Berdasarkan informasi terbaru BMKG pada 22 September 2026, sebanyak 529 Zona Musim (ZOM) atau 61,08 persen wilayah Indonesia diprediksi mengalami awal musim hujan yang mundur dari rata-rata klimatologisnya.
Kondisi tersebut dipengaruhi oleh fenomena El Niño dengan intensitas sangat kuat serta Indian Ocean Dipole (IOD) yang berdampak terhadap berkurangnya curah hujan di Indonesia.
Lantas, kapan musim hujan 2026 dimulai dan kapan puncaknya? Berikut prediksi terbaru BMKG.
Musim Hujan 2026 Diprediksi Datang Lebih Lambat
BMKG menyebut awal musim hujan periode 2026/2027 di sebagian besar wilayah Indonesia mengalami kemunduran dibandingkan rata-rata klimatologis. Fenomena El Niño yang saat ini berada pada intensitas sangat kuat menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kondisi tersebut.Berdasarkan pemantauan BMKG, indeks Nino3.4 Samudra Pasifik pada akhir bulan Agustus 2026 sebesar +2,83 dengan nilai indeks ENSO periode Juli-Agustus-September (JAS) sebesar +2,63 yang mengindikasikan El Nino sangat kuat.
Sementara di Samudra Hindia, tercatat indeks IOD bulan Agustus +0,376 dan berpeluang menuju fase positif hingga akhir tahun.
Apakah Oktober 2026 Sudah Masuk Musim Hujan?
Belum seluruh wilayah Indonesia memasuki musim hujan pada Oktober 2026. Awal musim hujan berbeda-beda karena setiap wilayah memiliki karakteristik iklim dan Zona Musim yang berbeda.Sebagian besar wilayah baru akan mengawali musim hujan pada bulan November 2026 (185 ZOM/24,66% wilayah) dan Desember 2026 (266 ZOM/17,31% wilayah).
Cakupan wilayah yang mengalami musim hujan mulai November di antaranya yaitu sebagian Sumatera, sebagian Jawa, sebagian Kalimantan, sebagian Bali, sebagian NTB, sebagian kecil NTT, sebagian Sulawesi, sebagian Maluku Utara, sebagian Maluku, Papua Barat bagian utara, dan sebagian Papua Selatan.
Kemudian musim hujan bulan Desember dialami sebagian Lampung, sebagian besar Jawa, sebagian Kalimantan Selatan (Kalsel), sebagian besar Bali, sebagian besar NTB, sebagian besar NTT, sebagian besar Sulawesi, sebagian Malut, sebagian Maluku, dan Papua Selatan bagian selatan.
Puncak Musim Hujan 2026/2027
Meskipun awal musim hujan diprediksi mundur, puncak musim hujan tetap berbeda menurut wilayah. BMKG memperkirakan sebagian besar wilayah Indonesia mengalami puncak musim hujan pada Desember 2026, Januari 2027, dan Februari 2027.Rinciannya sebagai berikut:
- Desember 2026: 155 ZOM atau sekitar 36,94% luas daratan Indonesia.
- Januari 2027: 162 ZOM atau sekitar 25,68% luas daratan Indonesia.
- Februari 2027: 190 ZOM atau sekitar 16,79% luas daratan Indonesia.
Sementara itu, wilayah yang diprediksi mengalami puncak musim hujan pada Januari 2027 adalah Riau bagian selatan, Kepulauan Riau bagian tengah, sebagian kecil Jambi, Bengkulu bagian utara, Kepulauan Bangka Belitung.
Selain itu, puncak musim hujan pada Januari 2027 juga diprediksi terjadi di Sumatera Selatan bagian barat, Lampung bagian utara, sebagian Jawa, Bali bagian tengah, NTB bagian barat, sebagian NTT, sebagian Kalimantan Barat, sebagian besar Kalimantan Tengah, sebagian kecil Kalimantan Timur, sebagian Kalimantan Selatan, sebagian Sulawesi, sebagian kecil Maluku Utara, Maluku bagian barat, dan sebagian Pulau Papua
Adapun wilayah yang diprediksi mengalami puncak musim hujan pada bulan Februari 2027 adalah Lampung bagian tengah, sebagian besar Jawa, sebagian besar Bali, sebagian NTB, sebagian besar NTT, Sulawesi Barat bagian selatan, sebagian Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara bagian selatan, sebagian Maluku, dan sebagian besar Pulau Papua.
Selain itu, puncak musim hujan pada Januari 2027 juga diprediksi terjadi di Sumatera Selatan bagian barat, Lampung bagian utara, sebagian Jawa, Bali bagian tengah, NTB bagian barat, sebagian NTT, sebagian Kalimantan Barat, sebagian besar Kalimantan Tengah, sebagian kecil Kalimantan Timur, sebagian Kalimantan Selatan, sebagian Sulawesi, sebagian kecil Maluku Utara, Maluku bagian barat, dan sebagian Pulau Papua
Adapun wilayah yang diprediksi mengalami puncak musim hujan pada bulan Februari 2027 adalah Lampung bagian tengah, sebagian besar Jawa, sebagian besar Bali, sebagian NTB, sebagian besar NTT, Sulawesi Barat bagian selatan, sebagian Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara bagian selatan, sebagian Maluku, dan sebagian besar Pulau Papua.
Musim Hujan 2026/2027 Diprediksi Lebih Singkat
Selain datang lebih lambat, BMKG memprediksi musim hujan 2026/2027 secara umum akan berlangsung lebih singkat dibandingkan kondisi normal, yakni pada 482 ZOM yang mencakup 51,90% luas daratan Indonesia, lebih panjang dari normalnya pada 60 ZOM yang mencakup 8,58% luas daratan Indonesia, dan sama dengan normalnya pada 40 ZOM yang mencakup 5,06% luas daratan IndonesiaSobat Medcom, yuk persiapkan diri menghadapi perubahan musim dengan tetap memantau informasi cuaca dan iklim terbaru dari BMKG. (Adinda Kinanthi)