Tidak sedikit pula orang yang cukup rutin memperbarui status atau membuat unggahan di media sosial. Lantas, seperti apa karakter yang mungkin berkaitan dengan orang yang suka update status?
Menurut penelitian yang dilakukan oleh Mufan Luo dan Jeffrey T Hancock dengan judul Self-disclosure and social media: motivations, mechanisms and psychological well-being, berikut penjelasan lengkapnya!
Karakter Orang Sering Update Status Menurut Psikologi
1. Lebih terbuka dalam membagikan pengalaman
Orang yang sering update status memiliki kecenderungan untuk lebih terbuka dalam membagikan pengalaman atau informasi mengenai dirinya. Informasi tersebut dapat berupa kegiatan sehari-hari maupun perasaan dan pengalaman yang sedang dialami.Menurut kajian psikologi, perilaku membagikan informasi pribadi di media sosial termasuk bentuk self-disclosure.
2. Memiliki kebutuhan untuk terhubung dengan orang lain
Update status juga dapat menjadi salah satu cara seseorang menjaga hubungan sosial.Pengungkapan diri dapat berkaitan dengan kebutuhan psikologis tertentu dan hubungan sosial.
Berbagi informasi mengenai diri sendiri dapat membantu seseorang membangun atau mempertahankan koneksi dengan orang lain. Aktivitas tersebut menjadi salah satu cara mereka berkomunikasi dengan lingkungan sosialnya.
3. Cenderung ekstrovert dalam konteks tertentu
Kepribadian juga dapat berhubungan dengan seberapa dalam seseorang mengungkapkan dirinya secara daring. Penelitian yang melibatkan 1.075 pengguna internet di China menemukan bahwa individu dengan kepribadian ekstrovert memiliki tingkat kedalaman pengungkapan diri secara daring yang lebih tinggi dibandingkan individu dengan kepribadian introvert.Hasil penelitian tersebut tidak berarti setiap orang yang sering update status pasti ekstrovert. Frekuensi seseorang menggunakan media sosial juga dipengaruhi oleh konteks, tujuan penggunaan, karakter platform, dan faktor pribadi lainnya.
4. Memperhatikan bagaimana dirinya dilihat orang lain
Update status juga dapat menjadi bagian dari self-presentation, yaitu cara seseorang menampilkan dirinya kepada orang lain.Karakteristik komunikasi daring, seperti adanya banyak audiens dan umpan balik dari pengguna lain, dapat mendorong seseorang untuk mengelola bagaimana dirinya dipersepsikan. Oleh karena itu, seseorang akan cenderung memilih jenis foto, kata-kata, aktivitas, atau pencapaian tertentu yang dianggap mewakili dirinya.
5. Senang mendapatkan respons dari lingkungan sosial
Respons dari pengguna lain juga dapat menjadi bagian dari pengalaman seseorang ketika membagikan status. Komentar, tanda suka, balasan, atau bentuk interaksi lainnya dapat memberikan umpan balik social yang mendorong seseorang untuk terus membuat unggahan ketika aktivitas tersebut membuatnya merasa terhubung dengan orang lain.6. Bisa menggunakan media sosial sebagai sarana mengekspresikan diri
Sebagian orang menggunakan media sosial sebagai ruang untuk mengekspresikan pikiran, perasaan, pengalaman, atau identitas dirinya. Kesesuaian antara diri yang sebenarnya dan diri yang ditampilkan di media sosial berkaitan dengan konektivitas sosial yang lebih baik dan tingkat stres yang lebih rendahApakah Sering Update Status Berbahaya?
Kajian psikologi mengenai self-disclosure menjelaskan bahwa pengguna media sosial menghadapi tantangan untuk menyeimbangkan manfaat berbagi informasi dengan risiko privasi. Pengguna tidak selalu membuat keputusan yang sepenuhnya rasional mengenai informasi apa yang sebaiknya dibagikan.Kementerian Kesehatan RI juga mengingatkan bahwa penggunaan media sosial secara berlebihan dapat berkaitan dengan masalah kesehatan jiwa seperti kecemasan, depresi, rasa terisolasi atau kesepian, dan FOMO (Fear of Missing Out).
Jadi, Sobat Medcom yang sering update status tidak perlu langsung menganggap dirinya memiliki karakter tertentu. Pastikan juga privasi tetap aman dan jangan sampai menimbulkan masalah kesehatan jiwa karena terlalu banyak menggunakan sosial media. (Adinda Kinanthi)