FITNESS & HEALTH
Bisa Minus Lagi Gak Sih? Ini Fakta di Balik Hasil Lasik yang Katanya Permanen
Aulia Putriningtias
Kamis 25 Juni 2026 / 15:21
- Banyak orang yang mengalami miopia atau bermata minus, merasa tidak percaya diri memakai kacamata.
- Lasik adalah salah satu metode untuk mengoreksi mata yang rabun menjadi normal kembali.
- Apakah hasil lasik mengembalikan mata normal yang permanen?
Jakarta: Banyak orang yang mengalami miopia atau bermata minus, merasa tidak percaya diri memakai kacamata. Lasik adalah salah satu caranya lepas dari benda tersebut.
Namun, masih banyak yang bingung apakah lasik bisa awet hingga selamanya? Apakah mata akan normal secara permanen setelah melakukan lasik?
Nah, kamu perlu tahu dahulu apa itu lasik. Lasik atau laser-assisted in situ keratomileusis
adalah sebuah prosedur operasi laser untuk memperbaiki kelainan refraksi yang menyebabkan terganggunya pembiasan cahaya di mata.
Pada mata normal, bias cahaya jatuh tepat pada retina sehingga pandangan jelas. Namun, pada mata minus (miopia), bias cahaya jatuh di depan retina, di mana objek yang jauh akan terlihat kabur.
Sebaliknya, pada mata plus (hipermetropi), bias cahaya jatuh di belakang retina. Objek yang dekat terlihat kabur. Sedangkan pada mata silinder (astigmatisme), bias cahaya jatuh pada beberapa titik fokus pada retina.
Masalah-masalah tersebut akhirnya bisa diselesaikan dengan operasi lasik. Namun, orang-orang kerap bertanya, apakah operasi ini membawa mata normal yang permanen?
Dilansir dalam Halodoc, tingkat keberhasilan lasik sangat tinggi. Namun, tak bisa dihindarkan juga bahwa terjadinya regresi miopia atau mata minus kembali.
Regresi miopia adalah istilah medis untuk kondisi di mana mata minus kembali muncul atau memburuk setelah prosedur. Ini adalah kondisi yang jarang terjadi, tetapi dapat dialami oleh beberapa individu.
Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan regresi miopia, antara lain:
- Perubahan alami mata.
- Faktor usia.
- Gaya hidup tidak sehat.
- Progresi miopia sebelum operasi.
Jadi, jaminan lasik untuk kembali kepada mata normal permanen bisa terwujud jika mematuhi aturan-aturannya. Tentunya hal-hal di atas dapat direduksi dengan berkonsultasi kepada dokter ahli.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(TIN)
Namun, masih banyak yang bingung apakah lasik bisa awet hingga selamanya? Apakah mata akan normal secara permanen setelah melakukan lasik?
Nah, kamu perlu tahu dahulu apa itu lasik. Lasik atau laser-assisted in situ keratomileusis
adalah sebuah prosedur operasi laser untuk memperbaiki kelainan refraksi yang menyebabkan terganggunya pembiasan cahaya di mata.
Pada mata normal, bias cahaya jatuh tepat pada retina sehingga pandangan jelas. Namun, pada mata minus (miopia), bias cahaya jatuh di depan retina, di mana objek yang jauh akan terlihat kabur.
Sebaliknya, pada mata plus (hipermetropi), bias cahaya jatuh di belakang retina. Objek yang dekat terlihat kabur. Sedangkan pada mata silinder (astigmatisme), bias cahaya jatuh pada beberapa titik fokus pada retina.
Masalah-masalah tersebut akhirnya bisa diselesaikan dengan operasi lasik. Namun, orang-orang kerap bertanya, apakah operasi ini membawa mata normal yang permanen?
Dilansir dalam Halodoc, tingkat keberhasilan lasik sangat tinggi. Namun, tak bisa dihindarkan juga bahwa terjadinya regresi miopia atau mata minus kembali.
Regresi miopia adalah istilah medis untuk kondisi di mana mata minus kembali muncul atau memburuk setelah prosedur. Ini adalah kondisi yang jarang terjadi, tetapi dapat dialami oleh beberapa individu.
Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan regresi miopia, antara lain:
- Perubahan alami mata.
- Faktor usia.
- Gaya hidup tidak sehat.
- Progresi miopia sebelum operasi.
Jadi, jaminan lasik untuk kembali kepada mata normal permanen bisa terwujud jika mematuhi aturan-aturannya. Tentunya hal-hal di atas dapat direduksi dengan berkonsultasi kepada dokter ahli.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(TIN)