manfaat jangka panjang bagi penerima manfaat,” jelas Heru.
Sebelumnya, BP Tapera menyampaikan bahwa perpanjangan tenor hingga 40 tahun masih menjadi bagian dari penyesuaian skema pembiayaan FLPP. Dalam perkembangannya, BP Tapera menyebut pilihan tenor tersebut ditujukan untuk memberikan fleksibilitas kepada masyarakat dalam menyesuaikan cicilan dengan kemampuan finansial.
Dalam sesi edukasi, Deputi Komisioner Bidang Pemanfaatan Dana BP Tapera Sid Herdy Kusuma menjelaskan sejumlah manfaat KPR Sejahtera FLPP. Program tersebut mencakup suku bunga tetap 5 persen hingga lunas dan uang muka mulai 1 persen. BP Tapera juga mencantumkan pembebasan PPN sebagai salah satu kemudahan dalam skema FLPP.
Sementara itu, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengatakan penyediaan rumah membutuhkan kolaborasi pemerintah, BUMN, pengembang, dan sektor swasta.
“Persoalan perumahan tidak bisa diselesaikan sendiri oleh pemerintah. Harus ada kolaborasi nyata dari seluruh pihak agar masyarakat mendapatkan akses terhadap hunian yang layak,” ujar Maruarar.
Melalui kegiatan sosialisasi tersebut, BP Tapera mendorong peningkatan pemahaman masyarakat mengenai KPR Sejahtera FLPP. Program ini ditujukan untuk memperluas akses pembiayaan rumah bagi MBR yang memenuhi persyaratan.
(KIE)
Capaian tersebut merupakan bagian dari target penyaluran FLPP 2026 sebanyak 350.000 unit rumah. Data tersebut disampaikan Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho dalam kegiatan sosialisasi program pembiayaan perumahan yang berlangsung di Menara BTN, Jakarta Pusat, pada 11 September 2026.
Heru mengatakan BP Tapera terus memperkuat edukasi dan akses masyarakat terhadap pembiayaan perumahan, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Menurutnya, penyaluran FLPP membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, bank penyalur, pengembang, dan masyarakat penerima manfaat.
“BP Tapera terus memperkuat kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan agar penyaluran KPR Sejahtera FLPP semakin tepat sasaran dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Sinergi antara pemerintah, perbankan, pengembang, dan seluruh ekosistem perumahan menjadi kunci dalam mempercepat penyediaan rumah layak dan terjangkau bagi masyarakat,” ujar Heru dikutip dari laman resmi BP Tapera, Rabu, 16 September 2026.
Heru mengatakan BP Tapera juga terus berkoordinasi dengan bank penyalur dan pengembang untuk mengoptimalkan penyaluran pembiayaan serta memastikan rumah yang disediakan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
“Kami terus mendorong agar program FLPP ini dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat yang memang membutuhkan rumah pertama. Tidak hanya dari sisi jumlah penyaluran, tetapi juga memastikan rumah yang disediakan layak huni, tepat sasaran, dan memberikan manfaat jangka panjang bagi penerima manfaat,” jelas Heru.
Tenor KPR FLPP hingga 40 Tahun
Pemerintah juga mendorong sejumlah kemudahan dalam pembiayaan rumah pertama. Salah satunya melalui kebijakan perpanjangan tenor KPR Sejahtera FLPP hingga maksimal 40 tahun.Sebelumnya, BP Tapera menyampaikan bahwa perpanjangan tenor hingga 40 tahun masih menjadi bagian dari penyesuaian skema pembiayaan FLPP. Dalam perkembangannya, BP Tapera menyebut pilihan tenor tersebut ditujukan untuk memberikan fleksibilitas kepada masyarakat dalam menyesuaikan cicilan dengan kemampuan finansial.
Dalam sesi edukasi, Deputi Komisioner Bidang Pemanfaatan Dana BP Tapera Sid Herdy Kusuma menjelaskan sejumlah manfaat KPR Sejahtera FLPP. Program tersebut mencakup suku bunga tetap 5 persen hingga lunas dan uang muka mulai 1 persen. BP Tapera juga mencantumkan pembebasan PPN sebagai salah satu kemudahan dalam skema FLPP.
Sementara itu, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengatakan penyediaan rumah membutuhkan kolaborasi pemerintah, BUMN, pengembang, dan sektor swasta.
“Persoalan perumahan tidak bisa diselesaikan sendiri oleh pemerintah. Harus ada kolaborasi nyata dari seluruh pihak agar masyarakat mendapatkan akses terhadap hunian yang layak,” ujar Maruarar.
Melalui kegiatan sosialisasi tersebut, BP Tapera mendorong peningkatan pemahaman masyarakat mengenai KPR Sejahtera FLPP. Program ini ditujukan untuk memperluas akses pembiayaan rumah bagi MBR yang memenuhi persyaratan.
(KIE)