FITNESS & HEALTH

Ancaman Penyakit Mata Mengintai Lansia, Deteksi Dini Jadi Kunci Pencegahan

Elang Riki Yanuar
Senin 13 Juli 2026 / 08:00
Ringkasnya gini..
  • Pemeriksaan mata rutin penting bagi lansia karena katarak, glaukoma, dan penyakit mata lainnya dapat berkembang tanpa gejala awal.
  • Masyarakat usia 40 tahun ke atas disarankan rutin memeriksa mata untuk mendeteksi gangguan penglihatan dan mencegah kondisi semakin serius.
  • Holywings Peduli menggelar pemeriksaan mata dan pembagian kacamata gratis untuk membantu lansia menjaga penglihatan dan tetap mandiri.
Jakarta: Menjaga kesehatan mata menjadi semakin penting seiring bertambahnya usia. Proses penuaan dapat menyebabkan penurunan fungsi penglihatan sekaligus meningkatkan risiko berbagai penyakit mata, mulai dari presbiopia, katarak, glaukoma, hingga degenerasi makula.

Sayangnya, sejumlah penyakit mata dapat berkembang secara perlahan tanpa menunjukkan gejala pada tahap awal. Kondisi tersebut membuat pemeriksaan mata secara rutin menjadi salah satu langkah penting untuk mendeteksi gangguan penglihatan sebelum berkembang menjadi lebih serius.

Upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan mata turut dilakukan melalui kegiatan pemeriksaan mata gratis, seminar edukasi kesehatan mata, dan pembagian kacamata bagi lansia yang digelar Holywings Peduli dengan mengusung tema Mata Sehat, Lansia Bahagia.

Dalam kegiatan tersebut, para lansia menjalani pemeriksaan ketajaman penglihatan, konsultasi bersama Refraksionis Optisien (RO) atau Optometrist, pemeriksaan refraksi, hingga mendapatkan edukasi mengenai penyakit mata yang umum terjadi pada usia lanjut.

Sejumlah gangguan kesehatan mata yang menjadi perhatian antara lain presbiopia atau mata tua, katarak, glaukoma, dan degenerasi makula. Setelah menjalani pemeriksaan, lansia yang membutuhkan alat bantu penglihatan mendapatkan kacamata baca sesuai hasil pemeriksaan.
Selain pemeriksaan mata, kegiatan tersebut juga diisi dengan seminar kesehatan bertema Pentingnya Menjaga Kesehatan Mata pada Lansia. Edukasi diberikan agar masyarakat semakin memahami perubahan fungsi penglihatan yang dapat terjadi seiring bertambahnya usia.

Penurunan kemampuan melihat memang menjadi kondisi yang umum terjadi pada lansia. Namun, masyarakat perlu memahami bahwa tidak semua gangguan penglihatan boleh dianggap sebagai bagian biasa dari proses penuaan.

Pemeriksaan rutin dapat membantu menemukan penyakit mata sejak tahap awal. Deteksi dini menjadi penting karena sejumlah gangguan mata dapat berkembang tanpa menimbulkan keluhan yang berarti hingga akhirnya memengaruhi kemampuan melihat.

Zakaria Efendi, S.Tr.Kes., S.KM., M.M. mengatakan, frekuensi pemeriksaan mata dapat disesuaikan dengan usia dan faktor risiko yang dimiliki seseorang. Masyarakat berusia 40 hingga 64 tahun disarankan menjalani pemeriksaan mata lengkap setiap satu hingga dua tahun meskipun tidak memiliki keluhan.

Sementara itu, masyarakat berusia 65 tahun ke atas sebaiknya melakukan pemeriksaan mata setidaknya satu kali dalam setahun. Frekuensi pemeriksaan dapat ditingkatkan apabila seseorang memiliki kondisi kesehatan tertentu yang berisiko memengaruhi penglihatan.

"Bila memiliki faktor risiko seperti diabetes, hipertensi, riwayat glaukoma dalam keluarga, rabun tinggi, atau pernah menjalani operasi mata, pemeriksaan bisa dilakukan lebih sering sesuai anjuran dokter mata, misalnya setiap 3–12 bulan," kata Zakaria.

Menurutnya, pemeriksaan mata rutin tidak hanya diperlukan ketika seseorang mulai mengalami penglihatan kabur atau keluhan lainnya. Sejumlah penyakit mata justru dapat berkembang secara perlahan tanpa disadari oleh penderitanya.

"Pertimbangannya adalah banyak penyakit mata pada usia lanjut berkembang secara perlahan tanpa gejala pada tahap awal. Pemeriksaan rutin membantu mendeteksi penyakit lebih dini sehingga peluang mempertahankan penglihatan menjadi lebih baik," jelasnya.

Salah satu gangguan mata yang paling sering dialami lansia adalah katarak. Kondisi tersebut terjadi ketika lensa mata menjadi keruh akibat proses penuaan dan dapat menyebabkan kemampuan melihat semakin menurun.

Penderita katarak dapat mengalami sejumlah gejala, seperti penglihatan kabur atau berkabut, mudah silau saat melihat cahaya, warna terlihat lebih kusam, hingga ukuran kacamata yang sering berubah tetapi penglihatan tetap tidak jelas.

Selain katarak, glaukoma juga menjadi penyakit mata yang perlu diwaspadai. Penyakit ini sering disebut sebagai pencuri penglihatan karena dapat berkembang tanpa gejala yang disadari oleh penderitanya.

Glaukoma terjadi akibat kerusakan saraf mata dan sering berkaitan dengan tekanan bola mata yang tinggi. Apabila terlambat mendapatkan penanganan, penyakit tersebut berisiko menyebabkan kebutaan permanen.

Gangguan kesehatan mata lainnya yang dapat terjadi pada lansia adalah degenerasi makula. Penyakit ini menyerang bagian makula yang berperan penting dalam kemampuan melihat objek secara detail, termasuk ketika membaca dan mengenali wajah seseorang.

Perhatian terhadap kesehatan mata lansia menjadi penting karena kemampuan melihat memiliki kaitan erat dengan aktivitas sehari-hari dan kualitas hidup. Gangguan penglihatan dapat membuat lansia mengalami kesulitan membaca, berjalan, mengenali wajah, hingga melakukan berbagai aktivitas secara mandiri.

Andrew Susanto, Komisaris Utama Holywings Group dan Ketua Program CSR Holywings Peduli, mengatakan kegiatan pemeriksaan dan pembagian kacamata tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat, khususnya lansia, mendapatkan akses terhadap layanan kesehatan mata.

"Kami berharap kegiatan ini dapat membantu para lansia memperoleh akses pemeriksaan mata yang baik sekaligus mendapatkan kacamata yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

Penglihatan yang baik akan membuat mereka tetap mandiri, produktif, dan menikmati aktivitas sehari-hari dengan lebih nyaman. Melalui Holywings Peduli, kami akan terus menghadirkan program-program sosial yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," ujar Andrew Susanto.









 

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ELG)

MOST SEARCH