COMMUNITY
Zillennial: Bukan Milenial, Bukan Gen Z, Terus Kita Apa?
Mia Vale
Minggu 21 Juni 2026 / 17:00
- Siapa sih Zillennial? Mereka adalah kelompok kecil yang lahir di batas samar antara dua generasi, biasanya di rentang tahun 1993 hingga 1998.
- Kenapa dibilang mikro-generasi? Karena mereka tumbuh besar sambil merasakan perubahan dunia yang sangat cepat.
- Kalau Millennial itu 1981–1996 dan Gen Z itu 1997–2012, Zillennial inilah yang mengisi celah di antara keduanya.
Jakarta: Pernah dengar istilah Zillennial? Kalau Millennial dan Gen Z mungkin sudah biasa, Zillennial ini adalah "mikro-generasi" yang lahir di masa transisi seru antara analog ke digital.
Singkatnya, mereka merasa "terlalu muda" buat jadi Millennial tulen, tapi "terlalu tua" buat masuk ke inti Gen Z.
Siapa sih Zillennial? Mereka adalah kelompok kecil yang lahir di batas samar antara dua generasi, biasanya di rentang tahun 1993 hingga 1998.
Kenapa dibilang mikro-generasi? Karena mereka tumbuh besar sambil merasakan perubahan dunia yang sangat cepat—sempat mencicipi era analog tapi juga tumbuh dewasa di tengah gempuran teknologi digital.
Rentang waktunya: Kalau Millennial itu 1981–1996 dan Gen Z itu 1997–2012, Zillennial inilah yang mengisi celah di antara keduanya, dari awal tahun 90-an sampai awal 2000-an.

(Karena posisinya yang ada di masa transisi, Zillennial cenderung lebih open-minded dan paham dengan dinamika generasi sebelum maupun sesudah mereka. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)
Jadi, kalau kamu sering merasa "nyambung" sama budaya keduanya tapi gak merasa sepenuhnya bagian dari salah satu, mungkin kamu adalah seorang Zillennial!
Untuk gen Zillennial, bisa dibilang mereka yang lahir antara tahun 1992-2002. Saat ini, mereka umumnya berada di usia pertengahan 20-an hingga awal 30-an.
Ciri khas generasi Zillennial mungkin adalah krisis identitas yang terus-menerus. Mereka, menghadapi banyak kesulitan dalam kehidupan yang relatif singkat.
Salah satunya adalah momen mengawali kuliah secara daring lantaran pandemi covid-19.
Karena mereka berada tepat di tengah, Zillennial sering kali memiliki serangkaian penanda budaya yang berbeda yang membedakan mereka dari Millennials inti dan Gen Z.
Beberapa ciri generasi Zillenial pada kehidupan menurut Wikipedia, yakni:
- Mereka tumbuh bermain dengan mainan fisik dan menonton kaset VHS tetapi beralih menggunakan ponsel pintar, media sosial, dan pemutar MP3 selama masa sekolah menengah pertama dan atas mereka.
- Mereka merupakan audiens utama untuk ledakan internet di awal hingga pertengahan tahun 2010-an.
Mereka mengingat media sosial awal seperti Facebook, Myspace, dan Vine, tetapi mereka masih terlalu muda untuk mengalami puncak tren Generasi Milenial era 90-an.
- Zillennials cenderung kurang menggunakan sarana digital, seperti pesan teks dan aplikasi kencan, untuk terhubung dengan pasangan romantis dibandingkan Generasi Z. Mereka dianggap cerdas secara sosial dan emosional.
- Studi menemukan bahwa Zillenial lebih kreatif dan lebih cenderung mengidentifikasi diri sebagai kelompok minoritas daripada kelompok generasi lainnya.
- Zillenials percaya pada pemanasan global dan upaya untuk mengurangi perubahan iklim, dengan banyak yang mengidentifikasi diri sebagai sadar lingkungan.
Sering dengar kan kalau Millennial dan Gen Z katanya sering "berantem" terus? Nah, di tengah-tengah mereka, ada si Zillennial yang justru punya keuntungan tersendiri.
