FITNESS & HEALTH

Umur 40+ Mulai Susah Lihat Dekat? Ini Solusi yang Nggak Bikin Ribet

A. Firdaus
Sabtu 25 April 2026 / 17:39
Ringkasnya gini..
  • Kacamata progresif kini menjadi solusi yang semakin populer.
  • Meski praktis, tidak sedikit pengguna yang mengeluhkan rasa tidak nyaman.
  • Pemilihan lensa progresif sebaiknya tidak hanya berdasarkan harga, tetapi juga kebutuhan visual sehari-hari.
Jakarta: Memasuki usia 40 tahun ke atas, banyak orang mulai mengalami Presbiopia, yaitu kondisi ketika mata kesulitan melihat objek dalam jarak dekat. Untuk mengatasinya, kacamata progresif kini menjadi solusi yang semakin populer karena mampu membantu penglihatan jarak jauh, menengah, hingga dekat dalam satu lensa.

Meski praktis, tidak sedikit pengguna yang mengeluhkan rasa tidak nyaman saat pertama kali menggunakan kacamata progresif, seperti pusing atau sulit beradaptasi. Hal ini bahkan membuat sebagian orang kembali menggunakan dua kacamata terpisah. Padahal, kondisi tersebut sering kali bukan karena jenis kacamatanya, melainkan desain dan kualitas lensa yang digunakan.

Tidak semua lensa progresif dibuat dengan teknologi yang sama. Lensa dengan desain kurang optimal cenderung memiliki area pandang sempit dan transisi yang tidak halus, sehingga pengguna harus menyesuaikan posisi kepala saat beraktivitas. Sebaliknya, lensa dengan teknologi yang lebih presisi menawarkan area pandang lebih luas, transisi yang natural, serta pergerakan mata yang lebih nyaman.
 
Kebutuhan setiap orang pun berbeda, tergantung aktivitas dan gaya hidup. Misalnya, pengguna yang sering bekerja di depan komputer membutuhkan area penglihatan jarak dekat dan menengah yang lebih luas. Sementara untuk aktivitas luar ruangan, keseimbangan jarak penglihatan menjadi pertimbangan penting. Karena itu, pemilihan lensa progresif sebaiknya tidak hanya berdasarkan harga, tetapi juga kebutuhan visual sehari-hari.

Perbedaan fungsi ini juga menjelaskan mengapa harga lensa progresif umumnya lebih tinggi dibandingkan lensa biasa. Lensa single vision hanya dirancang untuk satu jarak, sedangkan lensa progresif menggabungkan beberapa fungsi dalam satu desain yang lebih kompleks.

Sejumlah produsen, seperti HOYA Vision Care, kini mengembangkan lensa progresif dengan pendekatan yang lebih personal, sehingga dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan gaya hidup pengguna. Selain itu, kualitas coating juga berperan penting dalam meningkatkan kenyamanan, mulai dari mengurangi pantulan cahaya hingga menjaga kejernihan penglihatan.

Dokter spesialis mata, Amanda Nur Shinta Pertiwi, menjelaskan bahwa kenyamanan penggunaan kacamata progresif sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor. “Mulai dari pengukuran yang tepat, desain dan kualitas lensa, hingga kesesuaian dengan kebutuhan visual. Dengan pemeriksaan yang tepat, proses adaptasi biasanya bisa lebih cepat dan nyaman,” ujarnya.

Karena itu, konsultasi dengan tenaga profesional di klinik mata atau optik terpercaya menjadi langkah penting sebelum memilih kacamata progresif. Dengan pemilihan yang tepat, kacamata progresif tidak hanya membantu penglihatan, tetapi juga meningkatkan kenyamanan dalam beraktivitas sehari-hari.

Pada akhirnya, pengalaman menggunakan kacamata progresif bukan sekadar soal kebiasaan, melainkan hasil dari pilihan yang tepat sejak awal.

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(FIR)

MOST SEARCH