ISK. DOK Freepik
ISK. DOK Freepik

Peneliti Temukan Bakteri Baru Penyebab ISK yang Kebal Antibiotik

Renatha Swasty • 27 Juli 2026 10:02
Ringkasnya gini..
  • Penelitian temukan bakteri Pseudomonas aeruginosa sebabkan ISK hingga 4% di Gulf Coast, 2 kali lipat rata-rata nasional.
  • Peneliti identifikasi galur genetik baru yang erat kaitannya dengan pasien pengguna kateter urine dan penderita diabetes.
  • Hampir sepertiga isolat bakteri ditemukan resisten terhadap levofloxacin, memicu kekhawatiran terkait resistensi antibiotik.
Jakarta: Sebagian besar kasus infeksi saluran kemih (ISK) disebabkan oleh bakteri Escherichia coli (E. coli). Namun, penelitian baru dari University of South Alabama mengungkap adanya penyebab bakteri yang mulai muncul pada ISK.
 
Peneliti menemukan bakteri Pseudomonas aeruginosa menyebabkan sekitar 4 persen kasus ISK di wilayah Gulf Coast, hampir dua kali lipat dari rata-rata nasional. Tim peneliti juga mengidentifikasi galur (strain) genetik bakteri yang sebelumnya belum diketahui, serta pola resistensi antibiotik yang mengkhawatirkan.
 
Studi itu dipublikasikan di jurnal mSphere milik American Society for Microbiology
berjudul "Emerging pathogens in urinary tract infections: virulence and phenotypic characterization of Pseudomonas aeruginosa strains". Penelitian dipimpin oleh Allyson Shea, Ph.D., asisten profesor mikrobiologi dan imunologi di Frederick P. Whiddon College of Medicine, dengan Rachel Fleck, mahasiswa kedokteran tahun pertama yang akan segera memulai studinya, sebagai penulis utama.

Pseudomonas aeruginosa relatif belum banyak diteliti dalam bidang infeksi saluran kemih (ISK) dibandingkan dengan patogen seperti E. coli. Virulensi Pseudomonas berasal dari model infeksi paru-paru dan luka, padahal saluran kemih merupakan lingkungan yang sangat berbeda. 
 
Tim peneliti menganalisis 55 sampel bakteri yang dikumpulkan dari pasien penderita ISK. Hal itu untuk melihat perbedaan genetik antar bakteri, cara mereka menimbulkan penyakit, serta respons mereka terhadap antibiotik.
 
Salah satu temuan paling penting dari studi ini adalah ditemukannya sejumlah galur genetik yang sebelumnya belum pernah teridentifikasi.
 
"Ini menunjukkan masih ada keragaman yang belum banyak dipahami di antara isolat P. aeruginosa penyebab ISK," ujar Shea dikutip dari laman news-medical.net, Senin, 27 Juli 2026.
  "Banyak galur yang beredar pada populasi pasien lokal kami tidak sesuai dengan tipe sekuens yang telah dideskripsikan sebelumnya, yang menunjukkan betapa terbatasnya pemahaman kita tentang P. aeruginosa pada saluran kemih."
 
Para peneliti juga menemukan keterkaitan antara galur bakteri tertentu dengan kelompok pasien tertentu. Satu galur lebih sering ditemukan pada pasien yang menggunakan kateter urine, sementara galur lain dikaitkan dengan penderita diabetes.
 
Studi ini juga mengidentifikasi pola resistensi antibiotik. Hampir sepertiga dari isolat bakteri resisten terhadap levofloxacin, antibiotik yang umum diresepkan, dan beberapa galur bahkan resisten terhadap berbagai jenis antibiotik sekaligus, sehingga membuat infeksi lebih sulit diobati.
 
Meski tingginya prevalensi di wilayah ini memunculkan pertanyaan penting, Shea menegaskan para peneliti belum mengetahui secara pasti mengapa bakteri ini tampak lebih umum di wilayah Gulf Coast.
 
"Kemungkinan besar penyebabnya bersifat multifaktor. Faktor-faktor seperti iklim, karakteristik populasi pasien, paparan yang terkait dengan layanan kesehatan, serta kondisi penyakit penyerta (komorbiditas) mungkin turut berperan, tetapi diperlukan studi epidemiologi yang lebih besar untuk memastikannya," papar dia.
 
Temuan ini belum memberikan dampak langsung terhadap perawatan pasien. Namun, Shea berharap penelitian ini dapat mengungkap keragaman genom dan fenotipe galur P. aeruginosa penyebab ISK. 
 
"Mengidentifikasi keragaman tersebut merupakan langkah awal yang penting untuk memahami bagaimana infeksi ini berkembang dan bertahan di dalam saluran kemih," tutur dia.
 
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(REN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan