FITNESS & HEALTH

Wajib Tahu: Jurus 20-20-20 Biar Mata Gak Burnout Akibat Sinar Biru

Yatin Suleha
Minggu 21 Juni 2026 / 17:36
Ringkasnya gini..
  • Sekarang ini, mata kita benar-benar diuji karena harus menatap layar terus-menerus, dari balita sampai dewasa.
  • Harus hati-hati ya, soalnya penggunaan gawai yang intens banget bisa berpengaruh ke perkembangan mata si kecil.
  • Untuk menjaga kesehatan mata, dr. Zoraya menyarankan penerapan aturan 20-20-20, yakni mengalihkan pandangan ke objek.
Jakarta: Sekarang ini, mata kita benar-benar diuji karena harus menatap layar terus-menerus, dari balita sampai dewasa. 

Karena kita hidup di era digital, penting banget buat mulai peduli kesehatan mata sejak dini supaya enggak ada masalah serius nantinya.

Apalagi, anak-anak sekarang sudah akrab sama gadget buat hiburan atau belajar. Harus hati-hati ya, soalnya penggunaan gawai yang intens banget bisa berpengaruh ke perkembangan mata si kecil.

"Semakin dia bertambah usia, maka semakin intens terhadap digital. Terutamanya pada anak-anak usia pertumbuhan, itu dapat memengaruhi pertumbuhan mata minusnya," kata dr. Zoraya Ariefia Feranthy, Sp.M-Dokter Konsultan Spesialis Mata Mayapada Eye Centre dalam acara Media Gathering Bersama Mayapada Eye Centre (MEC) di The Orient Hotel, Jakarta, beberapa hari lalu.
 
Ia mengingatkan bahwa WHO memperkirakan setengah populasi dunia, berpotensi mengalami rabun jauh pada 2050. 

Oleh karena itu, orang tua perlu mengatur durasi penggunaan gawai sesuai usia, dan mengikuti rekomendasi yang telah ditetapkan.
 

Aturan 20-20-20 dan dampak sinar biru


Untuk menjaga kesehatan mata, dr. Zoraya menyarankan penerapan aturan 20-20-20, yakni mengalihkan pandangan ke objek berjarak sekitar 6 meter selama 20 detik, setiap 20 menit melakukan aktivitas melihat dekat.

"20 minutes melihat dekat, lihat jauh 20 seconds untuk objek yang ada di 20 feet atau 6 meter," ujarnya.

Menurutnya, kebiasaan sederhana ini, membantu merilekskan otot mata dan mengurangi risiko kelelahan mata, akibat penggunaan layar dalam waktu lama.

"Dengan kita mengalihkan pandangan, lihat jauh, itu otot-otot kita relaks. Jadi paling enggak kita mengurangi kemungkinan, computer vision syndrome atau fatigue eye," ungkap dr. Zoraya.

Selain itu, paparan sinar biru secara terus-menerus juga dapat mengganggu ritme sirkadian tubuh, yang berpengaruh terhadap kualitas tidur dan kualitas hidup secara keseluruhan.
 

Kesehatan mata adalah investasi jangka panjang



(Untuk menjaga kesehatan mata dalam jangka panjang, dr. Zoraya Ariefia Feranthy, Sp.M-Dokter Konsultan Spesialis Mata Mayapada Eye Centre menekankan pentingnya menerapkan aturan 20-20-20, menjaga pola tidur, dan memenuhi kebutuhan nutrisi harian. Foto: Dok. Medcom.id/Secillia Nur Hafifah)

Dr. Zoraya menilai kualitas penglihatan sering luput dari perhatian, meski menjadi bagian penting dari kualitas hidup.

"Mempersiapkan kualitas penglihatan itu sebuah investasi juga yang harus dimulai dari kecil," katanya.

Ia mengungkapkan, banyak pasien yang datang untuk tindakan koreksi penglihatan, mengeluhkan infeksi akibat penggunaan lensa kontak yang kurang higienis.

"Keluhan nomor satu yang paling menyertai adalah bolak-balik ke dokter mata, untuk masalah infeksi akibat kontak lens," ungkapnya.

Selain itu, penggunaan kacamata yang mengganggu aktivitas olahraga serta kebutuhan pekerjaan tertentu, juga menjadi alasan banyak orang mencari solusi koreksi penglihatan.
 

Presbiopia bisa datang lebih cepat


Dr. Zoraya menjelaskan bahwa presbiopia atau mata tua, terjadi akibat berkurangnya elastisitas otot mata, yang berfungsi memfokuskan penglihatan jarak dekat dan jauh.

Menurutnya, kondisi tersebut dipengaruhi faktor genetik dan kebiasaan. Aktivitas melihat dekat dengan intensitas tinggi, diduga membuat presbiopia mulai ditemukan pada usia yang lebih muda, meski masih memerlukan penelitian lebih lanjut.
 
Untuk menjaga kesehatan mata dalam jangka panjang, ia menekankan pentingnya menerapkan aturan 20-20-20, menjaga pola tidur, dan memenuhi kebutuhan nutrisi harian.

"Nutrisi yang baik, pola tidur yang baik, itu semua akan berpengaruh terhadap longevity atau kesehatan mata kita jangka panjang," pungkasnya.


Secillia Nur Hafifah

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(TIN)

MOST SEARCH