Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama, Waryono Abdul Ghafur, mengatakan pemanfaatan zakat untuk pendidikan merupakan bentuk pemberdayaan yang manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
“Zakat tidak hanya hadir untuk memenuhi kebutuhan hari ini. Melalui pendidikan, zakat dapat menjadi investasi sosial yang membuka kesempatan bagi generasi muda untuk meningkatkan kapasitas, membangun kemandirian, dan mempersiapkan masa depan,” ujar Waryono dikutip dari laman kemenag.go.id, Selasa, 15 September 2026.
Dukungan pendidikan melalui zakat perlu disertai pembinaan agar penerima manfaat tidak hanya mendapatkan bantuan biaya pendidikan, tetapi juga berkembang dari sisi karakter, kompetensi, kepemimpinan, dan kepedulian sosial.
“Kita ingin BeZakat tidak berhenti pada pemberian beasiswa. Ada proses pembinaan agar para awardee tumbuh menjadi generasi yang berilmu, berakhlak, memiliki kepemimpinan, dan kelak mampu memberikan manfaat kembali kepada masyarakat,” kata dia.
BeZakat 2026 bekerja sama dengan 21 perguruan tinggi negeri, terdiri atas 10 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) dan 11 Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Kesepuluh PTKIN mitra BeZakat yaitu:
Perguruan tinggi mitra BeZakat 2026
- UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
- UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
- UIN Walisongo Semarang
- UIN Maulana Malik Ibrahim Malang
- UIN Sunan Ampel Surabaya
- UIN Sunan Gunung Jati Bandung
- UIN Imam Bonjol Padang
- UIN Alauddin Makassar
- UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto
- UIN Raden Fatah Palembang

Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama, Waryono Abdul Ghafur. DOK Kemenag
Sementara itu, 11 PTN mitra meliputi:
- Universitas Indonesia
- IPB University
- Institut Teknologi Bandung
- Universitas Airlangga
- Universitas Brawijaya
- Universitas Hasanuddin
- Universitas Pendidikan Indonesia
- Universitas Padjadjaran
- Universitas Gadjah Mada
- Institut Teknologi Sepuluh Nopember
- Universitas Diponegoro
Waryono mengatakan pemberdayaan zakat membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, lembaga zakat, perguruan tinggi, dan penerima manfaat.
“Kita tidak bisa bekerja sendiri. Kementerian Agama, lembaga zakat, perguruan tinggi, mahasiswa, dan berbagai pihak perlu berada dalam satu ekosistem agar dana zakat dapat dikelola secara tepat sasaran dan menghasilkan manfaat yang lebih panjang,” ujarnya.
Cara daftar beasiswa BeZakat 2026
Buat kamu yang tertarik dapat melakukan pendaftaran melalui https://pendaftaran-beasiswa.kemenag.go.id. Peserta diimbau memastikan kesesuaian persyaratan, memilih perguruan tinggi dan rumpun studi sesuai ketentuan, serta melengkapi proses pendaftaran sebelum batas waktu.Komponen beasiswa BeZakat 2026
BeZakat 2026 tidak hanya memberikan dukungan biaya pendidikan, tetapi juga pembinaan bagi penerima manfaat atau awardee. Fasilitas yang diberikan meliputi:- Beasiswa Uang Kuliah Tunggal (UKT) selama delapan semester
- Bantuan biaya hidup selama 48 bulan
- Bantuan laptop
- Pembinaan karakter, nilai, dan kepemimpinan
BeZakat diarahkan untuk mendukung mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu agar dapat mengembangkan kapasitas dan berkontribusi di tengah masyarakat.
Waryono menekankan pendidikan merupakan salah satu bentuk pemberdayaan yang memungkinkan manfaat zakat terus berkembang.
“Ketika zakat digunakan untuk membantu seorang mahasiswa menyelesaikan pendidikannya, yang dibangun bukan hanya satu orang. Ada kapasitas, keluarga, dan masa depan yang ikut kita kuatkan. Karena itu, kita ingin manfaat zakat terus tumbuh dan memberikan dampak yang lebih luas,” ujar Waryono.