FITNESS & HEALTH
Melihat Dunia Kembali: Suksesnya Operasi Katarak Gratis bagi 86 Pasien di Surabaya
Yatin Suleha
Senin 13 Juli 2026 / 11:16
- Katarak masih menjadi salah satu penyebab utama kebutaan yang dapat dicegah di Indonesia.
- Dan dalam laman resmi Kemenkes, Indonesia menghadapi tantangan serius pada sektor kesehatan penglihatan.
- Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono sendiri bahkan menekankan bahwa kondisi ini mengancam produktivitas nasional.
Jakarta: Katarak masih menjadi salah satu penyebab utama kebutaan yang dapat dicegah di Indonesia.
Dan dalam laman resmi Kemenkes, Indonesia menghadapi tantangan serius pada sektor kesehatan penglihatan dengan mencatat sekitar 600 hingga 650 ribu kasus kebutaan akibat katarak sepanjang 2025.
Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono sendiri bahkan menekankan bahwa kondisi ini mengancam produktivitas nasional, khususnya kelompok usia lanjut.
“Jika katarak tidak ditangani, yang hilang bukan hanya penglihatan, melainkan juga peran sosial dan produktivitas mereka,” ujar Wamenkes Dante April lalu.
Meski dapat ditangani melalui tindakan operasi yang aman dan efektif, masih banyak masyarakat yang menghadapi kendala akses terhadap layanan kesehatan.
Baik karena keterbatasan ekonomi maupun kurangnya kesempatan untuk memperoleh pengobatan yang tepat.
Sebagai wujud komitmen dalam meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan mata yang berkualitas, Siloam Hospitals Surabaya bekerja sama dengan Profesional dan Usahawan Katolik (PUKAT), dan Rotary Club yang terdiri dari Rotary Club of Surabaja - Darmo District 3420 Indonesia, Rotary Club of Gangneung Yeongdong District 3730 South Korea, District 3501 Taiwan, serta The Rotary Foundation menyelenggarakan kegiatan Bakti Sosial Katarak (BASOKA) secara gratis pada 11–12 Juli lalu di Siloam Hospitals Surabaya.
Kegiatan ini merupakan rangkaian dari program bakti sosial yang diawali dengan skrining katarak pada 27 Juni 2026.
Sebanyak 273 masyarakat mengikuti pemeriksaan kesehatan mata yang dilakukan oleh dokter spesialis mata dan tim medis Siloam Hospitals Surabaya untuk mengetahui kondisi penglihatan sekaligus menentukan kelayakan menjalani tindakan operasi.
Berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut, 86 pasien dinyatakan memenuhi persyaratan dan indikasi medis sehingga dapat menjalani operasi katarak secara gratis.
Program ini menjadi bentuk nyata sinergi antara institusi layanan kesehatan dan organisasi sosial dalam menghadirkan layanan kesehatan mata yang lebih mudah diakses oleh masyarakat.
.jpeg)
(Kolaborasi yang terjalin diharapkan dapat terus berlanjut melalui berbagai program sosial yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas. Foto: Dok. Istimewa)
Seluruh pasien memperoleh pelayanan komprehensif hingga pemantauan pascaoperasi. Keberhasilan penyelenggaraan ini turut didukung oleh tim dokter spesialis mata Siloam Hospitals Surabaya yang berpartisipasi dalam proses awal hingga akhir.
Tim dokter yang terlibat terdiri dari dr. Ratna Doemilah, Sp.M., Subsp.ROO, Dr. dr. Evelyn Komaratih, Sp.M., Subsp.G , dr. Wimbo Sasono, SpM, Subsp Vit. dan lainnya.
Direktur rumah sakit Siloam Hospitals Surabaya, dr. Maria Magdalena Padmidewi, Sp.PK, mengatakan bahwa kolaborasi lintas organisasi merupakan langkah penting untuk memperluas akses layanan kesehatan yang berkualitas.
"Kesehatan mata memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga kualitas hidup seseorang. Melalui kolaborasi bersama PUKAT dan Rotary Club, kami ingin menghadirkan akses layanan operasi katarak yang aman, berkualitas, dan dapat dijangkau oleh masyarakat yang membutuhkan."
"Kami berharap dapat membantu mengurangi angka gangguan penglihatan akibat katarak sekaligus menjadi harapan baru bagi para pasien untuk kembali melihat dunia dengan lebih jelas serta menjalani kehidupan yang lebih mandiri dan produktif," ujar dr. Maria Magdalena Padmidewi, Sp.PK.
Perwakilan PUKAT, Ir. Lie Leonardo Gunawan, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan dalam membantu masyarakat memperoleh kembali penglihatan yang lebih baik melalui kolaborasi dengan berbagai pihak.
"Melalui sinergi antara organisasi sosial, tenaga kesehatan, dan rumah sakit, kami berharap semakin banyak masyarakat yang memperoleh kesempatan untuk menjalani operasi katarak."
"Penglihatan yang kembali pulih bukan hanya meningkatkan kesehatan, tetapi juga mengembalikan kepercayaan diri, kemandirian, dan produktivitas para pasien," ujar perwakilan PUKAT.
Rotary Club turut mengapresiasi terselenggaranya kegiatan ini sebagai wujud semangat gotong royong dan kepedulian terhadap kesehatan masyarakat.
Kolaborasi yang terjalin diharapkan dapat terus berlanjut melalui berbagai program sosial yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas.
