Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi Agustus 2026 menjadi salah satu periode puncak musim kemarau di Indonesia. Pada pemutakhiran Juni, sebanyak 369 Zona Musim (ZOM) atau sekitar 48,84 persen wilayah daratan diprediksi mengalami puncak kemarau pada Agustus.
BMKG juga memprediksi sebagian besar wilayah Indonesia mengalami musim kemarau yang lebih panjang dibandingkan kondisi normal.
Sebanyak 437 ZOM atau 48,77 persen luas daratan Indonesia diprediksi mengalami durasi kemarau lebih panjang dari normal. Sementara itu, sebagian besar wilayah lainnya memiliki durasi kemarau sekitar 10 hingga 21 dasarian.
Kondisi tersebut berkaitan dengan penguatan fenomena El Niño. BMKG memprediksi El Niño bertahan setidaknya hingga awal kuartal pertama 2027.
Meski demikian, dampak utamanya terhadap Indonesia lebih terasa ketika fenomena tersebut bertepatan dengan musim kemarau.
BMKG menjelaskan musim kemarau tidak berakhir pada waktu yang sama di seluruh Indonesia. Setiap wilayah memiliki karakteristik musim yang berbeda sehingga waktu berakhirnya kemarau juga dapat berbeda.
Kapan hujan mulai datang?
Masyarakat tidak bisa mengartikan berakhirnya puncak kemarau sebagai tanda seluruh wilayah Indonesia langsung memasuki musim hujan.BMKG memprediksi curah hujan kategori tinggi mulai muncul bertahap pada Oktober-November 2026. Artinya, peralihan dari kondisi kemarau menuju musim hujan berlangsung bertahap dan waktunya dapat berbeda antarwilayah.
Jadi, kapan musim kemarau 2026 berakhir?
Berdasarkan informasi BMKG terbaru, puncak kemarau terjadi pada Agustus-September 2026. Sedangkan, curah hujan tinggi diperkirakan mulai muncul bertahap pada Oktober-November 2026, tetapi belum ada tanggal pasti terkait berakhirnya musim kemarau 2026.Waktu peralihan musim tetap bergantung pada wilayah masing-masing. Karena itu, masyarakat sebaiknya tidak hanya berpatokan pada prediksi secara nasional, tetapi juga melihat informasi cuaca dan iklim untuk wilayah tempat tinggalnya.
BMKG memastikan akan terus memperbarui dan memutakhirkan informasi prediksi iklim. Hal ini untuk mendukung langkah adaptasi dan mitigasi responsif di seluruh sektor terdampak.
Nah, untuk mendapatkan informasi terbaru mengenai perkembangan musim kemarau, potensi hujan, dan prakiraan cuaca di masing-masing daerah, Sobat Medcom dapat melihat melalui laman resmi BMKG. (Levina Fidelia)
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda