FAMILY

Tidur Lebih Banyak Bikin Anak Lebih Pintar? Ternyata Bukan Mitos Emak-emak

A. Firdaus
Kamis 21 Mei 2026 / 11:10
Ringkasnya gini..
  • Para peneliti menganalisis data tidur dari 221 keluarga.
  • Kebutuhan tidur anak memang berbeda, karena tubuh mereka masih berada dalam masa pertumbuhan yang aktif.
  • Tidak semua anak mudah tidur selama 10 jam setiap malam.
Jakarta: Tidur malam yang cukup ternyata punya pengaruh besar terhadap tumbuh kembang anak, terutama pada usia taman kanak-kanak. Bukan hanya membuat tubuh lebih segar, tidur yang teratur juga membantu anak lebih fokus belajar, lebih mudah mengatur emosi, hingga lebih siap menghadapi aktivitas sekolah setiap hari. Oleh karena itu, waktu tidur anak sebaiknya tidak dianggap sepele.

Dilansir dari Parents, penelitian terbaru yang dipublikasikan dalam edisi Agustus 2022 jurnal Pediatrics, menemukan bahwa anak-anak yang tidur setidaknya 10 jam setiap malam memiliki kemampuan sosial, emosional, dan akademik yang lebih baik dibandingkan anak dengan pola tidur tidak teratur. Anak-anak yang memiliki waktu tidur cukup juga dinilai lebih mudah beradaptasi, ketika mulai masuk taman kanak-kanak.

Dalam penelitian tersebut, para peneliti menganalisis data tidur dari 221 keluarga. Mereka juga mempertimbangkan berbagai faktor lain seperti kondisi kesehatan anak, tingkat ekonomi keluarga, hingga jumlah hari anak tidak masuk sekolah. Hasilnya menunjukkan bahwa tidur malam yang konsisten lebih penting, dibanding sekadar memenuhi total waktu tidur harian dari gabungan tidur malam dan tidur siang.
Durasi tidur 10 jam tentu jauh lebih panjang, dibanding rekomendasi CDC untuk orang dewasa usia 18 hingga 65 tahun, yang minimal membutuhkan tujuh jam tidur. Namun, kebutuhan tidur anak memang berbeda, karena tubuh mereka masih berada dalam masa pertumbuhan yang aktif.

“Alasan mengapa anak-anak membutuhkan tidur lebih banyak daripada orang dewasa adalah karena mereka sedang tumbuh, dan anak-anak yang lebih muda membutuhkan tidur lebih banyak daripada anak-anak yang lebih tua karena laju pertumbuhannya,” kata dr. Reeba Mathew, seorang spesialis kedokteran tidur di McGovern Medical School, UTHealth Houston, dan Memorial Hermann-Texas Medical. 

Menurutnya, proses pemulihan tubuh, regenerasi sel, hingga produksi hormon pertumbuhan terjadi saat anak berada dalam fase tidur nyenyak. Selain membantu pertumbuhan fisik, tidur juga punya pengaruh besar, terhadap kesehatan mental dan kemampuan belajar anak. 

“Tidur memainkan peran utama dalam pemrosesan dan konsolidasi saraf yang memengaruhi kognisi, memori, pembelajaran, pemecahan masalah, suasana hati, motivasi, konsentrasi, dan perilaku, di antara hal-hal lain,” kata dr. Mathew.

Meski begitu, tidak semua anak mudah tidur selama 10 jam setiap malam. Ada anak yang cepat tertidur, tetapi ada juga yang kesulitan menjaga pola tidur tetap konsisten. Oleh karena itu, peran orang tua sangat penting, dalam membantu membentuk rutinitas tidur anak sejak dini.

“Melindungi jadwal tidur mereka dan menjaganya tetap teratur secara konsisten, berarti mengatur ulang tugas-tugas rumah atau pekerjaan dan pekerjaan rumah tangga jika diperlukan, serta memastikan waktu makan yang teratur,” kata dr. Mathew. 

Ia juga menekankan pentingnya menjaga jadwal tidur tetap sama saat akhir pekan, agar ritme tubuh anak tidak berantakan.

Selain itu, kamar tidur anak juga sebaiknya bebas dari gadget atau layar elektronik, yang bisa mengganggu kualitas tidur. Kurang tidur pada anak kadang tidak selalu terlihat seperti rasa lelah pada orang dewasa. Beberapa tanda yang lebih sering muncul justru berupa perilaku hiperaktif, masalah emosi, hingga kesulitan mengikuti pelajaran di sekolah.

Jika anak terus mengalami gangguan tidur atau sulit mendapatkan waktu istirahat yang cukup, dr. Mathew menyarankan untuk berkonsultasi dengan dokter anak, agar penyebabnya bisa diketahui lebih awal.

Secillia Nur Hafifah

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(FIR)

MOST SEARCH