FITNESS & HEALTH

Mental Anak Lagi Gak Okay? Yuk, Jadi Safe Place Nomor Satu Buat Mereka!

Yatin Suleha
Senin 29 Juni 2026 / 11:05
Ringkasnya gini..
  • Penting banget buat kita sadar kalau kesehatan mental anak itu sama pentingnya kayak kesehatan fisik mereka.
  • American Academy of Pediatrics (AAP) lewat laporan terbarunya, sekarang lebih mendorong dokter anak buat fokus juga ke kesehatan mental.
  • Peran orang tua di rumah jadi kunci utama supaya anak tumbuh dengan emosi yang stabil.
Jakarta: Penting banget buat kita sadar kalau kesehatan mental anak itu sama pentingnya kayak kesehatan fisik mereka. 

Peran orang tua di rumah jadi kunci utama supaya anak tumbuh dengan emosi yang stabil dan ngerasa aman. 

Kabar baiknya, dukungan pun datang dari para ahli. American Academy of Pediatrics (AAP) lewat laporan terbarunya, sekarang lebih mendorong dokter anak buat fokus juga ke kesehatan mental dan emosional si kecil saat pemeriksaan rutin.
 
Namun, para ahli juga mengingatkan bahwa dukungan paling dekat, tetap datang dari keluarga dan lingkungan rumah sehari-hari.
 

Kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik


Selama ini, banyak orang tua lebih cepat menyadari masalah fisik pada anak, dibanding perubahan emosional atau perilaku mereka. Padahal, kondisi mental anak juga perlu diperhatikan dengan serius sejak dini.

Dilansir dari Parents, menurut Kiersten Sippio, PsyD, Psikolog dari Pediatrix Medical Group, perhatian terhadap kesehatan emosional seharusnya dilakukan sama, seperti ketika orang tua khawatir soal kesehatan fisik anak.

“Sebagian besar orang tua tidak akan mengabaikan kekhawatiran tentang keterlambatan bicara, pertumbuhan yang lambat, masalah penglihatan, atau gejala fisik yang persisten, dan tingkat perhatian yang sama harus diterapkan pada regulasi emosi, perilaku, keterampilan coping, hubungan, dan rasa kesejahteraan anak secara keseluruhan,” kata dr. Sippio.

Oleh karena itu, perubahan seperti anak jadi lebih pendiam, mudah marah, sering cemas, susah tidur, atau mulai menarik diri dari lingkungan sekitar juga perlu diperhatikan sejak awal.
 

Percaya insting sebagai orang tua



(Peran orang tua terhadap kesehatan mental anak juga sangat diperlukan dalam pembangunan rasa percaya diri, harga diri, serta emosional anak. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)

Para ahli juga menekankan bahwa orang tua, sering kali menjadi orang pertama yang menyadari ada sesuatu yang berubah pada anak. Insting tersebut penting untuk dipercaya dan jangan dianggap sepele.

Jika muncul kekhawatiran soal perilaku, suasana hati, atau perkembangan emosional anak, hal itu sebaiknya langsung dibicarakan dengan dokter anak atau tenaga profesional terpercaya. Tidak perlu menunggu sampai masalah menjadi besar atau semakin berat.

“Keluarga tidak perlu menunggu sampai keadaan menjadi parah sebelum meminta bantuan. Jika ada sesuatu yang terasa terus-menerus tidak beres, baik itu kecemasan, perubahan suasana hati, ledakan emosi, kesulitan bersosialisasi, gangguan tidur, kemunduran, atau kekhawatiran perkembangan, sangat direkomendasikan untuk membicarakannya dengan dokter anak atau profesional tepercaya lainnya.”
 

Dukungan kecil di rumah bisa sangat berarti


Selain bantuan profesional, suasana rumah yang nyaman dan suportif, juga sangat berpengaruh terhadap kondisi mental anak. 

Hal sederhana seperti mendengarkan cerita anak, memberi rasa aman, menghindari respons yang menghakimi, hingga meluangkan waktu bersama bisa membantu anak merasa lebih dipahami.
 
Anak-anak yang merasa didengar dan diterima, biasanya lebih mudah terbuka soal perasaan mereka. 

Oleh karena itu, komunikasi yang hangat di rumah menjadi salah satu kunci penting, dalam menjaga kesehatan mental dan emosional anak sejak dini.


Secillia Nur Hafifah

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(TIN)

MOST SEARCH