FITNESS & HEALTH

Aksi Nyata Kemenkes: Gandeng UEA Buat Operasi Mata Gratis

Yatin Suleha
Senin 27 April 2026 / 07:05
Ringkasnya gini..
  • Kementerian Kesehatan lagi memperkuat kerja sama bareng Noor Dubai Foundation dari Uni Emirat Arab nih.
  • Selain pemerintah berencana memperluas jangkauan layanan melalui teknologi konsultasi medis jarak jauh.
  • Bakti sosial ini dipusatkan di Vision Center Kapuas, fasilitas kesehatan mata yang telah melayani masyarakat sejak Juli 2023.
Jakarta: Kementerian Kesehatan lagi memperkuat kerja sama bareng Noor Dubai Foundation dari Uni Emirat Arab. Tujuannya mulia banget, yaitu kasih layanan kesehatan mata buat masyarakat yang selama ini susah akses medis. 

Berkat dana hibah sekitar 294.222 Dirham, ada 500 warga yang bisa dapat bantuan operasi katarak gratis!

Program ini jadi bukti nyata kalau pemerintah pengin memastikan gak ada lagi warga yang kehilangan masa produktifnya cuma karena gangguan penglihatan yang sebenarnya bisa disembuhkan.

Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono, menyebutkan kalau kemitraan ini adalah bagian dari komitmen yang sudah dimulai sejak tahun 2025. Ke depannya, kerja sama ini bakal terus dikembangkan supaya punya payung hukum yang lebih kuat buat berbagai program kesehatan mata lainnya.
 
Selain pemerintah berencana memperluas jangkauan layanan melalui teknologi konsultasi medis jarak jauh agar warga di daerah pelosok bisa mendapatkan pemeriksaan dari dokter spesialis secara cepat dan terintegrasi dengan rumah sakit pusat.

"Melalui operasi ini, kita berharap para pasien dapat kembali melihat dunia dengan jelas. Ini adalah sebuah harapan sederhana tentang merasakan kembali kualitas hidup yang lebih baik bagi masyarakat kita," ujar Wamenkes Dante saat meninjau pelaksanaan operasi di Vision Center Kapuas, Kamis (24/4). 

Wamenkes juga menekankan bahwa penguatan layanan ini sangat penting mengingat data nasional menunjukkan setidaknya 48 persen dari 21 juta warga yang telah di skrining kesehatan, dan 6 persen di antaranya mengalami gangguan penglihatan yang memerlukan penanganan lebih lanjut.



(Data Kementerian Kesehatan menunjukkan katarak menjadi penyebab utama kebutaan penduduk usia di atas 50 tahun (81,2%).  Foto: Dok. Birkom Kemenkes)

Pelaksanaan operasi ini dilakukan dengan prosedur yang sangat teliti demi menjamin keselamatan pasien melalui dua tahap pemeriksaan ketat. Awalnya, petugas kesehatan bersama kader di lapangan menyaring warga yang memiliki keluhan penglihatan. 

Setelah itu, tim dokter ahli dari Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI) melakukan pemeriksaan mendalam, mulai dari pengecekan gula darah hingga pengukuran bola mata untuk menentukan lensa tanam yang paling sesuai.

Langkah ini memastikan setiap pasien berada dalam kondisi fisik yang aman sebelum menjalani tindakan bedah.

Kabupaten Kapuas dipilih menjadi salah satu lokasi utama pelaksanaan karena tantangan geografis dan terbatasnya akses warga terhadap dokter spesialis. 
 
Bakti sosial ini dipusatkan di Vision Center Kapuas, fasilitas kesehatan mata yang telah melayani masyarakat sejak Juli 2023. 

Hingga saat ini, program bantuan tersebut telah berhasil menjangkau 200 pasien di Kalimantan Tengah, serta masing-masing 150 pasien di Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur, sebagai bagian dari upaya pemerintah mengejar target pemulihan penglihatan nasional bagi seluruh lapisan masyarakat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(TIN)

MOST SEARCH