COMMUNITY
Stop Sepelein Circle! Alasan Kenapa Menjaga Hubungan Itu Soal Surviving Hidup!
A. Firdaus
Selasa 28 Juli 2026 / 07:09
- Kebahagiaan yang bertahan lama bukan sesuatu yang muncul begitu saja, melainkan hasil dari pilihan-pilihan yang terus dilakukan setiap hari.
- Kebugaran sosial (social fitness) sebagai bagian penting dari kesehatan, sejajar dengan olahraga dan tidur yang cukup.
- Rasa kesepian berkaitan dengan meningkatnya peradangan sistemik di dalam tubuh
Jakarta: Banyak orang mengira kebahagiaan hanya datang, ketika hidup berjalan sesuai harapan. Padahal, berbagai penelitian psikologi menunjukkan bahwa kebahagiaan tidak hanya bergantung, pada suasana hati atau keadaan sesaat.
Perasaan bahagia lebih banyak dibentuk oleh pola hidup, kebiasaan yang dilakukan secara konsisten, serta kualitas lingkungan dan hubungan yang dimiliki.
Oleh karena itu, kebahagiaan yang bertahan lama bukan sesuatu yang muncul begitu saja, melainkan hasil dari pilihan-pilihan yang terus dilakukan setiap hari.
Para peneliti kini meyakini bahwa ada sejumlah kebiasaan, yang berkontribusi besar terhadap kesejahteraan jangka panjang. Bukan sekadar membuat seseorang merasa senang untuk sementara, tetapi membantu menciptakan kehidupan yang lebih sehat, bermakna, dan memuaskan seiring berjalannya waktu.
Dilansir dari Psychology Today, salah satu temuan paling kuat berasal dari Studi Harvard, tentang Perkembangan Orang Dewasa, yang telah mengikuti kehidupan para pesertanya selama lebih dari 80 tahun.
Hasil penelitian tersebut menunjukkan, bahwa kualitas hubungan memiliki pengaruh besar terhadap kebahagiaan, kesehatan fisik, ketajaman fungsi kognitif, hingga umur panjang.
Bahkan, faktor ini dinilai lebih berpengaruh dibandingkan kekayaan, pencapaian karier, maupun IQ dalam menentukan kualitas hidup seseorang.
Saat ini, para peneliti menyebut kebugaran sosial (social fitness) sebagai bagian penting dari kesehatan, sejajar dengan olahraga dan tidur yang cukup. Artinya, hubungan yang baik juga perlu dijaga secara sadar, dan dilakukan secara konsisten agar tetap sehat.
Temuan tersebut diperkuat oleh meta-analisis tahun 2015, yang menunjukkan bahwa isolasi sosial memiliki risiko kesehatan, yang setara dengan kebiasaan merokok 15 batang rokok setiap hari.
Selain itu, penelitian di bidang biologi juga menemukan bahwa rasa kesepian berkaitan dengan meningkatnya peradangan sistemik di dalam tubuh, serta berbagai jalur yang berhubungan dengan munculnya penyakit.
Berbagai temuan tersebut menunjukkan, bahwa manusia tidak hanya membutuhkan hubungan sosial untuk memenuhi kebutuhan emosional, tetapi juga karena tubuh memang dirancang untuk hidup saling terhubung.
Oleh sebab itu, meluangkan waktu untuk menjaga hubungan dengan keluarga, sahabat, maupun orang-orang terdekat menjadi kebiasaan yang tidak boleh diabaikan. Penelitian menunjukkan bahwa manfaat dari hubungan, yang sehat sulit digantikan oleh faktor lain.
Secillia Nur Hafifah
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(FIR)
Perasaan bahagia lebih banyak dibentuk oleh pola hidup, kebiasaan yang dilakukan secara konsisten, serta kualitas lingkungan dan hubungan yang dimiliki.
Oleh karena itu, kebahagiaan yang bertahan lama bukan sesuatu yang muncul begitu saja, melainkan hasil dari pilihan-pilihan yang terus dilakukan setiap hari.
Para peneliti kini meyakini bahwa ada sejumlah kebiasaan, yang berkontribusi besar terhadap kesejahteraan jangka panjang. Bukan sekadar membuat seseorang merasa senang untuk sementara, tetapi membantu menciptakan kehidupan yang lebih sehat, bermakna, dan memuaskan seiring berjalannya waktu.
Jadikan hubungan dengan orang terdekat sebagai prioritas
Dilansir dari Psychology Today, salah satu temuan paling kuat berasal dari Studi Harvard, tentang Perkembangan Orang Dewasa, yang telah mengikuti kehidupan para pesertanya selama lebih dari 80 tahun.
Hasil penelitian tersebut menunjukkan, bahwa kualitas hubungan memiliki pengaruh besar terhadap kebahagiaan, kesehatan fisik, ketajaman fungsi kognitif, hingga umur panjang.
Bahkan, faktor ini dinilai lebih berpengaruh dibandingkan kekayaan, pencapaian karier, maupun IQ dalam menentukan kualitas hidup seseorang.
Saat ini, para peneliti menyebut kebugaran sosial (social fitness) sebagai bagian penting dari kesehatan, sejajar dengan olahraga dan tidur yang cukup. Artinya, hubungan yang baik juga perlu dijaga secara sadar, dan dilakukan secara konsisten agar tetap sehat.
Temuan tersebut diperkuat oleh meta-analisis tahun 2015, yang menunjukkan bahwa isolasi sosial memiliki risiko kesehatan, yang setara dengan kebiasaan merokok 15 batang rokok setiap hari.
Selain itu, penelitian di bidang biologi juga menemukan bahwa rasa kesepian berkaitan dengan meningkatnya peradangan sistemik di dalam tubuh, serta berbagai jalur yang berhubungan dengan munculnya penyakit.
Berbagai temuan tersebut menunjukkan, bahwa manusia tidak hanya membutuhkan hubungan sosial untuk memenuhi kebutuhan emosional, tetapi juga karena tubuh memang dirancang untuk hidup saling terhubung.
Oleh sebab itu, meluangkan waktu untuk menjaga hubungan dengan keluarga, sahabat, maupun orang-orang terdekat menjadi kebiasaan yang tidak boleh diabaikan. Penelitian menunjukkan bahwa manfaat dari hubungan, yang sehat sulit digantikan oleh faktor lain.
Secillia Nur Hafifah
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(FIR)