Presiden RI Seokarno saat membacakan Teks Proklamasi. DOK Arsip Nasional
Presiden RI Seokarno saat membacakan Teks Proklamasi. DOK Arsip Nasional

Sejarah Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan RI 1945: Dari Rengasdengklok hingga Pembacaan Teks

Renatha Swasty • 12 Agustus 2026 18:03
Ringkasnya gini..
  • Persiapan kemerdekaan diawali pembentukan BPUPKI pada 1 Maret 1945 untuk merumuskan dasar negara, lalu dilanjutkan oleh PPKI pada 12 Agustus 1945.
  • Peristiwa Rengasdengklok pada 16 Agustus 1945 terjadi untuk menjauhkan Soekarno-Hatta dari pengaruh Jepang atas desakan para golongan muda.
  • Naskah Proklamasi dibacakan Soekarno-Hatta pada 17 Agustus 1945 pukul 10.00 WIB di Jalan Pegangsaan Timur No. 56 setelah dirumuskan di rumah Maeda.
Jakarta: Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia selalu menjadi momen istimewa yang membangkitkan rasa nasionalisme seluruh masyarakat. Di balik kemeriahan perayaan tersebut, terdapat sejarah panjang mengenai perjuangan bangsa dalam meraih kemerdekaan.
 
Perjalanan menuju kemerdekaan bukan hal mudah karena membutuhkan persiapan matang serta pengorbanan yang sangat besar. Berbagai peristiwa penting dan bersejarah turut mewarnai detik-detik berharga sebelum teks proklamasi akhirnya berhasil dikumandangkan.
 
Persiapan kemerdekaan sendiri telah dirancang teliti beberapa bulan sebelumnya melalui pembentukan badan-badan khusus oleh para pendiri bangsa. Ketegangan sempat terjadi antara kelompok pemuda dan kelompok tua mengenai penentuan waktu yang paling tepat untuk mengumumkan kemerdekaan.

Bagi Sobat Medcom yang ingin mengenang kembali perjuangan para pahlawan, penting untuk memahami peristiwa bersejarah tersebut. Lantas, bagaimana rincian sejarah detik-detik menuju Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945? Yuk, simak ulasan lengkapnya berikut ini!

Sejarah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

Pembentukan BPUPKI dan PPKI

Mengutip laman ruangguru.com dan pwk.archiplan.ugm.ac.id, langkah awal menuju kemerdekaan Indonesia dimulai dari pembentukan Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) pada 1 Maret 1945. Badan yang diketuai oleh Radjiman Wedyodiningrat ini bertugas mempersiapkan berbagai hal mendasar bagi calon negara baru.
 
Melalui dua kali sidang utama, BPUPKI berhasil melahirkan perumusan dasar negara yang kini dikenal sebagai Pancasila serta merancang Undang-Undang Dasar (UUD) 1945. Setelah tugasnya dinilai selesai, BPUPKI dibubarkan dan digantikan oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) pada 12 Agustus 1945 yang diketuai langsung oleh Ir. Soekarno.

Peristiwa Rengasdengklok

Kekalahan Jepang dari Sekutu pada 15 Agustus 1945 memicu perbedaan pendapat antara golongan muda dan golongan tua. Golongan muda mendesak agar kemerdekaan segera diproklamasikan, sedangkan golongan tua memilih berhati-hati dan menunggu koordinasi resmi.
 
Demi menjauhkan Soekarno dan Moh. Hatta dari pengaruh Jepang, golongan muda membawa keduanya ke Rengasdengklok pada 16 Agustus 1945 dini hari. Pemilihan Rengasdengklok, khususnya rumah milik Djiaw Kie Siong di Bojong, dinilai sangat strategis karena lokasinya yang privat, aman, dan dekat dengan markas Tentara PETA.

Peran Penting Rumah dalam Sejarah

Rumah dipilih oleh para pejuang karena sifatnya yang tertutup dari hiruk-pikuk kota. Hal ini membuat aktivitas penyusunan strategi kemerdekaan tidak mudah dicurigai oleh tentara Jepang.
 

Perumusan Naskah Proklamasi di Rumah Laksamana Maeda

Setelah Ahmad Soebardjo memberikan jaminan keamanan, Soekarno dan Moh. Hatta akhirnya kembali ke Jakarta pada malam hari tanggal 16 Agustus 1945. Rombongan kemudian menuju ke rumah Laksamana Tadashi Maeda di Jalan Meiji Dori Nomor 1 yang sekarang Jalan Imam Bonjol Nomor 1, Jakarta Pusat.
 
Rumah tokoh Angkatan Laut Jepang ini dipilih karena memiliki hak kekebalan diplomatik sehingga aman dari intervensi militer Jepang. Di tempat inilah naskah proklamasi dirumuskan bersama.
  • Sumbangan Kata ‘Proklamasi’: Ir. Soekarno
  • Kalimat Pertama: Ahmad Soebardjo
  • Kalimat Terakhir: Moh. Hatta
  • Pengetik Naskah: Sayuti Melik

Pembacaan Teks Proklamasi

Awalnya, pembacaan teks proklamasi direncanakan berlangsung di Lapangan Ikada yang sekarang kawasan Monas. Namun, Bung Karno mengalihkan lokasinya ke halaman rumah beliau di Jalan Pegangsaan Timur No. 56 Jakarta Pusat untuk menghindari potensi bentrokan fisik dengan tentara Jepang.
 
Tepat pada Jumat, 17 Agustus 1945 pukul 10.00 WIB, naskah proklamasi dibacakan oleh Soekarno dengan didampingi Moh. Hatta. Acara dilanjutkan dengan pengibaran Bendera Merah Putih buatan Ibu Fatmawati oleh Shodanco Latief Hendraningrat dan S. Suhud, diiringi lagu Indonesia Raya.

Penyebarluasan Berita Kemerdekaan ke Seluruh Dunia

Usai upacara pembacaan teks selesai, tugas berikutnya adalah menyebarkan berita gembira tersebut ke seluruh pelosok tanah air dan dunia internasional. Berita proklamasi disiarkan melalui siaran radio kantor berita Domei serta disebarkan lewat selebaran pers.
 
Meskipun Jepang sempat menyegel pemancar radio Domei, para pemuda tidak kehabisan akal dan berhasil membuat pemancar baru di Menteng. Selain itu, para utusan PPKI dari berbagai daerah juga membawa kabar kemerdekaan ini saat pulang ke daerah asal mereka masing-masing.
 
Sobat Medcom, itulah kisah perjalanan panjang dan bersejarah di balik kemerdekaan bangsa Indonesia. Semoga sejarah ini bisa terus menginspirasi untuk menjaga dan membangun Indonesia menjadi lebih baik, ya! (Talitha Islamey)
 
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(REN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan