FAMILY

Mental Gen Z Lagi Nggak Baik-baik Saja? Kenali Tanda Depresi sebelum Terlambat

A. Firdaus
Jumat 22 Mei 2026 / 13:09
Ringkasnya gini..
  • Para ahli kesehatan mencatat adanya peningkatan hingga 40%, dalam perasaan putus asa.
  • Beberapa hal yang ikut memengaruhi kesehatan mental remaja, yaitu media sosial.
  • Tekanan akademik dan perundungan menjadi faktor yang semakin memperburuk kondisi mental remaja saat ini.
Jakarta: Masalah kesehatan mental pada remaja sebenarnya sudah meningkat, bahkan sebelum pandemi COVID-19 terjadi. Selama sepuluh tahun sebelum pandemi, para ahli kesehatan mencatat adanya peningkatan hingga 40%, dalam perasaan putus asa dan pikiran untuk bunuh diri pada remaja. Pandemi memang memperparah kondisi tersebut, tetapi tekanan mental pada anak muda sudah menjadi masalah serius sejak lama.

Selain faktor selama pandemi seperti isolasi sosial dan gangguan sekolah, dilansir dari Parents, American Psychological Association (APA) menyebut beberapa hal lain, yang ikut memengaruhi kesehatan mental remaja, yaitu media sosial, kekerasan massal, bencana alam, perubahan iklim, polarisasi politik, fluktuasi normal dalam masa kanak-kanak dan remaja.

Jennifer Rothman, manajer senior inisiatif remaja dan dewasa muda di National Alliance on Mental Illness (NAMI), juga menduga tekanan akademik dan perundungan menjadi faktor yang semakin memperburuk kondisi mental remaja saat ini. Salah satu yang paling sering terjadi adalah cyberbullying, yang sulit dihindari karena bisa terus berlangsung bahkan setelah jam sekolah selesai.
 
“Kami semakin sering melihat masalah kesehatan mental. Orang-orang semakin sadar akan tanda-tanda peringatan dan mencari bantuan. Semakin dini depresi dikenali, semakin baik hasilnya di masa depan,” kata Rothman.

Depresi pada remaja tidak selalu terlihat jelas. Banyak yang mengira remaja hanya sedang sensitif atau moody biasa, padahal ada tanda-tanda tertentu yang perlu diperhatikan lebih serius. 

Menurut American Academy of Child and Adolescent Psychiatry, beberapa gejala depresi yang umum dialami remaja antara lain:
• Mudah sedih dan sering menangis
• Lebih gampang marah
• Kehilangan minat pada hal-hal yang dulu disukai
• Mulai menjauh dari teman atau kegiatan favorit
• Nafsu makan berubah
• Berat badan menurun
• Tidur terlalu banyak atau justru sulit tidur
• Mudah lelah dan kehilangan energi
• Sering merasa gagal atau tidak berguna
• Sulit fokus dan berkonsentrasi
• Prestasi sekolah menurun
• Muncul pikiran ingin mati atau bunuh diri

Selain perubahan emosi dan perilaku, beberapa remaja juga bisa mengalami keluhan fisik, seperti sakit kepala atau sakit perut tanpa penyebab yang jelas. Tidak sedikit pula yang mulai mencoba zat-zat tertentu sebagai pelarian untuk merasa lebih baik, meskipun justru bisa memperburuk kondisi mental mereka.

Oleh karena itu, penting untuk lebih peka terhadap perubahan sikap dan kebiasaan remaja. Dukungan dari keluarga, teman, lingkungan sekolah, hingga bantuan profesional dapat membantu remaja merasa lebih aman dan merasa didengar.

Secillia Nur Hafifah

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(FIR)

MOST SEARCH