Ilustrasi El Nino. Foto: medcom.id
Ilustrasi El Nino. Foto: medcom.id

El Nino 2026 Makin Menguat, Berpotensi Jadi Salah Satu yang Terkuat Sejak 1950

Annisa ayu artanti • 26 Agustus 2026 19:27
Ringkasnya gini..
  • NOAA memperkirakan El Nino 2026 terus menguat hingga akhir tahun dan memiliki peluang 69 persen menjadi salah satu peristiwa El Nino terkuat sejak pencatatan 1950.
  • Fenomena El Nino 2026 diprediksi mencapai intensitas sangat kuat pada musim gugur hingga musim dingin dan berpotensi meningkatkan risiko sejumlah dampak cuaca ekstrem di berbagai wilayah.
  • El Nino berbeda dengan La Nina karena ditandai pemanasan suhu permukaan laut di wilayah Pasifik tropis, sementara La Nina berkaitan dengan pendinginan suhu laut di kawasan tersebut.
Jakarta: Fenomena El Nino 2026 terus menunjukkan penguatan dan mulai menjadi perhatian karena intensitasnya diperkirakan dapat mencapai level yang sangat kuat pada akhir tahun. Jika perkembangan tersebut berlanjut sesuai prediksi, El Nino kali ini berpotensi masuk jajaran peristiwa terkuat sejak pencatatan dimulai pada 1950.
 
Berdasarkan pembaruan National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) 13 Agustus 2026, yang dilansir dari laman Climate Prediction Center pada Rabu, 26 Agustus 2026, NOAA menyebut El Nino saat ini terus menguat dengan suhu permukaan laut di wilayah Pasifik khatulistiwa bagian timur yang berada lebih dari 2 derajat Celsius di atas rata-rata.
 
Indeks Nino-3.4 pada Juli 2026 tercatat sebesar +1,4 derajat Celsius, sementara indeks Nino-3 dan Nino-1+2 masing-masing mencapai +1,7 dan +2,9 derajat Celsius. 

El Nino diperkirakan terus menguat hingga akhir tahun. NOAA mencatat peluang sebesar 69 persen bahwa El Nino pada periode Oktober-Desember 2026 akan mencapai level historis yang melampaui kekuatan peristiwa El Nino sebelumnya sejak 1950. NOAA juga memperkirakan peluang lebih dari 90 persen bahwa El Nino akan berada pada kategori sangat kuat selama musim gugur dan musim dingin 2026-2027.
 
Kondisi tersebut membuat perhatian terhadap El Nino kembali meningkat, terutama karena fenomena ini dapat mempengaruhi pola cuaca dan iklim di berbagai wilayah dunia. 

Kekuatan El Nino Bisa Masuk Jajaran Rekor

Prediksi eksperimental dari Geophysical Fluid Dynamics Laboratory (GFDL) NOAA yang diperbarui 6 Agustus 2026 juga menunjukkan El Nino berpeluang terus menguat sepanjang musim gugur dan mencapai puncak sekitar Oktober hingga Januari. Seluruh 30 anggota ensemble dalam model tersebut memproyeksikan kekuatan puncak El Nino akan bersaing dengan sejumlah peristiwa terkuat dalam catatan sejarah.
 
Meski begitu, kekuatan El Nino tidak otomatis berarti dampaknya akan sama di seluruh wilayah dunia. NOAA menegaskan bahwa semakin kuat suatu fenomena El Nino, peluang munculnya dampak yang berkaitan dengan El Nino memang meningkat, tetapi dampak tersebut tidak dijamin terjadi di setiap wilayah.
 
Baca Juga: Kapan Musim Kemarau 2026 Berakhir? Ini Prediksi Terbaru BMKG

Apa Bedanya El Nino dan La Nina?

Berdasarkan Climate Prediction Center, secara sederhana El Nino merupakan fenomena iklim yang ditandai oleh pemanasan suhu permukaan laut di wilayah Pasifik tropis bagian tengah dan timur. Perubahan suhu tersebut kemudian dapat mempengaruhi pola atmosfer dan cuaca di berbagai kawasan dunia.
 
Sebaliknya, La Nina berkaitan dengan kondisi pendinginan suhu permukaan laut di wilayah Pasifik tropis. Sementara ketika kedua fenomena tersebut tidak terjadi, kondisi disebut ENSO-neutral atau netral, yakni pola iklim berada di antara fase El Nino dan La Nina. Saat ini, NOAA menetapkan status El Nino Advisory dan menyebut seluruh periode prakiraan hingga awal 2027 masih memiliki probabilitas El Nino yang sangat tinggi. (Wisa Irena Br Sitepu)
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ANN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan