Jakarta:
Lasik mata menjadi salah satu solusi populer bagi orang yang ingin mengurangi ketergantungan pada kacamata atau lensa kontak. Sebelum melakukannya, ketahui manfaat dan risikonya terlebih dahulu.
Lasik (Laser-Assisted in Situ Keratomileusis) merupakan prosedur bedah refraktif yang menggunakan laser untuk mengubah bentuk kornea.
Operasi ini bertujuan memperbaiki gangguan refraksi, seperti rabun jauh (miopia), rabun dekat (hipermetropia), dan astigmatisme, sehingga penglihatan menjadi lebih tajam tanpa terlalu bergantung pada alat bantu penglihatan.
Manfaat Operasi Lasik
Prosedur ini dipilih oleh cukup banyak orang karena deretan manfaatnya, antara lain:
1. Mengurangi ketergantungan pada kacamata atau lensa kontak
Sebagian besar pasien dapat melihat dengan baik tanpa kacamata atau lensa kontak setelah menjalani LASIK. Menurut Mayo Clinic, lebih dari 8 dari 10 pasien tidak lagi memerlukan alat bantu penglihatan untuk sebagian besar aktivitas sehari-hari.
2. Hasil penglihatan cepat membaik
Perbaikan penglihatan umumnya mulai dirasakan dalam waktu satu hingga dua hari setelah operasi. Dibandingkan prosedur refraktif lain, masa pemulihan Lasik relatif lebih singkat sehingga pasien dapat kembali beraktivitas lebih cepat.
3. Prosedur berlangsung singkat
Operasi Lasik biasanya selesai dalam waktu sekitar 30 menit untuk kedua mata. Pasien umumnya dapat pulang pada hari yang sama tanpa perlu menjalani rawat inap.
4. Tingkat keberhasilan tinggi
Mayo Clinic menyebutkan lebih dari 99 persen pasien mencapai ketajaman penglihatan minimal 20/40, yang sudah memadai untuk sebagian besar aktivitas sehari-hari tanpa kacamata.
Risiko Operasi Lasik
Meski memiliki tingkat keberhasilan tinggi, Lasik bukan lah pilihan yang tepat untuk semua orang. Prosedur ini juga memiliki sejumlah risiko yang perlu dipertimbangkan:
1. Mata kering
Keluhan paling umum setelah Lasik adalah mata kering karena produksi air mata sementara menurun. Kondisi ini biasanya membaik dalam beberapa minggu hingga beberapa bulan dengan bantuan obat tetes mata.
2. Gangguan penglihatan sementara
Sebagian pasien yang menjalani Lasik dapat mengalami silau (glare), melihat lingkaran cahaya (halo), penglihatan ganda, atau lebih sulit melihat pada malam hari. Gejala ini umumnya bersifat sementara, meski pada kasus yang jarang dapat bertahan lebih lama.
3. Hasil operasi tidak sesuai harapan
Pada beberapa orang, koreksi yang diberikan bisa kurang atau berlebihan sehingga masih memerlukan kacamata atau tindakan lanjutan untuk mendapatkan hasil yang diinginkan.
4. Komplikasi serius
Komplikasi seperti infeksi, gangguan penyembuhan kornea, atau penurunan kualitas penglihatan tergolong jarang, tetapi tetap dapat terjadi. Oleh karena itu, pemeriksaan menyeluruh sebelum operasi sangat penting untuk menilai apakah seseorang merupakan kandidat yang tepat menjalani Lasik.
(PRI)