Pancasila. DOK BPIP
Pancasila. DOK BPIP

Sejarah Lahirnya Bhinneka Tunggal Ika: Asal-usul, Makna, dan Penerapannya

Renatha Swasty • 14 Agustus 2026 10:36
Ringkasnya gini..
  • Bhinneka Tunggal Ika lahir abad ke-14 di era Majapahit, ditulis Mpu Tantular dalam Kitab Kakawin Sutasoma untuk menyatukan perbedaan keberagaman.
  • Mohammad Yamin mengusulkan kalimat ini dalam sidang BPUPKI I, hingga resmi ditetapkan sebagai semboyan negara lewat PP No. 66 Tahun 1951.
  • Tertulis pada pita lambang Garuda Pancasila, semboyan ini bermakna berbeda-beda tetapi tetap satu jua untuk menjaga persatuan bangsa Indonesia.
Jakarta: Indonesia dikenal sebagai negara kepulauan yang sangat kaya akan keberagaman suku, budaya, hingga agama. Keanekaragaman ini menjadi kebanggaan tersendiri sekaligus identitas pembeda bangsa di mata dunia.
 
Keberagaman tersebut lahir karena wilayah Indonesia terpisah oleh lautan yang sangat luas. Akibatnya, setiap daerah berkembang secara unik dan memiliki tradisi serta kebudayaannya masing-masing.
 
Untuk menyatukan ribuan pulau dan perbedaan yang ada, bangsa Indonesia membutuhkan sebuah pegangan kuat. Pegangan tersebut mewujud dalam semboyan Bhinneka Tunggal Ika.

Semboyan ini mengandung makna sangat mendalam bagi keberlangsungan hidup seluruh rakyat Indonesia. Secara sederhana, kalimat tersebut berarti ‘berbeda-beda tetapi tetap satu jua’.
 
Memahami asal-usul Bhinneka Tunggal Ika membawa pemahaman kembali pada perjalanan sejarah bangsa yang sangat panjang. Berikut ulasan lengkap mengenai sejarah dan makna penting dari semboyan pemersatu ini.

Sejarah Lahirnya Bhinneka Tunggal Ika

Mengutip tayangan Youtube Kejar Cita, semboyan Bhinneka Tunggal Ika muncul jauh sebelum Indonesia merdeka, tepatnya pada abad ke-14 Masehi di era Kerajaan Majapahit. Istilah ini berasal dari bahasa Jawa Kuno yang terdapat dalam Kitab Kakawin Sutasoma, sebuah karya sastra ternama tulisan Mpu Tantular pada masa pemerintahan Raja Hayam Wuruk.
 
Kala itu, Mpu Tantular menuliskan kalimat tersebut sebagai titik temu atas perbedaan kepercayaan (khususnya Agama Hindu dan Buddha) yang ada di Nusantara. Lewat karya tersebut, Mpu Tantular menegaskan bahwa keberagaman keyakinan tidak boleh memecah belah masyarakat, melainkan menjadi kekuatan yang saling melengkapi.

Perjalanan Menjadi Semboyan Resmi Negara

Semangat persatuan ini kemudian dihidupkan kembali saat para pendiri bangsa berjuang merebut kemerdekaan, di antaranya: 

1. Usulan Muhammad Yamin

Dalam sidang BPUPKI I, Mohammad Yamin menjadi sosok pertama yang mengusulkan agar Bhinneka Tunggal Ika dijadikan semboyan negara.
 

2. Ikrar Sumpah Pemuda pada 1928

Nilai persatuan ini sebelumnya juga tecermin kuat dalam Sumpah Pemuda yang menegaskan tiga tekad: Satu Nusa, Satu Bangsa, dan Satu Bahasa Indonesia.

3. Penetapan Resmi pada 1951

Melalui Peraturan Pemerintah No. 66 Tahun 1951, semboyan ini resmi ditetapkan sebagai semboyan negara dan disematkan pada lambang negara Garuda Pancasila.

Makna dan Posisi pada Lambang Garuda

Mengutip laman fkip.umsu.ac.id, pada lambang Garuda Pancasila yang dirancang oleh Sultan Hamid II, kalimat Bhinneka Tunggal Ika tertulis di atas pita yang dicengkeram erat oleh kaki burung Garuda. Hal ini melambangkan kokohnya persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia di atas segala perbedaan.
 
Secara mendalam, semboyan ini mengajarkan beberapa nilai penting, yaitu:
  1. Perbedaan suku, agama, dan adat bukanlah penghalang, melainkan aset yang memperkaya identitas bangsa
  2. Mendorong masyarakat untuk saling menghargai keyakinan dan budaya satu sama lain
  3. Persatuan Indonesia dibangun atas keselarasan lahiriah (wilayah, hukum) dan batiniah (ide, cita-cita, dan moral)

Penerapan dalam Kehidupan Sehari-hari

Bhinneka Tunggal Ika bukan sekadar kalimat hafalan di pelajaran sekolah, melainkan prinsip yang harus dihidupi. Di tengah kehidupan modern yang rentan perpecahan, penerapannya dapat dimulai dari hal-hal sederhana:
  1. Berteman baik dengan siapa saja tanpa memandang asal suku atau agama
  2. Menghormati serta memberikan ucapan selamat saat masyarakat beragama lain merayakan hari besarnya
  3. Menjaga kerukunan di lingkungan sekitar serta mengutamakan gotong royong.
Dengan terus menjaga semangat Bhinneka Tunggal Ika, perjuangan para pahlawan dalam menyatukan bangsa Indonesia akan terus hidup dan memberi manfaat bagi generasi mendatang.
 
Sobat Medcom, itulah informasi mengenai asal-usul dan sejarah Bhinneka Tunggal Ika. Semoga informasi ini dapat menambah wawasan kamu, ya! (Talitha Islamey)
 
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(REN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan