FITNESS & HEALTH

Lagi Mau Nangis tapi Air Mata 'Mogok'? Ternyata Ini Alasan Ilmiahnya

Yatin Suleha
Minggu 12 Juli 2026 / 08:05
Ringkasnya gini..
  • Pernah enggak sih ngerasa sedih banget atau lagi ditekan sama keadaan, tapi pas mau nangis, air matanya malah mogok.
  • Sulit menangis itu wajar banget dan sama sekali bukan tanda kalau kamu gak punya empati.
  • Air mata enggak keluar saat nangis, ternyata ada alasan medisnya lho!
Jakarta: Pernah enggak sih ngerasa sedih banget atau lagi ditekan sama keadaan, tapi pas mau nangis, air matanya malah mogok keluar? Rasanya tuh kayak ada yang mengganjal di dada, tapi mata tetap kering.

Kondisi kayak gini sering bikin kita bingung sendiri, atau malah jadi mikir, "Kok aku kayak gak punya perasaan ya?" 

Padahal, sebenarnya bukan gitu, lho. Sulit menangis itu wajar banget dan sama sekali bukan tanda kalau kamu gak punya empati.
 
Ada banyak banget faktor yang bikin air mata kita jadi "pelit" keluar, mulai dari kondisi fisik, kesehatan, sampai gimana cara kita terbiasa memproses emosi dari pengalaman hidup selama ini. 

Jadi, kalau sesekali sulit menangis, jangan terlalu keras sama diri sendiri, ya. Kamu tetap berhak merasakan emosimu dengan cara kamu sendiri.
 

Kondisi medis tertentu


Dibandingkan penyebab lainnya, kondisi medis memang lebih jarang menjadi alasan seseorang sulit menangis. Meski demikian, beberapa gangguan kesehatan dapat memengaruhi produksi air mata.

Salah satunya adalah gangguan autoimun Sindrom Sjogren yang menyebabkan mata kering, sehingga produksi air mata ikut berkurang. 


(Kondisi menangis tanpa mengeluarkan air mata itu nyata dan bisa terjadi karena beberapa alasan, dan yang paling umum disebabkan oleh mata kering parah. Foto: Ilustrasi/Magnific.com)

Selain itu, terdapat kelainan bawaan yang lebih langka, yaitu Sindrom Moebius. 

Kondisi ini dapat mengganggu pergerakan otot wajah dan mata, sekaligus memengaruhi fungsi kelenjar lakrimal, yang bertugas menghasilkan air mata. 

Pada beberapa kasus, peradangan pada kelenjar lakrimal juga dapat menyebabkan produksi air mata menurun.
 

Stigma sosial


Selain faktor kesehatan, lingkungan sosial juga memiliki pengaruh, terhadap kemampuan seseorang untuk menangis.

Dilansir dari Psychology Today, Bylsma, seorang asisten profesor psikiatri dan psikologi di Universitas Pittsburgh, mengatakan bahwa keinginan untuk selalu terlihat mampu mengendalikan diri, membuat sebagian orang memilih menahan air mata.

Menurut Bylsma, kondisi tersebut lebih sering dijumpai pada laki-laki biologis. 

Rata-rata, laki-laki biologis menangis kurang dari satu kali setiap dua bulan, sedangkan perempuan biologis di negara-negara Barat, menangis sekitar dua hingga empat kali dalam sebulan. 

Namun, angka tersebut dapat berbeda pada setiap orang karena dipengaruhi oleh pengalaman masa kecil, lingkungan, serta norma budaya dan sosial.

Bylsma juga menjelaskan bahwa orang yang sejak kecil sering direndahkan atau dipermalukan, cenderung lebih sulit mengekspresikan emosinya melalui tangisan. 

Kondisi ini terutama banyak ditemukan pada laki-laki.

Meski begitu, norma sosial mulai berubah dalam beberapa tahun terakhir. Saat ini, laki-laki yang menangis di depan umum, termasuk atlet yang menitikkan air mata setelah kalah, maupun menang dalam pertandingan, semakin dapat diterima oleh masyarakat.
 

Kabar baiknya, sebagian besar penyebab seseorang sulit menangis, dapat diatasi atau dikelola dengan penanganan yang tepat. 

Jika kondisi tersebut menimbulkan rasa frustrasi atau mengganggu kehidupan sehari-hari, berkonsultasi dengan tenaga medis atau profesional kesehatan mental, dapat membantu menemukan penyebabnya, sekaligus menentukan penanganan yang sesuai.


Secillia Nur Hafifah

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(TIN)

MOST SEARCH