FITNESS & HEALTH
Bukan Cuma Tempat Tidur, Mainan Hewan Peliharaan Juga Wajib Rutin Dicuci
A. Firdaus
Kamis 11 Juni 2026 / 14:04
- Mainan hewan sebaiknya dibersihkan setidaknya seminggu sekali, terutama jika sering terkena camilan atau dipakai bermain di area luar ruangan.
- Menyediakan beberapa mainan secara bergantian, juga bisa membantu proses pembersihan rutin, tanpa membuat hewan kehilangan mainan favoritnya.
- Perlengkapan yang dipakai setiap hari ini terus terkena air liur, debu, lumpur, hingga sisa makanan yang menempel tanpa disadari.
Jakarta: Banyak orang fokus menjaga kebersihan makanan dan tempat tidur hewan peliharaan, tetapi sering lupa kalau mainan hingga tali pengikat, juga bisa menyimpan banyak kotoran dan bakteri.
Padahal, perlengkapan yang dipakai setiap hari ini terus terkena air liur, debu, lumpur, hingga sisa makanan yang menempel tanpa disadari.
Jika terlalu lama tidak dibersihkan, barang-barang tersebut bukan hanya menimbulkan bau tidak sedap, tetapi juga bisa memicu iritasi kulit dan gangguan kesehatan pada hewan peliharaan.
Mainan gigitan yang setiap hari dibawa ke mana-mana, ternyata bisa menjadi tempat berkembangnya kuman, jamur, dan sisa makanan. Mainan yang sering terkena air liur atau dipakai bermain di luar rumah, memang lebih cepat kotor dibanding yang terlihat di permukaan.
Oleh karena itu, mainan hewan sebaiknya dibersihkan setidaknya seminggu sekali, terutama jika sering terkena camilan atau dipakai bermain di area luar ruangan.
Dilansir dari Bhg.com, Scott Schrader dari Cottage Care menyarankan membersihkan mainan berbahan plastik atau karet, menggunakan sabun lembut dan air di wastafel. Beberapa jenis mainan juga aman dimasukkan ke mesin cuci atau mesin pencuci piring, jika memiliki label khusus yang memperbolehkannya.
Selain itu, ada juga beberapa bahan mainan yang dapat disterilkan menggunakan microwave, air mendidih, atau mesin pencuci piring agar bakteri lebih maksimal hilang.
Mainan seperti Kong membutuhkan perhatian ekstra, karena bagian tengahnya yang berlubang sering diisi selai kacang atau camilan lembut. Sisa makanan yang tertinggal di dalam lubang tersebut, bisa cepat membusuk dan menjadi tempat berkembangnya bakteri.
Untuk membersihkannya, gunakan sikat botol agar bagian dalam mainan benar-benar bersih, dari sisa makanan yang menempel. Menyediakan beberapa mainan secara bergantian, juga bisa membantu proses pembersihan rutin, tanpa membuat hewan kehilangan mainan favoritnya.
Tali pengikat dan kalung termasuk perlengkapan yang paling sering terkena debu, lumpur, keringat, hingga bakteri saat hewan diajak berjalan-jalan di luar rumah. Namun sayangnya, banyak pemilik hewan jarang terpikir untuk mencucinya secara rutin.
Barang-barang ini biasanya hanya digantung di dekat pintu setelah dipakai, padahal kotoran dari luar rumah terus menempel setiap hari. Jika dibiarkan terlalu lama, penumpukan debu dan bakteri bisa menyebabkan bau tidak sedap, bahkan iritasi pada kulit hewan.
Mencuci tali pengikat dan kalung minimal sebulan sekali dianggap cukup ideal. Namun untuk hewan dengan kulit sensitif atau yang sangat aktif bermain di luar ruangan, pencucian seminggu sekali lebih disarankan.
