Dewan Redaksi Media Group Jaka Budi Santosa/Media Indonesia/Ebet
Dewan Redaksi Media Group Jaka Budi Santosa/Media Indonesia/Ebet (Jaka Budi Santosa)

Jaka Budi Santosa

Jaka Budi Santosa

Kekhawatiran yang Melegakan

Pilar covid-19 pandemi covid-19 Podium Omicron Varian Omicron
Jaka Budi Santosa • 25 Februari 2022 05:53
Jakarta: Perasaan cemas, khawatir, kerap menimbulkan pikiran negatif. Ia dapat memicu stres hingga depresi, bisa pula memengaruhi metabolisme tubuh. Masuk akal jika di tengah pandemi ini kita disarankan untuk mengelola emosi agar tidak cemas, agar tidak stres. Muaranya, agar imun terjaga.
 
Perasaan cemas, khawatir yang berlebihan sebaiknya dihindari. Itu kata para ahli. Akan tetapi, bukan berarti perasaan tersebut harus disingkirkan sebab, rasa cemas, khawatir, juga bermaanfaat. Ia punya daya guna untuk membangun diri, untuk melindungi diri.
 
Baca:Satgas Covid-19: Positivity Rate Meroket 17,61% Sepekan Terakhir

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


 
Sejumlah ilmuwan menyimpulkan kecemasan belum tentu berujung pada sesuatu yang buruk. Justru sebaliknya, rasa cemas yang baik mendorong seseorang untuk memiliki semangat lebih terhadap kehidupan. Sisi positif rasa cemas dipaparkan di situs Verywell Mind. Salah satunya, kekhawatiran yang timbul bisa menjadi 'peringatan dini' bagi diri untuk menghadapi perubahan penting yang tidak pernah disadari.
 
Karena itu, jangan pernah bermusuhan dengan rasa cemas. Jangan haramkan ia dalam diri Anda. Yang utama, bagaimana mengelolanya secara benar agar berguna.
 
Pada konteks itu pula kiranya hasil survei terkini yang dilakukan Indikator Politik Indonesia menjadi kabar baik di tengah situasi yang masih buruk akibat covid-19. Survei menunjukkan mayoritas masyarakat Indonesia khawatir tertular varian Omicron.
 
Sigi dilakukan secara online pada 15 Januari hingga 17 Februari 2022.
 
Survei menyasar target populasi warga negara Indonesia berusia 17 tahun atau sudah menikah dan memiliki akses internet lewat smartphone. Sebanyak 626 responden mengisi kuesioner secara online. Margin of error sekitar 4% dengan tingkat kepercayaan 95%.
 
Hasilnya, 25,8% responden mengatakan sangat khawatir tertular Omicron. Lalu, 41% cukup khawatir, 28,5% biasa saja, dan 2,2% tidak khawatir. Artinya, ada sekitar 66,8% yang mengkhawatirkan terpapar varian anyar covid-19 itu.

 
Read All

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif