Peneliti Universitas Indonesia (UI) meneliti CYP2C19, salah satu gen yang berperan dalam metabolisme sejumlah obat. Penelitian melalui systematic review dan meta-analysis terhadap studi mengenai variasi CYP2C19 pada populasi Asia Tenggara.
Hasil penelitian menunjukkan adanya variasi genetik antarpopulasi yang berkaitan dengan perbedaan respons terhadap beberapa jenis obat. Penelitian berjudul “CYP2C19 variability and clinical outcomes of clopidogrel, proton pump inhibitors, and voriconazole in Southeast Asia: a systematic review and meta-analysis” ditulis oleh Harri Hardi, Agian Jeffilano Barinda, Liganda Endo Mahata, dan Zahra Fitrianti. Berikut penelitian lengkapnya dikutip dari akun Instagram @univ_indonesia:
Mengenal CYP2C19 dan kaitannya dengan obat
CYP2C19 merupakan gen yang berkaitan dengan kemampuan tubuh dalam metabolisme sejumlah obat. Variasi pada gen tersebut dapat membuat kemampuan seseorang dalam memproses obat berbeda.Dalam penelitian yang dilakukan peneliti di Fakultas Kedokteran UI, kemampuan metabolisme CYP2C19 dikelompokkan, antara lain, menjadi normal, intermediate, dan poor. Perbedaan kemampuan metabolisme tersebut dapat berpengaruh terhadap perjalanan obat di dalam tubuh dan pada akhirnya dapat berkaitan dengan respons terhadap pengobatan.
Penelitian UI menemukan variasi CYP2C19 pada populasi Asia Tenggara secara umum menunjukkan pola yang lebih dekat dengan populasi Asia Timur. Namun, terdapat beberapa perbedaan antarpopulasi.
Indian Singaporeans dan Malaysians dalam analisis tersebut menunjukkan pola yang lebih mendekati populasi Asia Selatan dan Asia Tengah, sedangkan populasi Papuans menunjukkan kemiripan dengan populasi Oseania.
Untuk memperoleh gambaran tersebut, tim peneliti melakukan systematic review dan meta-analysis. Pencarian dilakukan melalui sejumlah basis data ilmiah, kemudian hasil yang diperoleh dianalisis menggunakan metode meta-analysis. Secara keseluruhan, penelitian tersebut menggunakan 72 studi sebagai dasar analisis.
Peneliti tidak hanya melihat variasi CYP2C19, tetapi juga kaitannya dengan hasil pengobatan clopidogrel, proton pump inhibitors (PPI), dan voriconazole.
Respons terhadap Clopidogrel bisa berbeda
Salah satu temuan penting penelitian berkaitan dengan clopidogrel, obat yang digunakan dalam terapi tertentu untuk mencegah kejadian kardiovaskular.Clopidogrel perlu mengalami proses metabolisme di dalam tubuh agar dapat menghasilkan bentuk aktifnya. Dalam proses tersebut, CYP2C19 memiliki peran penting. Karena itu, variasi pada CYP2C19 dapat berkaitan dengan perbedaan respons seseorang terhadap clopidogrel.
Hasil meta-analysis UI menunjukkan pengguna clopidogrel dengan fenotipe intermediate dan poor metabolizer memiliki peningkatan kejadian major adverse cardiovascular events (MACE), hypoaggregation, dan resistensi terhadap clopidogrel.
Dengan kata lain, perbedaan kemampuan tubuh dalam metabolisme obat menjadi salah satu faktor yang perlu dipahami ketika meneliti mengapa respons terhadap obat dapat berbeda antara satu orang dan orang lainnya.
Bagaimana dengan Obat PPI?
Selain clopidogrel, penelitian ini melihat hubungan CYP2C19 dengan proton pump inhibitors (PPI). Peneliti menemukan adanya kecenderungan perbedaan efektivitas terapi PPI untuk Helicobacter pylori berdasarkan fenotipe metabolisme CYP2C19.Dalam hasil penelitian, efektivitas terapi tersebut cenderung lebih rendah pada kelompok normal dan intermediate metabolizer dibandingkan poor metabolizer.
Bukan Berarti Semua Orang Harus Tes Genetik
Meski menunjukkan adanya hubungan antara variasi CYP2C19 dan respons terhadap obat, penelitian tersebut belum menjadi dasar bahwa setiap orang harus menjalani tes genetik sebelum mengonsumsi obat.UI mencatat masih dibutuhkan penelitian berkualitas tinggi, termasuk randomized controlled trials (RCT) mengenai pemeriksaan farmakogenetik. Penelitian lanjutan diperlukan untuk memperkuat bukti sebelum penerapan pemeriksaan CYP2C19 dapat dilakukan secara lebih luas di Asia Tenggara.
Karena itu, temuan ini lebih tepat dipandang sebagai bagian dari upaya memahami farmakogenetik, yakni bidang yang mempelajari bagaimana variasi genetik dapat memengaruhi respons seseorang terhadap obat. (Levina Fidelia)