Fenomena Langit Oktober 2026 (Dok. Medcom)
Fenomena Langit Oktober 2026 (Dok. Medcom)

5 Fenomena Langit Menakjubkan di Bulan Oktober 2026, Catat Tanggalnya!

Renatha Swasty • 02 Oktober 2026 18:04
Ringkasnya gini..
  • Saturnus mencapai posisi oposisi pada 4 Oktober 2026 sehingga tampak lebih terang dan terlihat sepanjang malam.
  • Dua hujan meteor akan aktif sepanjang Oktober, yaitu Draconid (puncak 8-9 Oktober) dan Orionid (puncak 21-22 Oktober).
  • Bulan juga akan tampak berdekatan dengan Jupiter pada 6 Oktober serta gugus bintang Pleiades pada 27-28 Oktober.
Jakarta: Bulan Oktober 2026 menghadirkan sejumlah fenomena astronomi yang dapat menjadi objek pengamatan di langit malam. Mulai dari Saturnus yang mencapai oposisi, dua hujan meteor, hingga Bulan yang berdekatan dengan sejumlah objek langit.

Melansir dari laman NASA, berikut sejumlah fenomena langit yang dapat menjadi perhatian sepanjang Oktober 2026.

Fenomena Langit Bulan Oktober 2026

1. Saturnus Mencapai Oposisi

Saturnus menjadi salah satu objek langit utama yang dapat diamati pada awal Oktober. NASA mencatat Saturnus mencapai oposisi pada 4 Oktober 2026. Oposisi terjadi ketika Bumi berada di antara Matahari dan Saturnus sehingga Saturnus berada berlawanan arah dengan Matahari jika dilihat dari Bumi.

Saat oposisi, Saturnus terbit sekitar waktu Matahari terbenam dan dapat terlihat selama sebagian besar malam. Posisi tersebut juga membuat Saturnus tampak lebih terang dibandingkan waktu lainnya sehingga menjadi salah satu momen yang baik untuk mengamatinya.

2. Bulan Berdekatan dengan Jupiter

Fenomena bulan akan tampak berdekatan dengan Jupiter pada 6 Oktober 2026. Bulan berbentuk sabit tipis akan berada dekat dengan Jupiter sebelum Matahari terbit.

Waktu pengamatan terbaik bergantung pada lokasi masing-masing pengamat. Fenomena kedekatan dua objek langit seperti ini dapat diamati tanpa teleskop selama kondisi langit cerah dan pandangan ke arah cakrawala tidak terhalang.

3. Hujan Meteor Draconid

Hujan meteor Draconid aktif sekitar 6-10 Oktober 2026, dengan puncak pada malam 8-9 Oktober. Draconid berasal dari serpihan Komet 21P/Giacobini-Zinner yang memasuki atmosfer Bumi.

Draconid berbeda dari banyak hujan meteor karena waktu pengamatan terbaiknya justru pada malam hari, setelah langit gelap. Kondisi pengamatan tahun ini relatif mendukung karena fase Bulan baru terjadi pada 10 Oktober sehingga cahaya Bulan tidak banyak mengganggu pengamatan di sekitar puncak Draconid.

4. Hujan Meteor Orionid

Hujan meteor kedua yang menghiasi langit Oktober adalah Orionid dengan puncak fenomena terjadi pada malam 21 Oktober hingga pagi 22 Oktober 2026. Hujan meteor ini berasal dari debu dan serpihan yang ditinggalkan oleh Komet Halley.

Meteor Orionid dikenal bergerak cepat dan dapat melintas di berbagai bagian langit. Namun, cahaya Bulan yang cukup terang pada tahun ini berpotensi mengurangi jumlah meteor redup yang dapat terlihat.

Pengamatan dilakukan beberapa jam sebelum Matahari terbit, terutama setelah Bulan terbenam. Lokasi yang gelap juga akan meningkatkan peluang melihat meteor.

5. Bulan Berdekatan dengan Pleiades

Menutup rangkaian fenomena utama Oktober, Bulan akan kembali tampak berdekatan dengan gugus bintang Pleiades pada malam 27-28 Oktober.

Pleiades adalah gugus bintang yang juga dikenal dengan nama Seven Sisters. Gugus ini dapat terlihat dengan mata telanjang sebagai kumpulan beberapa bintang yang tampak berdekatan.

Pengamatan dapat dilakukan dengan mengarahkan pandangan ke langit timur pada malam hari. Penggunaan binokular atau teleskop dapat memperlihatkan lebih banyak bintang di dalam gugus tersebut.

Jadi, Sobat Medcom, sudah siap mengamati indahnya langit malam Oktober 2026? (Adinda Kinanthi)
 

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(REN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan