FITNESS & HEALTH

Manifesting Hidup Rapi: Tips Atur To-Do List yang Ramah di Hati

Yatin Suleha
Minggu 12 Juli 2026 / 11:05
Ringkasnya gini..
  • Banyak yang mikir jadwal cuma buat pengingat tugas, padahal sebenarnya ngaruh banget ke kesehatan mental.
  • Jadwal yang terlalu padat bikin otak capek, sementara jadwal yang pas bikin pikiran lebih tenang.
  • Berikut adalah lima cara yang lebih sehat bagi kesehatan mental.
Jakarta: Banyak yang mikir jadwal cuma buat pengingat tugas, padahal sebenarnya ngaruh banget ke kesehatan mental. Jadwal yang terlalu padat bikin otak capek, sementara jadwal yang pas bikin pikiran lebih tenang.

Jadi, atur jadwal itu soal kelola energi, bukan cuma kejar produktivitas. Intinya, seimbangkan tanggung jawab dan self-care biar hidup tetap asyik!

Hal tersebut dikarenakan tidak terus-menerus memikirkan, apa yang harus dikerjakan berikutnya. Sebaliknya, jadwal yang tidak terarah, dapat memicu rasa kewalahan dan meningkatkan tekanan psikologis.
 
Dilansir dari Psychology Today, menurut Diane Roberts Stoler, Ed.D., seorang neuropsikolog dan psikolog kesehatan bersertifikat, cara berikut dapat membantu menyusun jadwal, berikut adalah lima cara yang lebih sehat bagi kesehatan mental.
 

1. Selaraskan jadwal 



(Atur jadwal dengan menyelaraskan prioritas keluarga agar lebih terhubung, terarah, dan mengurangi tekanan psikologis berlebih. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)

Pada keluarga yang memiliki banyak aktivitas, meluangkan waktu untuk berdiskusi mengenai agenda, komitmen, dan prioritas bersama ,dapat membantu mengurangi kebingungan serta konflik jadwal. 

Kalender keluarga juga dapat menjadi cara sederhana, untuk membuat setiap anggota keluarga merasa lebih terhubung, dan memiliki ekspektasi yang jelas.
 

2. Tentukan prioritas pekerjaan


Tidak semua tugas harus diselesaikan sekaligus. Menggunakan metode seperti Matriks Eisenhower, dapat membantu membedakan tugas berdasarkan tingkat urgensi dan kepentingannya. Cara ini membantu mengurangi tekanan, akibat menumpuknya pekerjaan di saat terakhir.
 

3. Sisihkan waktu untuk beristirahat


Otak memerlukan jeda agar dapat kembali bekerja secara optimal. Menambahkan waktu istirahat singkat di sela-sela belajar, bekerja, atau menyelesaikan aktivitas lain dapat membantu memulihkan energi, meningkatkan konsentrasi, dan menurunkan risiko kelelahan mental.
 

4. Berikan ruang untuk kebutuhan pribadi


Jadwal yang sehat tidak hanya berisi daftar kewajiban. Luangkan waktu untuk menjalani hobi, berolahraga, bersosialisasi, atau sekadar bersantai. Aktivitas tersebut berperan penting, dalam menjaga keseimbangan emosi dan membantu mengurangi stres.
   

5. Susun jadwal yang realistis


Memiliki target yang tinggi memang baik, tetapi jadwal yang terlalu penuh, justru dapat menimbulkan tekanan dan membuat pekerjaan terasa semakin berat.

Menyesuaikan rencana dengan kemampuan dan waktu yang tersedia, membantu menjaga motivasi, sekaligus meningkatkan kualitas hasil yang dikerjakan.

Pada akhirnya, kemampuan mengatur diri tidak hanya bermanfaat bagi siswa, orang tua, maupun guru.

Kebiasaan menyusun jadwal yang seimbang, juga dapat membantu siapa saja menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih tenang, mengurangi stres, serta menjaga kesehatan mental dalam jangka panjang.


Secillia Nur Hafifah

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(TIN)

MOST SEARCH