NEWS
Pekerja Swasta Diprediksi Jadi Peminat Terbesar Rumah Subsidi
Rizkie Fauzian
Jumat 07 Agustus 2026 / 09:59
- BP Tapera memprediksi pekerja swasta tetap menjadi peminat terbesar rumah subsidi pada semester II 2026.
- Generasi muda, keluarga muda, pekerja informal, dan masyarakat di kawasan penyangga kota besar berpotensi meningkatkan permintaan rumah subsidi.
- Tenor pembiayaan hingga 40 tahun dinilai dapat meningkatkan kemampuan membeli rumah bagi kelompok usia muda.
Jakarta: Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) memprediksi pekerja swasta tetap menjadi kelompok dengan peminat terbesar terhadap rumah subsidi pada semester II 2026.
"Kami memperkirakan peminat terbesar tetap berasal dari kelompok pekerja swasta, yang selama ini mendominasi penerima manfaat Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP)," ujar Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho dikutip dari Antara, Jumat, 7 Agustus 2026.
Berdasarkan realisasi penyaluran FLPP pada 2026, Heru mengatakan sekitar 63,11 persen penerima berasal dari pekerja swasta. Kemudian, sekitar 17,49 persen berasal dari kelompok wiraswasta, 8,26 persen PNS, serta 1,52 persen TNI dan Polri.
Selain pekerja swasta, BP Tapera melihat potensi peningkatan minat terhadap rumah subsidi dari generasi muda dan keluarga muda yang baru membentuk rumah tangga.
Potensi permintaan juga berasal dari pekerja sektor informal dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang semakin terjangkau melalui berbagai penyempurnaan kebijakan pembiayaan perumahan.
Masyarakat yang tinggal di kawasan penyangga kota besar juga dinilai berpotensi menjadi kelompok peminat rumah subsidi. Mereka membutuhkan hunian dengan harga terjangkau, tetapi tetap memiliki akses ke pusat-pusat ekonomi.
"Dengan adanya tenor hingga 40 tahun, kemampuan beli kelompok usia muda juga diperkirakan meningkat," ujar Heru.
Heru mengatakan berdasarkan realisasi penyaluran FLPP pada 2025 sebanyak 278.868 unit, sekitar 62 persen di antaranya diakses oleh Gen Z dan milenial berusia 19 hingga 30 tahun.
Menurut Heru, tingginya akses generasi muda terhadap rumah subsidi tersebut menjadi optimisme bahwa minat untuk memiliki rumah sebagai investasi jangka panjang dan persiapan masa depan masih cukup tinggi.
Hal tersebut juga menunjukkan adanya peluang untuk memperluas akses kepemilikan rumah bagi generasi muda melalui skema pembiayaan yang sesuai dengan kemampuan mereka.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(KIE)
"Kami memperkirakan peminat terbesar tetap berasal dari kelompok pekerja swasta, yang selama ini mendominasi penerima manfaat Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP)," ujar Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho dikutip dari Antara, Jumat, 7 Agustus 2026.
Berdasarkan realisasi penyaluran FLPP pada 2026, Heru mengatakan sekitar 63,11 persen penerima berasal dari pekerja swasta. Kemudian, sekitar 17,49 persen berasal dari kelompok wiraswasta, 8,26 persen PNS, serta 1,52 persen TNI dan Polri.
Selain pekerja swasta, BP Tapera melihat potensi peningkatan minat terhadap rumah subsidi dari generasi muda dan keluarga muda yang baru membentuk rumah tangga.
Potensi permintaan juga berasal dari pekerja sektor informal dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang semakin terjangkau melalui berbagai penyempurnaan kebijakan pembiayaan perumahan.
Masyarakat yang tinggal di kawasan penyangga kota besar juga dinilai berpotensi menjadi kelompok peminat rumah subsidi. Mereka membutuhkan hunian dengan harga terjangkau, tetapi tetap memiliki akses ke pusat-pusat ekonomi.
"Dengan adanya tenor hingga 40 tahun, kemampuan beli kelompok usia muda juga diperkirakan meningkat," ujar Heru.
Gen Z dan Milenial dominasi akses rumah subsidi
Sebelumnya, BP Tapera menyebut rumah subsidi melalui FLPP diminati oleh generasi milenial dan Gen Z.Heru mengatakan berdasarkan realisasi penyaluran FLPP pada 2025 sebanyak 278.868 unit, sekitar 62 persen di antaranya diakses oleh Gen Z dan milenial berusia 19 hingga 30 tahun.
Menurut Heru, tingginya akses generasi muda terhadap rumah subsidi tersebut menjadi optimisme bahwa minat untuk memiliki rumah sebagai investasi jangka panjang dan persiapan masa depan masih cukup tinggi.
Hal tersebut juga menunjukkan adanya peluang untuk memperluas akses kepemilikan rumah bagi generasi muda melalui skema pembiayaan yang sesuai dengan kemampuan mereka.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(KIE)