Kenapa Momen Cringe 5 Tahun Lalu Masih Bikin Salting Sendiri
- Memori tentang pengalaman pribadi bisa muncul spontan tanpa sengaja dipanggil.
- Saat memori memalukan muncul, respons emosional seperti rasa malu bisa ikut terasa kembali.
- Cara kita memahami pengalaman lama dapat berubah ketika memori tersebut diingat kembali.
Jakarta: Lagi santai, tiba-tiba otak muter ulang kejadian memalukan yang udah bertahun-tahun berlalu. Padahal gak ada yang bahas, gak ada yang nanya, bahkan orang yang terlibat mungkin udah lupa.
Tapi entah kenapa, rasa malunya masih ikut kerasa. Kok bisa?
David J. Hallford, Ph.D., registered clinical psychologist sekaligus Senior Lecturer di Deakin University, membahas fenomena ini dalam artikel Psychology Today berjudul Why Do I Remember Embarrassing Things I've Done?
Baca Juga :
Cowok Green Flag Itu Kayak Gimana Sih?
Menurut Hallford, pengalaman pribadi memang bisa muncul kembali ke pikiran tanpa sengaja.

(Momen memalukan di masa lalu bisa kembali muncul dalam ingatan. Foto: AI Generated)
Memori bisa muncul tanpa diundang
Dalam psikologi, ingatan tentang pengalaman pribadi yang muncul secara spontan disebut involuntary autobiographical memories.
Artinya, kita nggak sedang sengaja mengingat suatu kejadian, tapi memori tersebut tiba-tiba muncul begitu aja.
Pemicu awalnya bisa macam-macam. Suara, aroma, tempat, percakapan, pikiran, atau perasaan tertentu dapat berkaitan dengan pengalaman yang tersimpan dalam memori.
Makanya, satu lagu random bisa aja bikin kita mendadak inget kejadian yang udah lama banget gak kepikiran.
Hal ini juga dibahas dalam penelitian The Episodic Nature of Involuntary Autobiographical Memories karya Dorthe Berntsen dan Nicoline Marie Hall yang diterbitkan di jurnal Memory & Cognition.
Penelitian tersebut menunjukkan bahwa memori yang muncul spontan punya karakteristik khas dan dapat berkaitan dengan respons fisik serta perubahan suasana hati.
Kenapa rasa malunya ikut balik?
Nah, bagian yang bikin pengin menghilang lima menit: yang muncul bukan cuma ingatannya, tapi respons emosionalnya juga bisa ikut kebawa.
Penelitian Involuntary Autobiographical Memories and Future Projections in Social Anxiety oleh Adriana Del Palacio-Gonzalez dan Dorthe Berntsen, yang diterbitkan dalam jurnal Memory, menemukan bahwa memori yang muncul secara spontan berkaitan dengan respons emosional yang lebih kuat.
Penelitian tersebut juga menemukan tingkat rasa malu yang lebih tinggi pada memori autobiografis dibandingkan pengalaman masa depan yang dibayangkan.
Jadi, ketika otak memunculkan kembali kejadian lama, kita gak selalu cuma mengingat “apa yang terjadi”. Perasaan yang terkait dengan pengalaman tersebut juga bisa ikut aktif.
Memori lama bisa dilihat dengan cara berbeda
Kabar baiknya, cara kita memandang sebuah kejadian nggak harus selalu sama. Hallford menjelaskan bahwa ketika memori dipanggil kembali, pengalaman tersebut bisa mendapatkan konteks atau penilaian baru.
Proses perubahan setelah memori diaktifkan kembali ini dikenal sebagai reconsolidation.
Artinya, kejadian yang dulu terasa super memalukan belum tentu punya makna yang sama sekarang. Kita sudah berubah, situasinya sudah lewat, dan cara melihat diri sendiri juga bisa berbeda.
Jadi, kalau otak mendadak membuka folder “momen yang pengin gue hapus dari sejarah”, gak perlu langsung ikut tenggelam dalam rasa malu. Bisa jadi, itu cuma memori lama yang kebetulan muncul lagi.
Dan yes, ternyata otak memang suka punya timing yang absurd buat mengingat hal-hal yang sebenarnya udah kita kubur dalam-dalam.
Desi Indasari
(TIN)