NEWS
BP Tapera Salurkan 121.363 KPR FLPP hingga Juli 2026, Buruh Mendominasi
Rizkie Fauzian
Senin 03 Agustus 2026 / 11:12
- BP Tapera mencatat realisasi penyaluran KPR subsidi melalui skema FLPP telah mencapai 121.363 unit hingga 31 Juli 2026.
- Pekerja sektor buruh dan karyawan swasta menjadi kelompok penerima manfaat KPR FLPP terbesar dengan 76.715 unit.
- Salah satu opsi yang dikaji adalah pemanfaatan lahan kawasan industri untuk membangun hunian vertikal subsidi bekerja sama dengan pengembang.
Jakarta: Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) mencatat realisasi penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) telah mencapai 121.363 unit hingga 31 Juli 2026.
Deputi Komisioner Bidang Pemanfaatan Dana BP Tapera, Sid Herdi Kusuma, mengatakan angka tersebut masih berpotensi bertambah karena puluhan ribu permohonan KPR subsidi saat ini masih berada dalam proses hingga tahap akad kredit.
"Per 31 Juli 2026 pukul 14.00 WIB, realisasi KPR subsidi sudah mencapai 121.363 unit. Selain itu, terdapat 40.647 aplikasi yang masih dalam proses hingga akad. Jika digabungkan antara realisasi dan permintaan yang sedang diproses, jumlahnya mencapai 162.010 unit," kata Sid dikutip dari Antara, Senin, 3 Agustus 2026.
Selain tingginya permintaan, BP Tapera juga mencatat ketersediaan pasokan rumah subsidi yang siap dipasarkan masih mencapai 21.077 unit.
Sementara itu, Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho menilai prospek pembangunan rumah subsidi di kawasan industri masih sangat besar. Menurutnya, mayoritas penerima manfaat program FLPP berasal dari kalangan buruh dan pekerja swasta sehingga kebutuhan hunian di sekitar kawasan industri akan terus meningkat.
Heru mengatakan BP Tapera telah berdiskusi dengan Pemerintah Kabupaten Batang mengenai peluang pemanfaatan lahan di kawasan industri untuk pembangunan hunian vertikal subsidi bekerja sama dengan pengembang.
"Misalnya kawasan industri memiliki lahan, apakah bisa dikerjasamakan dengan developer untuk membangun hunian vertikal subsidi. Prospeknya sangat bagus," ujar Heru.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(KIE)
Deputi Komisioner Bidang Pemanfaatan Dana BP Tapera, Sid Herdi Kusuma, mengatakan angka tersebut masih berpotensi bertambah karena puluhan ribu permohonan KPR subsidi saat ini masih berada dalam proses hingga tahap akad kredit.
"Per 31 Juli 2026 pukul 14.00 WIB, realisasi KPR subsidi sudah mencapai 121.363 unit. Selain itu, terdapat 40.647 aplikasi yang masih dalam proses hingga akad. Jika digabungkan antara realisasi dan permintaan yang sedang diproses, jumlahnya mencapai 162.010 unit," kata Sid dikutip dari Antara, Senin, 3 Agustus 2026.
Selain tingginya permintaan, BP Tapera juga mencatat ketersediaan pasokan rumah subsidi yang siap dipasarkan masih mencapai 21.077 unit.
Buruh paling banyak menyerap KPR FLPP
Berdasarkan profesi penerima manfaat, pekerja sektor buruh dan karyawan swasta menjadi kelompok yang paling banyak memanfaatkan KPR FLPP dengan total 76.715 unit atau sekitar 63 persen dari total realisasi. Posisi berikutnya ditempati kelompok wirausaha dengan 21.192 unit.Sementara itu, Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho menilai prospek pembangunan rumah subsidi di kawasan industri masih sangat besar. Menurutnya, mayoritas penerima manfaat program FLPP berasal dari kalangan buruh dan pekerja swasta sehingga kebutuhan hunian di sekitar kawasan industri akan terus meningkat.
Heru mengatakan BP Tapera telah berdiskusi dengan Pemerintah Kabupaten Batang mengenai peluang pemanfaatan lahan di kawasan industri untuk pembangunan hunian vertikal subsidi bekerja sama dengan pengembang.
"Misalnya kawasan industri memiliki lahan, apakah bisa dikerjasamakan dengan developer untuk membangun hunian vertikal subsidi. Prospeknya sangat bagus," ujar Heru.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(KIE)