Karena posisinya yang ada di masa transisi, Zillennial cenderung lebih open-minded dan paham dengan dinamika generasi sebelum maupun sesudah mereka.
Tapi ingat ya, semua label generasi ini sebenarnya cuma stereotip belaka. Pada akhirnya, kepribadian dan pandangan kita jauh lebih dipengaruhi oleh lingkungan dan pengalaman hidup masing-masing.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(TIN)
Singkatnya, mereka merasa "terlalu muda" buat jadi Millennial tulen, tapi "terlalu tua" buat masuk ke inti Gen Z.
Biar lebih jelas, ini ringkasannya:
Siapa sih Zillennial? Mereka adalah kelompok kecil yang lahir di batas samar antara dua generasi, biasanya di rentang tahun 1993 hingga 1998.
Kenapa dibilang mikro-generasi? Karena mereka tumbuh besar sambil merasakan perubahan dunia yang sangat cepat—sempat mencicipi era analog tapi juga tumbuh dewasa di tengah gempuran teknologi digital.
Rentang waktunya: Kalau Millennial itu 1981–1996 dan Gen Z itu 1997–2012, Zillennial inilah yang mengisi celah di antara keduanya, dari awal tahun 90-an sampai awal 2000-an.

(Karena posisinya yang ada di masa transisi, Zillennial cenderung lebih open-minded dan paham dengan dinamika generasi sebelum maupun sesudah mereka. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)
Jadi, kalau kamu sering merasa "nyambung" sama budaya keduanya tapi gak merasa sepenuhnya bagian dari salah satu, mungkin kamu adalah seorang Zillennial!
Ciri khas generasi Zillenial
Untuk gen Zillennial, bisa dibilang mereka yang lahir antara tahun 1992-2002. Saat ini, mereka umumnya berada di usia pertengahan 20-an hingga awal 30-an.
Ciri khas generasi Zillennial mungkin adalah krisis identitas yang terus-menerus. Mereka, menghadapi banyak kesulitan dalam kehidupan yang relatif singkat.
Salah satunya adalah momen mengawali kuliah secara daring lantaran pandemi covid-19.
Karena mereka berada tepat di tengah, Zillennial sering kali memiliki serangkaian penanda budaya yang berbeda yang membedakan mereka dari Millennials inti dan Gen Z.
Beberapa ciri generasi Zillenial pada kehidupan menurut Wikipedia, yakni:
- Mereka tumbuh bermain dengan mainan fisik dan menonton kaset VHS tetapi beralih menggunakan ponsel pintar, media sosial, dan pemutar MP3 selama masa sekolah menengah pertama dan atas mereka.- Mereka merupakan audiens utama untuk ledakan internet di awal hingga pertengahan tahun 2010-an.
Mereka mengingat media sosial awal seperti Facebook, Myspace, dan Vine, tetapi mereka masih terlalu muda untuk mengalami puncak tren Generasi Milenial era 90-an.
- Zillennials cenderung kurang menggunakan sarana digital, seperti pesan teks dan aplikasi kencan, untuk terhubung dengan pasangan romantis dibandingkan Generasi Z. Mereka dianggap cerdas secara sosial dan emosional.
- Studi menemukan bahwa Zillenial lebih kreatif dan lebih cenderung mengidentifikasi diri sebagai kelompok minoritas daripada kelompok generasi lainnya.
- Zillenials percaya pada pemanasan global dan upaya untuk mengurangi perubahan iklim, dengan banyak yang mengidentifikasi diri sebagai sadar lingkungan.
Sering dengar kan kalau Millennial dan Gen Z katanya sering "berantem" terus? Nah, di tengah-tengah mereka, ada si Zillennial yang justru punya keuntungan tersendiri.
Karena posisinya yang ada di masa transisi, Zillennial cenderung lebih open-minded dan paham dengan dinamika generasi sebelum maupun sesudah mereka.
Tapi ingat ya, semua label generasi ini sebenarnya cuma stereotip belaka. Pada akhirnya, kepribadian dan pandangan kita jauh lebih dipengaruhi oleh lingkungan dan pengalaman hidup masing-masing.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(TIN)