Fenomena tahunan ini menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk menyaksikan kilatan meteor yang melintas di langit. Berdasarkan kalender hujan meteor 2026/2027 yang dirilis International Meteor Organization (IMO), Leonid terjadi ketika Bumi melintasi jalur debu dan puing-puing yang ditinggalkan Komet 55P/Tempel-Tuttle.
Apa sebenarnya hujan meteor leonid dan kapan fenomena tersebut muncul? Melansir dari laman resmi National Aeronautics and Space Administration (NASA), International Meteor Organization (IMO), dan Philippine Atmospheric, Geophysical and Astronomical Services Administration (PAGASA), berikut penjelasannya.
Hujan Meteor Leonid
Leonid merupakan hujan meteor tahunan yang berasal dari material sisa Komet 55P/Tempel-Tuttle. Ketika Bumi melintasi jalur orbit komet tersebut, partikel-partikel debu dan puing yang tertinggal memasuki atmosfer Bumi dan terbakar sehingga terlihat seperti kilatan cahaya di langit.Nama Leonid berasal dari rasi bintang Leo atau Singa. Hal ini karena meteor-meteor tersebut tampak seolah-olah berasal dari satu titik di sekitar rasi bintang tersebut. Titik asal semu ini dikenal sebagai radiant.
Leonid juga dikenal sebagai salah satu hujan meteor dengan kecepatan tinggi. Fenomena ini bahkan pernah menghasilkan badai meteor dengan jumlah meteor yang sangat tinggi.
Fenomena Leonid pada 2026, aktivitas yang diperkirakan terjadi berada pada kisaran normal, yakni sekitar 15 meteor per jam dalam kondisi ideal saat mencapai puncaknya dengan catatan kondisi langit mendukung.
Jadwal Hujan Meteor Leonid November 2026
Hujan meteor Leonid berlangsung selama hampir satu bulan, yakni mulai 6 November hingga 30 November 2026. Adapun puncak aktivitasnya diperkirakan terjadi pada malam 16–17 November 2026.PAGASA mencatat puncak Leonid sekitar 18 November 2026. Perbedaan tanggal tersebut berkaitan dengan waktu pengamatan dan zona waktu yang digunakan.
Berikut jadwal hujan meteor Leonid 2026:
- Mulai aktif: 6 November 2026
- Puncak aktivitas: Sekitar 16–18 November 2026
- Berakhir: 30 November 2026
- Intensitas maksimum: Sekitar 15 meteor per jam dalam kondisi ideal
Waktu Terbaik Mengamati Hujan Meteor Leonid
Titik radiant Leonid mulai terbit di atas cakrawala timur sekitar pukul 23.49 waktu setempat. Posisinya kemudian semakin tinggi seiring berjalannya malam.Pengamatan dapat dilakukan pada dini hari 17–18 November 2026, terutama setelah Bulan terbenam. Kondisi tersebut dapat membantu pengamat melihat meteor yang lebih redup karena gangguan cahaya Bulan berkurang. (Adinda Kinanthi)