FITNESS & HEALTH
Sering Dikira Faktor 'U'! Ini Beberapa Tanda Katarak yang Perlu Diperhatikan
Yatin Suleha
Minggu 02 Agustus 2026 / 17:12
- Penglihatan yang mulai buram sering banget dianggap sebelah mata dan dikira cuma bagian dari proses penuaan biasa.
- Padahal, bisa jadi itu adalah alarm awal adanya katarak yang wajib banget diperiksain langsung ke dokter mata.
- Katarak berbahaya jika dibiarkan karena bisa menyebabkan penurunan penglihatan permanen hingga kebutaan total.
Jakarta: Penglihatan yang mulai buram sering banget dianggap sebelah mata dan dikira cuma bagian dari proses penuaan biasa.
Padahal, bisa jadi itu adalah alarm awal adanya katarak yang wajib banget diperiksain langsung ke dokter mata.
Sebagai info, katarak itu kondisi di mana lensa mata kita berubah jadi keruh, sehingga cahaya jadi susah masuk secara optimal ke bagian retina. Akibatnya? Jelas bikin kualitas penglihatan kita nurun secara perlahan.
Dalam podcast KMN EyeCare, Dr. Ricky E. Rooroh, SpM menjelaskan bahwa katarak paling sering terjadi akibat faktor usia. Namun, kondisi ini juga dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor lainnya.
“Karena beberapa hal, termasuk faktor usia, lensa mata bisa menjadi keruh,” ujar Dr. Ricky.
.jpeg)
(Katarak berbahaya jika dibiarkan karena bisa menyebabkan penurunan penglihatan permanen hingga kebutaan total. Segera konsultasi ke dokter spesialis mata untuk mengetahui tindakan yang tepat. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)
Gejala mata katarak biasanya berkembang perlahan dan tidak langsung terasa berat. Banyak penderita baru menyadari adanya gangguan ketika aktivitas sehari-hari mulai terganggu.
Beberapa tanda katarak yang perlu diwaspadai antara lain:
1. Penglihatan tampak berkabut
2. Mata terasa silau saat melihat cahaya
3. Kesulitan melihat pada malam hari
4. Warna terlihat lebih pudar, dan
5. Penglihatan ganda pada satu mata
Karena gejalanya bertahap, tidak sedikit masyarakat yang menunda pemeriksaan mata. Padahal, pemeriksaan sejak dini penting untuk menentukan penanganan yang tepat sebelum kondisi semakin mengganggu kualitas hidup.
Selain faktor usia, risiko katarak juga dapat meningkat pada penderita diabetes, perokok aktif, orang dengan riwayat trauma mata, hingga mereka yang sering terpapar sinar ultraviolet berlebih tanpa perlindungan mata.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(TIN)
Padahal, bisa jadi itu adalah alarm awal adanya katarak yang wajib banget diperiksain langsung ke dokter mata.
Sebagai info, katarak itu kondisi di mana lensa mata kita berubah jadi keruh, sehingga cahaya jadi susah masuk secara optimal ke bagian retina. Akibatnya? Jelas bikin kualitas penglihatan kita nurun secara perlahan.
Dalam podcast KMN EyeCare, Dr. Ricky E. Rooroh, SpM menjelaskan bahwa katarak paling sering terjadi akibat faktor usia. Namun, kondisi ini juga dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor lainnya.
“Karena beberapa hal, termasuk faktor usia, lensa mata bisa menjadi keruh,” ujar Dr. Ricky.
Gejala mata katarak yang perlu diwaspadai sejak dini
.jpeg)
(Katarak berbahaya jika dibiarkan karena bisa menyebabkan penurunan penglihatan permanen hingga kebutaan total. Segera konsultasi ke dokter spesialis mata untuk mengetahui tindakan yang tepat. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)
Gejala mata katarak biasanya berkembang perlahan dan tidak langsung terasa berat. Banyak penderita baru menyadari adanya gangguan ketika aktivitas sehari-hari mulai terganggu.
Beberapa tanda katarak yang perlu diwaspadai antara lain:
1. Penglihatan tampak berkabut
2. Mata terasa silau saat melihat cahaya
3. Kesulitan melihat pada malam hari
4. Warna terlihat lebih pudar, dan
5. Penglihatan ganda pada satu mata
Karena gejalanya bertahap, tidak sedikit masyarakat yang menunda pemeriksaan mata. Padahal, pemeriksaan sejak dini penting untuk menentukan penanganan yang tepat sebelum kondisi semakin mengganggu kualitas hidup.
Selain faktor usia, risiko katarak juga dapat meningkat pada penderita diabetes, perokok aktif, orang dengan riwayat trauma mata, hingga mereka yang sering terpapar sinar ultraviolet berlebih tanpa perlindungan mata.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(TIN)