Dengan dukungan dokter spesialis mata yang memiliki kompetensi di berbagai bidang oftalmologi, seluruh tindakan operasi dapat dilaksanakan sesuai standar pelayanan medis yang mengutamakan keselamatan pasien, kualitas hasil operasi, serta kenyamanan selama proses perawatan.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(TIN)
Dan dalam laman resmi Kemenkes, Indonesia menghadapi tantangan serius pada sektor kesehatan penglihatan dengan mencatat sekitar 600 hingga 650 ribu kasus kebutaan akibat katarak sepanjang 2025.
Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono sendiri bahkan menekankan bahwa kondisi ini mengancam produktivitas nasional, khususnya kelompok usia lanjut.
“Jika katarak tidak ditangani, yang hilang bukan hanya penglihatan, melainkan juga peran sosial dan produktivitas mereka,” ujar Wamenkes Dante April lalu.
Baca Juga :
Mengapa Katarak Bisa Terjadi?
Meski dapat ditangani melalui tindakan operasi yang aman dan efektif, masih banyak masyarakat yang menghadapi kendala akses terhadap layanan kesehatan.
Baik karena keterbatasan ekonomi maupun kurangnya kesempatan untuk memperoleh pengobatan yang tepat.
Sebagai wujud komitmen dalam meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan mata yang berkualitas, Siloam Hospitals Surabaya bekerja sama dengan Profesional dan Usahawan Katolik (PUKAT), dan Rotary Club yang terdiri dari Rotary Club of Surabaja - Darmo District 3420 Indonesia, Rotary Club of Gangneung Yeongdong District 3730 South Korea, District 3501 Taiwan, serta The Rotary Foundation menyelenggarakan kegiatan Bakti Sosial Katarak (BASOKA) secara gratis pada 11–12 Juli lalu di Siloam Hospitals Surabaya.
Kegiatan ini merupakan rangkaian dari program bakti sosial yang diawali dengan skrining katarak pada 27 Juni 2026.
Sebanyak 273 masyarakat mengikuti pemeriksaan kesehatan mata yang dilakukan oleh dokter spesialis mata dan tim medis Siloam Hospitals Surabaya untuk mengetahui kondisi penglihatan sekaligus menentukan kelayakan menjalani tindakan operasi.
Berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut, 86 pasien dinyatakan memenuhi persyaratan dan indikasi medis sehingga dapat menjalani operasi katarak secara gratis.
Program ini menjadi bentuk nyata sinergi antara institusi layanan kesehatan dan organisasi sosial dalam menghadirkan layanan kesehatan mata yang lebih mudah diakses oleh masyarakat.
.jpeg)
(Kolaborasi yang terjalin diharapkan dapat terus berlanjut melalui berbagai program sosial yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas. Foto: Dok. Istimewa)
Seluruh pasien memperoleh pelayanan komprehensif hingga pemantauan pascaoperasi. Keberhasilan penyelenggaraan ini turut didukung oleh tim dokter spesialis mata Siloam Hospitals Surabaya yang berpartisipasi dalam proses awal hingga akhir.
Tim dokter yang terlibat terdiri dari dr. Ratna Doemilah, Sp.M., Subsp.ROO, Dr. dr. Evelyn Komaratih, Sp.M., Subsp.G , dr. Wimbo Sasono, SpM, Subsp Vit. dan lainnya.
Direktur rumah sakit Siloam Hospitals Surabaya, dr. Maria Magdalena Padmidewi, Sp.PK, mengatakan bahwa kolaborasi lintas organisasi merupakan langkah penting untuk memperluas akses layanan kesehatan yang berkualitas.
"Kesehatan mata memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga kualitas hidup seseorang. Melalui kolaborasi bersama PUKAT dan Rotary Club, kami ingin menghadirkan akses layanan operasi katarak yang aman, berkualitas, dan dapat dijangkau oleh masyarakat yang membutuhkan."
"Kami berharap dapat membantu mengurangi angka gangguan penglihatan akibat katarak sekaligus menjadi harapan baru bagi para pasien untuk kembali melihat dunia dengan lebih jelas serta menjalani kehidupan yang lebih mandiri dan produktif," ujar dr. Maria Magdalena Padmidewi, Sp.PK.
Perwakilan PUKAT, Ir. Lie Leonardo Gunawan, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan dalam membantu masyarakat memperoleh kembali penglihatan yang lebih baik melalui kolaborasi dengan berbagai pihak.
"Melalui sinergi antara organisasi sosial, tenaga kesehatan, dan rumah sakit, kami berharap semakin banyak masyarakat yang memperoleh kesempatan untuk menjalani operasi katarak."
"Penglihatan yang kembali pulih bukan hanya meningkatkan kesehatan, tetapi juga mengembalikan kepercayaan diri, kemandirian, dan produktivitas para pasien," ujar perwakilan PUKAT.
Rotary Club turut mengapresiasi terselenggaranya kegiatan ini sebagai wujud semangat gotong royong dan kepedulian terhadap kesehatan masyarakat.
Baca Juga :
Katarak di Usia Muda, Mitos atau Fakta?
Kolaborasi yang terjalin diharapkan dapat terus berlanjut melalui berbagai program sosial yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas.
Dengan dukungan dokter spesialis mata yang memiliki kompetensi di berbagai bidang oftalmologi, seluruh tindakan operasi dapat dilaksanakan sesuai standar pelayanan medis yang mengutamakan keselamatan pasien, kualitas hasil operasi, serta kenyamanan selama proses perawatan.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(TIN)