Sebagian besar tali dan kalung berbahan kain, bisa dicuci menggunakan mesin cuci dengan bantuan kantong laundry agar lebih aman. Sementara untuk bahan kulit, pembersihan cukup dilakukan menggunakan lap khusus dan kondisioner, agar bahan tidak retak atau rusak.
Sebelum mencuci, jangan lupa melepas label identitas pada kalung dan memeriksa bagian logam, apakah sudah mulai berkarat atau aus, akibat terlalu sering terkena air dan cuaca luar ruangan.
Secillia Nur Hafifah
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(FIR)
Padahal, perlengkapan yang dipakai setiap hari ini terus terkena air liur, debu, lumpur, hingga sisa makanan yang menempel tanpa disadari.
Jika terlalu lama tidak dibersihkan, barang-barang tersebut bukan hanya menimbulkan bau tidak sedap, tetapi juga bisa memicu iritasi kulit dan gangguan kesehatan pada hewan peliharaan.
1. Mainan hewan peliharaan
Mainan gigitan yang setiap hari dibawa ke mana-mana, ternyata bisa menjadi tempat berkembangnya kuman, jamur, dan sisa makanan. Mainan yang sering terkena air liur atau dipakai bermain di luar rumah, memang lebih cepat kotor dibanding yang terlihat di permukaan.
Oleh karena itu, mainan hewan sebaiknya dibersihkan setidaknya seminggu sekali, terutama jika sering terkena camilan atau dipakai bermain di area luar ruangan.
Dilansir dari Bhg.com, Scott Schrader dari Cottage Care menyarankan membersihkan mainan berbahan plastik atau karet, menggunakan sabun lembut dan air di wastafel. Beberapa jenis mainan juga aman dimasukkan ke mesin cuci atau mesin pencuci piring, jika memiliki label khusus yang memperbolehkannya.
Selain itu, ada juga beberapa bahan mainan yang dapat disterilkan menggunakan microwave, air mendidih, atau mesin pencuci piring agar bakteri lebih maksimal hilang.
Mainan seperti Kong membutuhkan perhatian ekstra, karena bagian tengahnya yang berlubang sering diisi selai kacang atau camilan lembut. Sisa makanan yang tertinggal di dalam lubang tersebut, bisa cepat membusuk dan menjadi tempat berkembangnya bakteri.
Untuk membersihkannya, gunakan sikat botol agar bagian dalam mainan benar-benar bersih, dari sisa makanan yang menempel. Menyediakan beberapa mainan secara bergantian, juga bisa membantu proses pembersihan rutin, tanpa membuat hewan kehilangan mainan favoritnya.
2. Tali pengikat dan kalung
Tali pengikat dan kalung termasuk perlengkapan yang paling sering terkena debu, lumpur, keringat, hingga bakteri saat hewan diajak berjalan-jalan di luar rumah. Namun sayangnya, banyak pemilik hewan jarang terpikir untuk mencucinya secara rutin.
Barang-barang ini biasanya hanya digantung di dekat pintu setelah dipakai, padahal kotoran dari luar rumah terus menempel setiap hari. Jika dibiarkan terlalu lama, penumpukan debu dan bakteri bisa menyebabkan bau tidak sedap, bahkan iritasi pada kulit hewan.
Mencuci tali pengikat dan kalung minimal sebulan sekali dianggap cukup ideal. Namun untuk hewan dengan kulit sensitif atau yang sangat aktif bermain di luar ruangan, pencucian seminggu sekali lebih disarankan.
Sebagian besar tali dan kalung berbahan kain, bisa dicuci menggunakan mesin cuci dengan bantuan kantong laundry agar lebih aman. Sementara untuk bahan kulit, pembersihan cukup dilakukan menggunakan lap khusus dan kondisioner, agar bahan tidak retak atau rusak.
Sebelum mencuci, jangan lupa melepas label identitas pada kalung dan memeriksa bagian logam, apakah sudah mulai berkarat atau aus, akibat terlalu sering terkena air dan cuaca luar ruangan.
Secillia Nur Hafifah
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FIR)